Posted on Februari 7, 2010 by yogi sidik

from kaskus.com
Dari pagi hingga petang, siaran televisi hanya berisi amarah yang membahana. Opini masyarakat dari jaringan telepon diungkapkan dengan nada gusar dan terlihat sangat marah. Sejak pagi berita-berita yang ditampilkan berisi tentang amarah massa terhadap perilaku pemerintahnya. Belum lagi terlihat juga amarah pemerintah terhadap sesamanya. Seakan menjadi agenda wajib dalam proses setiap kegiatan.
Itu baru berita, jika berita telah usai berganti sinetron dan reality show menghiasi magic box tiap rumah di seluruh Indonesia. Adegan-adegan yang diperlihatkan hanya berisi amarah dan praduga yang dibuat-buat. Seolah marah adalah sesuatu yang pantas untuk diperlihatkan kepada khalayak umum. Memang marah adalah sebuah keadaan yang timbul karena sesuatu yang mempengaruhi kondisi psikologis. Tetapi terlihat jelas, saat adegan marah, tim produksi atau kreatif tampak melebih-lebihkan dengan latar belakang musik ataupun raut muka yang sangat mencerminkan kepalsuan. Semua menjadi pertontonan yang memiliki nilai jual, akhirnya masyarakat melihatnya sebagai hal yang wajar dan pantas untuk dilakukan.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: dakwah, pendongkrak semangat | Leave a Comment »
Posted on Februari 6, 2010 by yogi sidik
Di daerah-daerah, kerbau atau kebo sangat berguna. Di Solo, keluarnya kebo-kebo bule di malam satu syuro sangat ditunggu. Kotoran dan keringatnya membawa berkah tersendiri. Di Sumatera Barat, kebo dapat diambil susunya untuk difernentasikan dan dijadiin sajian khusus bernama dadih. Dadih merupakan makanan yang cukup gizi dan bermanfaat bagi tubuh. Di Toraja, kebo digunakan dalam upacara adat dan dijadikan lambang kemakmuran sang punya hajat. Di Jakarta, kebo digunakan dalam aksi ketidak puasan rakyat terhadap kinerja pemerintahan. Peran kebo memang layak diperhitungkan. Padahal kebo termasuk hewan yang mampu diberi pakan yang berkualitas rendah. Tidak perlu ada perlakuan khusus untuk memelihara kebo.
Kreatifitas aksi kini makin menjadi-jadi. Semua barang yang dapat dijadikan simbol diikutsertakan dalam kesempatan aksi yang dilakukan. Baik berupa barang hidup maupun barang tidak bernyawa. Aksi teatrikal dan aksi bakar ban juga termasuk dalam adegan demonstrasi yang sering dilakukan.
Sedang hangat menjadi perbincangan adalah aksi kerbau atau kebo ditengah kota. Kebo digiring sendirian dan diikutkan dalam demo yang diadakan di tengah kota. Kebo yang biasa di sawah tampak kebingungan. Mungkin untuk sementara, peran membajak sawah sudah digantikan oleh traktor. Jadi kebo dibawa ke kota untuk demonstrasi. Aksi yang ditujukan untuk memprotes kinerja pemerintahan SBY ini memang menjadikan kebo sebagai simbol dan tokoh utama dalam berekspresi. Pada tubuh kebo bertuliskan “SiBuYa”, yang menurut pelaku aksi bukan menyimbolkan SBY namun simbol ketidak puasan atas kinerja. Sedangkan bagian belakang kebo juga ditempel foto SBY. Aksi ini pun mendapat protes dari pihak yang diprotes.
Tidak boleh kebo, hewan lain pun jadi. Baru-baru ini, kambing dan ayam pun ikut menjadi salah satu peserta demontrasi. Kali ini dengan konsep yang berbeda, kini terang-terangan muka kambing diganti atau diberi topeng wajah manusia. Dan ayam diberikan kepada KPK sebagai simbol untuk segera menyelesaikan permasalahan century.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: opini | Leave a Comment »
Posted on Februari 5, 2010 by yogi sidik
Teringat permainan psikologis yang sering dilakukan dalam pelatihan diri atau sejenisnya. Dimana semut yang berukuran kecil diperintahkan untuk dibayangkan sebagai sesuatu yang besar, dan begitu sebaliknya. Sangat bagus makna yang terkandung yaitu mengartikannya untuk berpikir Out Of The Box. Tapi tidak salah jika kita memaknainya sebagai sesuatu yang kecil dapat menjadi permasalahan yang besar. Secuil saja akan berdampak sistematik dalam permasalahan besar yang dihadapi.
Seperti itu yang penulis rasakan pada permasalahan yang kini sedang menguras perhatian kita. Mulai dari kasus Bank Century, tuduhan pembunuhan, hingga permasalahan korupsi. Coba lihat disetiap pertemuan ataupun sidang yang dilakukan. Hal-hal kecil kini menjadi bahan untuk dijadikan acuan berpikir mereka. Memang sedikit kurang valid jika dijadikan sumber hukum dan proses melangkah pengambil keputusan. Tetapi kenyataan di lapangan membuktikan, seluruh kegiatan yang berkaitan dengan permasalahan utama dapat dijadikan sebagai “penguat” permasalahan.
Proses mendengarkan obrolan lewat handphone melalui penyadapan KPK adalah hal baru yang dahulu sempat dilakukan. Potongan-potongan pembicaraan Antasari Azhar (Mantan Ketua KPK) pada kasus pembunuhan juga ikut diperdengarkan, padahal didalamnya banyak terdapat kata-kata yang kurang penting atau tidak etis untuk diperdengarkan secara bersama-sama. Kini yang terbaru dalam kasus rapat century, diperdengarkan suasana rapat pejabat Bank Indonesia yang mengahasilkan keputusan untuk permasalahan bank dan penyalamatan bank yang akan gagal. Dan hasilnya sama saja, kesimpulan sementara sempat tertunda, banyak anggota pansus yang pergi meninggalkan ruangan sidang.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Februari 9, 2009 by yogi sidik

Yoga From steadyhealth.com
Di antara seni olahraga yang banyak dipertanyakan masyarakat adalah yoga, yaitu melakukan gerakan-gerakan tubuh dibarengi dengan konsentasi hati dan pikiran. Yoga merupakan salah satu bentuk ibadah umat Hindu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan-Tuhan mereka. Untuk itu, umat Hindu sudah mengenal yoga sejak lama sekali.
Menurut Ust.Yusuf Qardhawi, jika yoga memang benar sebagai ritual ibadah umat beragama tertentu maka seseorang Muslim tidak boleh mempraktikannya dengan niat melakukan ritual ibadah. Sebab, ritual ibadah bagi umat Islam adalah sesuatu yang tauqifi (sudah ditentukan oleh nash agama). Maksudnya, ritual ibadah di dalam Islam tidak berasal dari kreasi para pemeluknya. Siapa pun – walau sudah mencapai derajat keilmuwan dan ketakwaan tinggi – tidak boleh menciptakan bentuk ibadah sendiri, atau menambah-nambahi ibadah yang disyariatkan dengan sesuatu yang lain.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: From Ahlinya, dakwah, tips-tips | 2 Komentar »
Posted on Februari 1, 2009 by yogi sidik

Setelah penat dengan segala pikiran yang lalu lalang di otak. Pekerjaan yang tiada henti menuntut. Cemooh dan pujian orang yang nimbrung dalam hati. Ekonomi dalam kantong yang tidak menentu. Ditambah lagi lingkungan yang mulai dipenatkan oleh bendera-bendera pemilu. Sudah tidak ada lagi hijau ataupun biru di dalam hati yang berkecamuk. Hawa nafsu yang senantiasa selalu mengganggu. Setan yang berlarian dan selalu menyesatkan. Sehingga kita lelah dan mulai penat dengan hidup yang Allah SWT. berikan kepada semua hambanya tanpa terkecuali. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: dakwah, pendongkrak semangat | 1 Komentar »
Posted on Januari 30, 2009 by yogi sidik
Apabila Allah hendak menyebar keutamaan
Dia sediakan padanya lidah orang yang dengki
Kalaulah tidak karena nyala api di sekitarnya
Niscaya bau harum kayu gaharu tak dapat diketahui
Perkataan jelek tidak akan memberikan madharat padamu kecuali jika engkau terpengaruh
dengannya, menanggapinya, dan marah karenanya.
Sesungguhnya yang membuatmu sakit adalah karena mendengarnya. (Dr. A’idh Al-Qarni)
Setiap orang tentu pernah mengalami hal seperti ini. Mendengar gunjingan orang dan menjadikan sebuah ingatan yang selalu terngiang-ngiang, terbekas di hati meninggalkan luka yang dalam. Siapa yang tak terluka, dialah yang tegar.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: catatan harian, dakwah, pendongkrak semangat, puisi | Leave a Comment »
Posted on Januari 21, 2009 by yogi sidik
‘Azzah adalah wanita pujaan Kutsayyir. Ia diminta menghadap Ummul Banin binti ‘Abdul’Aziz bin Marwan, saudara perempuan ‘Umar bin ‘Abdul’ Aziz.
“’Azzah, apa makna perkataan Kutsayyir pada syair ‘Semua orang yang berhutang membayar hutangnya; sedang orang yang dihutangi ‘Azzah dikecewakan olehnya’? Apa maksud hutang yang disebutkan ini?” Tanya Ummul Banin.
“Maafkanlah aku,” jawab ‘Azzah.
“Kamu harus menceritakannya kepadaku,” desak Ummul Banin.
“Dulu aku pernah menjanjikan sebuah ciuman untuknya, lalu aku merasa risih melakukannya dan tidak menepati janjiku,”jawab ‘Azzah.
“Tepatilah janjimu kepadanya! Akulah yang akan menanggung dosanyanya! Jamin Ummul Banin untuk ‘Azzah.
Tapi tak berselang lama Ummul Banin tersadar atas kesalahannya. Ia memohon ampun kepada Allah. Karena perkataannya tersebut, ia memerdekakan empat puluh budak. Setiap kali teringat perkatannya itu, ia menangis hingga kerudungnya basah. “Oh, mengapa lidahku tidak bisu saja ketika aku mengucapkannya!”
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: cerita pendek, dakwah, pendongkrak semangat | Leave a Comment »
Posted on Januari 17, 2009 by yogi sidik

Produk-produk Yahudi
Segitu banyanya produk yang ngasih sumbangan ke Yahudi…
MasyaAllah….
Semua produk-produk itu tanpa sadar udah jadi bagian dalam hidup kita sehari-hari…dipikir-pikir udah lama produk-produk itu kita konsumsi..
Apa yang akan kita lakukan..
Infonya :
“Satu rupiah yang kita keluarkan untuk membeli Produk Yahudi, sama dengan satu peluru yang kita tembakkan pada saudara sesama muslim”
Terus coba hitung..
Berapa banyak “Money” yang udah keluar dari tabungan kita untuk beli peluru yang dipake buat bunuh saudara-saudara kita di Palestina??
Terus coba hitung….
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: catatan harian, opini | 6 Komentar »
Posted on Januari 16, 2009 by yogi sidik
Tiga Jam yang Berarti di Jalur Gaza
(Mencoba Belajar Menghargai Waktu dari Peristiwa Gaza)
“Makanan dan susu, apalagi yang kita bisa harapkan dalam waktu 3 jam dan kami ingin semua (perang) segera berakhir,” ujar Ahmed Abu Kamel, warga yang tinggal dekat Jalur Gaza seperti dilansir Reuters, Kamis (8/1/2009)
Memang benar, apa yang bisa diharapkan dengan waktu 3 jam. Hanya sedikit hal yang kita peroleh dengan 3 jam. Warga Gaza yang jiwanya kini tidak aman tentu memikirkan beribu-ribu kali hal apa yang hendak dilakukan dalam waktu 3 jam. Sedikit saja terlupa, fatalakibatnya.
Tiga jam yang sangat berarti di jalur Gaza. Jika mereka tertidur, apa yang terjadi? Segala sesuatu yang berkenanan dengan hidupnya akan berkurang. Dalam waktu 3 jam seluruh warga Gaza yang masih selamat segera berpencar mencari makanan dan minuman agar mampu bertahan hidup. Tidak ada lagi yang mereka cari. Keluar rumah pun suatu hal yang menakutkan untuk dilakukan.
180 menit…mengapa begitu? Mengapa hanya segitu?
Terlihat jelas-jelas itu hanyalah omong kosong, mempermainkan rakyat Palestina untuk kalang kabut sendiri. Israel keji tertawa lebar melihat kerumunan manusia yang menangis dan berharap belas kasihan seluruh warga di dunia.
Waktu Kita
Itu adalah sekilas cerita mengenai rentang waktu tiga jam yang ada di negeri Palestina. Namun, banyak hal yang dapat kita pelajari melalui peristiwa di Gaza itu. Manajemen waktu dan mencoba memanfaatkan waktu hanya untuk mengharap ridha Allah SWT.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: dakwah | Leave a Comment »
Posted on Juli 29, 2008 by yogi sidik
Hakikat Kebahagiaan
(Disunting dari buku Al-Hayatu At –Thayyibah oleh Dr.Aidh Al-Qarni)
Banyak pendapat saling berlainan dalam mendefinisikan makna kebahagiaan. Masing-masing memiliki kamus tersendiri sesuai pemahaman dan keyakinan pandangannya terhadap kehidupan, lingkungan, dan wawasan ilmunya. Pendapat mereka berkisar seputar harta, kenikmatan dan kesenangan, kecantikan dan wanita, kemasyuhran dan kearifan, pengetahuan dan seni, hobi dan rekreasi, kebebasan dan bacaan, kemengan dan kesuksesan, serta tuntutan-tuntutan yang lain. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: dakwah | 11 Komentar »