Hakikat Kebahagiaan
(Disunting dari buku Al-Hayatu At –Thayyibah oleh Dr.Aidh Al-Qarni)
Banyak pendapat saling berlainan dalam mendefinisikan makna kebahagiaan. Masing-masing memiliki kamus tersendiri sesuai pemahaman dan keyakinan pandangannya terhadap kehidupan, lingkungan, dan wawasan ilmunya. Pendapat mereka berkisar seputar harta, kenikmatan dan kesenangan, kecantikan dan wanita, kemasyuhran dan kearifan, pengetahuan dan seni, hobi dan rekreasi, kebebasan dan bacaan, kemengan dan kesuksesan, serta tuntutan-tuntutan yang lain.
Di sisi lain, orang yang beriman dan beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk. Neraca timbangan mereka dalam mengukur kehidupan yang bahagia adalah syariat yang suci. Hujjah mereka adalah wahyu ilahi. Dalil perkataan mereka adalah risalah rabbaniyah yang diemban para rasul dan dibawa para Nabi. Kebahagiaan, menurut mereka, adalah tauhid yang murni, tak tercemari noda syirik. Allah berfirman :
“Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh barang atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”(Al-Hajj:31)
Iman yan kuat kepada Allah, Al-Qur’an dan Rasul-Nya; sikap ridha terhadap hukum-hukum Allah dan tunduk kepada-Nya disertai dengan ketaatan tanpa tawar menawar –yang dengannya mereka menjalankan apa yang deperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang –;bersabar terhadap ketentuan takdir di dalamnya; ridha dengan apa yang dibagikan Allah untuk mereka; menerima hukum Allah atas karunia nikmat yang diberikan kepada mereka dan bersyukur atas hidayah kepada pemberinya, seraya mengharapkan balasan yang baik kepada Dzat yang menentukan dan memtuskannya.
Singkat kata,orang yang bahagia adalah orang yang apabila memperoleh nikmat bersyukur; apabila memperoleh musibah, bersabar; dan apabila berbuat dosa, beristighfar.
DIarsipkan di bawah: dakwah
nie blog emang menyejukkan hati…
^_^
setuju, kebahagiaan adalah saat kita mampu menyukuri apa yang telah kita miliki. dan memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang kita punya dengan mengharap ridho ilahi.
semangat ya untuk cita2nya
jgn lelah silaturahmi
ouw, nikmatnya menjadi orang yang berbahagia…
saya termasuk orang yg sabar kalo kna musibah,,,tapi klo musibah trus…trusan dtang, duh kesel juga lama2 ( heheheh )
ISLAM Is The BEST Religion
-
ISLAM Nation
simpan nasi dalam belanga
belanga di taro di atas tikar
apa ciri orang orang bahagia
ditimpa musibah dia bersabar
pantun ini terinspirasi dari tulisan diatas.
salam kenal,
tanda kita hidup adanya emosi. duka, senang, gelisah dan wujud emosi lainnya merupakan tanda kemanusiaan kita. bahkan salah satu tanda syukur kita pada yang Maha Kuasa adalah dengan menyadari potensi kemanusiaan tersebut.
terkadang kita terlupa dalam jubah ‘kesucian’ hingga melupakan unsur kemanusiaan kita. sungguh terkadangan saya, anda bahkan mungkin rekan sekalian menganggap emosi itu bagian dari kesesatan.
saya meyakini tujuan Allah mensibghahkan kita rasa/emosi tentu bertujuan. hanya manusia yang mengakui dan menyadari keberadaan emosi adalah makhluk-Nya yang mampu menjangkau maksud yang bertujuan itu.
Musibah hanyalah satu dari sekian kejadian alam yang menguji kesadaran ‘emosi’ kita. akui saja jika kita gundah, gelisah, kecewa bahkan sedih. Ingat Rasul ketika menerima wahyu dari Jibril sekalipun datang menghadap khadijah dengan perasaan yang bercampur baur; takut, cemas, bingung, senang dan seabrek emosi kemanusiaan lainnya.
emosi yang dilenyapkan dan disublimasikan kedalam titik terendah diri kita hanya akan melahirkan sosok manusia yang dingin seperti batu, yang tidak peka terhadap sesama, yang merasa senang dan bangga dengan kesucian diri pribadi hingga rela menumpahkan darah pada sesama.
so….. jadilah Insan-Nya yang pandai mensyukuri segala pemberian-Nya.
Wallahu a’lam
Singkat kata,orang yang bahagia adalah orang yang apabila memperoleh nikmat bersyukur; apabila memperoleh musibah, bersabar; dan apabila berbuat dosa, beristighfar
semoga kita termasuk orang2 berbahagia. amin
Alhamdulillah..atas sgla nikmatNya yg dahulu, skrang, dan InsyaAllah ntuk yg akan datang..
slm knl y
Dibulan Ramadhan ini memang waktu yang tepat untuk introspeksi diri, terutama untuk meningkatkan iman, kesabaran dan kepedulian kita kepada yang kurang beruntung.
http://pengelolaankeuangan.wordpress.com
kebahagiaan adalah bukan mendapat segalanya tetapi mendapat apa yang kita butuhkan
dan seni yang paling tepat untuk selalu bahagia ialah keikhlasan