Nikmat Wudhu di Air Terjun Bua Tong
Air mengalir sampai jauh. Mengalir melewati berbagai macam rintangan. Air mampu melewati batu-batu yang mengahadang. Berjalan disela-selanya. Mengalir pelan disaat suasana tenang. Deras saat kondisi sangat keras. Bahkan terjatuh dari ketinggian yang jauh. Allah SWT. menggerakkan aliran air hingga kelaut dan akhirnya terjadi siklus yang luar biasa.
Thailand terkenal dengan wisata alamnya. Salah satunya adalah Bua Tong Waterfall. Air terjun ini terletak 45 km dari kota Chiang Mai. Kami rombongan pergi ke Air Terjun menggunakan 2 mobil pribadi. Menghabiskan waktu sekitar 45 menit dari Universitas Maejo. Rindang dan sepi, tidak tampak seperti tempat wisata. Memang tempat istimewa ini nggak banyak diketahui oleh orang asing hanya orang lokal yang mengetahui air terjun Bua Tong. Kalau kita ke Thailand mesti sempatkan mampir ke air terjun Bua Tong, lumayan buat menyegarkan pikiran (heheh…)
Air terjunnya kecil tetapi sangat menyegarkan. Warna bebatuannya cukup unik, coklat kekuningan. Ajaibnya walau batu tersebut terlihat licin tetapi ternyata dapat dengan mudah dinaiki tanpa terpelesat. Aliran airnya tidak begitu deras sehingga mudah untuk menaiki tiap undak bebatuan hingga sampai ke atas. Dan saya perlahan menaiki bebatuan, heheh.

Bua Tong Waterfall
Sesampai di atas kita dapat menikmati pemandangan hutan yang hijau dan menyejukkan. Semakin keatas berjalan akan menemui tempat yang dianggap suci bagi penduduk sekitar. Di tempat tersebut terdapat tempat sembahyang dan cekungan air suci yang dapat diambil dan dibasuhkan ke rambut pengunjung tanpa dikenakan biaya. Disinilah cikal bakal sejarah air terjun Buo Tong. Kalian bakal ngeliat catatan sejarah adanya cekungan air suci tersebut. Agak mistik..huhuhu
Air terjun Bua Tong sangat menyegarkan. Saya menyempatklan diri untuk berwudhu, menikmati setiap basuhan air terjun Bua Tong. Memang tampak berbeda saat kita mengambil air wudhu langsung dari Alam. Khusyu tanpa ada gangguan, tenang mengalir tanpa ada hambatan. Kemudian duduk sambil merenung dan menikmati salah satu keindahan yang Allah SWT. berikan di negeri gajah putih.
“…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (Ali Imran, 3:191).
Baca selebihnya »
Filed under: notes, Notes From Thai | 2 Komentar »