Posted on Januari 30, 2009 by sidikprasojo
Apabila Allah hendak menyebar keutamaan
Dia sediakan padanya lidah orang yang dengki
Kalaulah tidak karena nyala api di sekitarnya
Niscaya bau harum kayu gaharu tak dapat diketahui
Perkataan jelek tidak akan memberikan madharat padamu kecuali jika engkau terpengaruh
dengannya, menanggapinya, dan marah karenanya.
Sesungguhnya yang membuatmu sakit adalah karena mendengarnya. (Dr. A’idh Al-Qarni)
Setiap orang tentu [...]
DIarsipkan di bawah: catatan harian, dakwah, pendongkrak semangat, puisi | Leave a Comment »
Posted on Januari 21, 2009 by sidikprasojo
‘Azzah adalah wanita pujaan Kutsayyir. Ia diminta menghadap Ummul Banin binti ‘Abdul’Aziz bin Marwan, saudara perempuan ‘Umar bin ‘Abdul’ Aziz.
“’Azzah, apa makna perkataan Kutsayyir pada syair ‘Semua orang yang berhutang membayar hutangnya; sedang orang yang dihutangi ‘Azzah dikecewakan olehnya’? Apa maksud hutang yang disebutkan ini?” Tanya Ummul Banin.
“Maafkanlah aku,” jawab ‘Azzah.
[...]
DIarsipkan di bawah: cerita pendek, dakwah, pendongkrak semangat | Leave a Comment »
Posted on Januari 17, 2009 by sidikprasojo
Segitu banyanya produk yang ngasih sumbangan ke Yahudi…
MasyaAllah….
Semua produk-produk itu tanpa sadar udah jadi bagian dalam hidup kita sehari-hari…dipikir-pikir udah lama produk-produk itu kita konsumsi..
Apa yang akan kita lakukan..
Infonya :
“Satu rupiah yang kita keluarkan untuk membeli Produk Yahudi, sama dengan satu peluru yang kita tembakkan pada saudara sesama muslim”
Terus coba hitung..
Berapa banyak “Money” yang [...]
DIarsipkan di bawah: catatan harian, opini | 5 Komentar »
Posted on Januari 16, 2009 by sidikprasojo
Tiga Jam yang Berarti di Jalur Gaza
(Mencoba Belajar Menghargai Waktu dari Peristiwa Gaza)
“Makanan dan susu, apalagi yang kita bisa harapkan dalam waktu 3 jam dan kami ingin semua (perang) segera berakhir,” ujar Ahmed Abu Kamel, warga yang tinggal dekat Jalur Gaza seperti dilansir Reuters, Kamis (8/1/2009)
Memang benar, apa yang bisa diharapkan dengan waktu 3 jam. [...]
DIarsipkan di bawah: dakwah | Leave a Comment »