<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sidikprasojo's Weblog</title>
	<atom:link href="http://sidikprasojo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sidikprasojo.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Feb 2009 23:40:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='sidikprasojo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9220cfed504d8fcd4e847b8da8321958?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sidikprasojo's Weblog</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Hukum Yoga</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/02/09/hukum-yoga/</link>
		<comments>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/02/09/hukum-yoga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 23:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sidikprasojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[From Ahlinya]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[tips-tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidikprasojo.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[
 Di antara seni olahraga yang banyak dipertanyakan masyarakat adalah yoga, yaitu melakukan gerakan-gerakan tubuh dibarengi dengan konsentasi hati dan pikiran. Yoga merupakan salah satu bentuk ibadah umat Hindu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan-Tuhan mereka. Untuk itu, umat Hindu sudah mengenal yoga sejak lama sekali. 
 Menurut Ust.Yusuf Qardhawi, jika yoga memang benar sebagai ritual [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=103&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_104" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-104" title="yoga_2" src="http://sidikprasojo.files.wordpress.com/2009/02/yoga_2.jpg?w=468&#038;h=288" alt="Yoga From steadyhealth.com" width="468" height="288" /><p class="wp-caption-text">Yoga From steadyhealth.com</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span><span> </span>Di antara seni olahraga yang banyak dipertanyakan masyarakat adalah yoga, yaitu melakukan gerakan-gerakan tubuh dibarengi dengan konsentasi hati dan pikiran. Yoga merupakan salah satu bentuk ibadah umat Hindu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan-Tuhan mereka. Untuk itu, umat Hindu sudah mengenal yoga sejak lama sekali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span><span> </span>Menurut Ust.Yusuf Qardhawi, jika yoga memang benar sebagai ritual ibadah umat beragama tertentu maka seseorang Muslim tidak boleh mempraktikannya dengan niat melakukan ritual ibadah. Sebab, ritual ibadah bagi umat Islam adalah sesuatu yang <em>tauqifi</em> (sudah ditentukan oleh nash agama). Maksudnya, ritual ibadah di dalam Islam tidak berasal dari kreasi para pemeluknya. Siapa pun – walau sudah mencapai derajat keilmuwan dan ketakwaan tinggi – tidak boleh menciptakan bentuk ibadah sendiri, atau menambah-nambahi ibadah yang disyariatkan dengan sesuatu yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span><span id="more-103"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span><span> </span>Barang siapa yang melakukan hal itu maka dianggap sebagai pelaku bid’ah yang ditolak, seperti dijelaskan di dalam hadits sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim : “Barangsiapa membuat-buat sesuatu yang baru di dalam perkara (agama) kami ini maka ia ditolak”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span><span> </span>Di dalam hadits lain, Nabi SAW. Bersabda:” Waspadalah terhadap perkara-perkara baru yang diadakan (di dalam hal agama yang tidak memiliki landasan dalil), karena setiap perkara yang diada-adakan (di dalam hal agama yang tidak memiliki landasan dalil) adalah bid’ah dan sesungguhhnya setiap bid’ah adalah kesesatan”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span><span> </span>Kalau bid’ah saja dilarang di dalam agama maka menjalankan suatu ritual ibadah yang diasumsikan untuk menyembah Tuhan-Tuhan selain Allah SWT. tentu Islam menutup pintunya rapat-rapat. Tapi barang siapa yang melakukan yoga dan di dalam hatinya sama sekali tidak terbersit niatan menjadikan ritual ibadah, sama sekali tidak ada niatan meniru, mencontoh, atau menyerupai orang-orang paganis tersebut maka tidak apa-apa. Namun, yang lebih selamat dan lebih baik adalah menjauhkan diri dari menyerupai mereka, terlebih setelah diketahui asal-usul yoga, yangmerupakan ritual ibadah umat Hindu. Sebab, Rasulullah SAW. Bersabda: “Tinggalkanlah sesuatu yang kamu masih ragu terhadapnya menuju sesuatu yang kamu tidak merasa ragu terhadapnya”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span><span> </span>Islam bersikap tegas melarang umatnya menyerupai kaum paganis, walaupun penyerupaan itu hanya dalam bentuk dan gambar.Oleh karenanya, Islam melarang shalat ketika matahari terbit dan ketika matahari terbenam, karena kaum penyembah matahari melakukan ritual penyembahan matahari pada dua waktu tersebut. Jadi, tidak mengherankan jika Islam melarang sholat pada dua waktu tersebut, untuk menutup celah yang bisa menimbulkan sesuatu yang tidka diinginkan (<em>saddudz dzara’i’</em>), walaupun ketika melakukannya, tidak terbersit niatan sedikit pun di dalam hati untuk menyembah matahari atau sholat dengan menghadap ke matahari. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><span>(Disarikan dari buku “Fiqhu al-Lahwi wa at-Tarwih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><span>-Hidup Islami Tanpa Stress-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><span>Oleh Yusuf Qardhawi) </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sidikprasojo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sidikprasojo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sidikprasojo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sidikprasojo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sidikprasojo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sidikprasojo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sidikprasojo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sidikprasojo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sidikprasojo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sidikprasojo.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=103&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/02/09/hukum-yoga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ed11f5e8af700e44f614c273ff124d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sidikprasojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sidikprasojo.files.wordpress.com/2009/02/yoga_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">yoga_2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Santai Sejenak</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/02/01/santai-sejenak/</link>
		<comments>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/02/01/santai-sejenak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 12:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sidikprasojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[pendongkrak semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidikprasojo.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[
 
 Setelah penat dengan segala pikiran yang lalu lalang di otak. Pekerjaan yang tiada henti menuntut. Cemooh dan pujian orang yang nimbrung dalam hati. Ekonomi dalam kantong yang tidak menentu. Ditambah lagi lingkungan yang mulai dipenatkan oleh bendera-bendera pemilu. Sudah tidak ada lagi hijau ataupun biru di dalam hati yang berkecamuk. Hawa nafsu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=97&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span> <img class="aligncenter size-full wp-image-98" title="funny_pictures_human_island4" src="http://sidikprasojo.files.wordpress.com/2009/02/funny_pictures_human_island4.jpg?w=468&#038;h=312" alt="funny_pictures_human_island4" width="468" height="312" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Setelah penat dengan segala pikiran yang lalu lalang di otak. Pekerjaan yang tiada henti menuntut. Cemooh dan pujian orang yang nimbrung dalam hati. Ekonomi dalam kantong yang tidak menentu. Ditambah lagi lingkungan yang mulai dipenatkan oleh bendera-bendera pemilu. Sudah tidak ada lagi hijau ataupun biru di dalam hati yang berkecamuk. Hawa nafsu yang senantiasa selalu mengganggu. Setan yang berlarian dan selalu menyesatkan. Sehingga kita lelah dan mulai penat dengan hidup yang Allah SWT. berikan kepada semua hambanya tanpa terkecuali. <span id="more-97"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Namun, Subhanallah jika kita merenung betapa spesial hidup yang kita jalani. Setiap nafas yang dihembuskan. Setiap kata yang diucapkan. Setiap senyum yang disuguhkan. Setiap perilaku yang diterbitkan. Setiap senang dan amarah yang ditimbul tenggelamkan. Semua itu Karunia Allah SWT. tentu jika kita berpikir, Sang Pencipta tidak mengharapkan hambanya lelah namun LILLAH. Raihlah hidup ini dan jalani hidup ini dengan penuh keikhlasan. Hanya saja, inilah yang sering kita lupakan –penulis juga merasakan demikian-.Kita sering lupa betapa menakjubkannya kita di pagi hari sehingga terbangun kembali untuk menjalani kehidupan dengan nafas yang telah dihembuskan dan dengan pikiran yang telah diberikan. Betapa mengagumkannya kita di siang hari, mampu melakukan segala hal diinginkan maupun mendapatkan yang tidak disenangi. Saat malam hari, tertidur pulas dan begitu pula seterusnya, selalu mengagumkan. Hal-hal kecil seperti itu kita lupakan. Kesibukan yang mendesak menjadikan setiap manusia lalai –termasuk penulis- bahkan mengikuti setan yang menyesatkan. Salah siapa? Semua tahu jawabnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Apa yang perlu kita lakukan? Saatnya kita santai sejenak. Memikirkan hal-hal yang telah kita lakukan selama seharian ataupun selama seminggu terakhir. Tidak perlu hanya dirumah, perenungan diri dapat dilakukan di pantai, gunung, kebun binatang, maupun taman. Selain santai dan menenangkan pikiran, cobalah untuk memahami ayat-ayat kauniah melalui keindahan alam yang kita saksikan. Mencermati kehebatan Allah SWT. dalam menciptkan segala hal termasuk manusia. Ya, cobalah santai sejenak, dengan hal-hal lucu seperti lawakan ataupun humoran dari kawan. Hal terpenting dari proses “santai sejenak” ini adalah dapat merenungi hidup yang dijalani dan segala sesuatu yang dilakukan. Don’t Afraid, Allah SWT. with Us. </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sidikprasojo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sidikprasojo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sidikprasojo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sidikprasojo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sidikprasojo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sidikprasojo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sidikprasojo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sidikprasojo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sidikprasojo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sidikprasojo.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=97&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/02/01/santai-sejenak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ed11f5e8af700e44f614c273ff124d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sidikprasojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sidikprasojo.files.wordpress.com/2009/02/funny_pictures_human_island4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">funny_pictures_human_island4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Digunjing? Berbahagialah!</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/30/digunjing-berbahagialah/</link>
		<comments>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/30/digunjing-berbahagialah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 06:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sidikprasojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan harian]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[pendongkrak semangat]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidikprasojo.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Apabila Allah hendak menyebar keutamaan
 Dia sediakan padanya lidah orang yang dengki
 Kalaulah tidak karena nyala api di sekitarnya
 Niscaya bau harum kayu gaharu tak dapat diketahui 
 Perkataan jelek tidak akan memberikan madharat padamu kecuali jika engkau terpengaruh 
dengannya, menanggapinya, dan marah karenanya.
Sesungguhnya yang membuatmu sakit adalah karena mendengarnya. (Dr. A’idh Al-Qarni)
Setiap orang tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=80&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><em><span>Apabila Allah hendak menyebar keutamaan</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span><span> </span>Dia sediakan padanya lidah orang yang dengki</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span><span> </span>Kalaulah tidak karena nyala api di sekitarnya</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span><span> </span>Niscaya bau harum kayu gaharu tak dapat diketahui </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span><span> </span>Perkataan jelek tidak akan memberikan madharat padamu kecuali jika engkau terpengaruh </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><em><span>dengannya, menanggapinya, dan marah karenanya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><em><span>Sesungguhnya yang membuatmu sakit adalah karena mendengarnya. (Dr. A’idh Al-Qarni)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Setiap orang tentu pernah mengalami hal seperti ini. Mendengar gunjingan orang dan menjadikan sebuah ingatan yang selalu terngiang-ngiang, terbekas di hati meninggalkan luka yang dalam. Siapa yang tak terluka, dialah yang tegar.</span></p>
<p><span id="more-80"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Pun begitu dengan saya. Pernah suatu saat saya mengalami kejadian seperti itu. Saya tidak tegar saat itu namun lama kelamaan, terlupakan namun tetap jadi bahan instropeksi diri. Kejadian itu bermula saat diri ini khilaf dan tiba-tiba saja mendengar celetukan mengenai diri saya –dari seseorang yang sangat dekat dengan saya- . Diri ini tertunduk dan terdiam. Saya hanya berkata dalam hati “Saya sudah memaafkanmu kawan, saatnya saya instopeksi”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Tiada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada bersedekah –dengan kehormatannya- kepada orang-orang yang fakir akhlaknya; dan kepada orang-orang yang miskin harga dirinya. Pahala pasti diperoleh dan dosa-dosa pasti dihapuskan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Dan tiada perbuatan yang lebih bermanfaat bagi orang yang menghendaki Allah dan negeri akhirat, daripada perbuatan Dhamdham, seorang sahabat yang telah bersedekah dengan kehormatannya pada orang yang mencaci dan menggunjingnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Saat kita mendengar satu ucapan yang tidak sedap, lalu memaafkannya, saat itu pula kita memperoleh eloknya kemuliaan, ketinggian, dan kehidupan yang baik. Karena ucapan yang jelek tidak membahayakan orang yang dikenai ucapannya tadi. Tapi justru membahayakan pengucapnya sendiri. Kita tidak pernah mendengar bahwa perkataan dapat meuntuhkan kemulian atau membangun kemuliaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span>(Diilhami dari Tulisan Dr.A’idh Al-Qarni)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sidikprasojo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sidikprasojo.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sidikprasojo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sidikprasojo.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sidikprasojo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sidikprasojo.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sidikprasojo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sidikprasojo.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sidikprasojo.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sidikprasojo.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=80&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/30/digunjing-berbahagialah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ed11f5e8af700e44f614c273ff124d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sidikprasojo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembelaan yang Berdosa</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/21/pembelaan-yang-berdosa/</link>
		<comments>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/21/pembelaan-yang-berdosa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 03:47:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sidikprasojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita pendek]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[pendongkrak semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidikprasojo.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[
 
 
‘Azzah adalah wanita pujaan Kutsayyir. Ia diminta menghadap Ummul Banin binti ‘Abdul’Aziz bin Marwan, saudara perempuan ‘Umar bin ‘Abdul’ Aziz.
 “’Azzah, apa makna perkataan Kutsayyir pada syair ‘Semua orang yang berhutang membayar hutangnya; sedang orang yang dihutangi ‘Azzah dikecewakan olehnya’? Apa maksud hutang yang disebutkan ini?” Tanya Ummul Banin.
 “Maafkanlah aku,” jawab ‘Azzah.
 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=74&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:left;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><img class="aligncenter size-full wp-image-75" title="muslimah-eye1" src="http://sidikprasojo.files.wordpress.com/2009/01/muslimah-eye1.jpg?w=240&#038;h=181" alt="muslimah-eye1" width="240" height="181" /><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>‘Azzah adalah wanita pujaan Kutsayyir. Ia diminta menghadap Ummul Banin binti ‘Abdul’Aziz bin Marwan, saudara perempuan ‘Umar bin ‘Abdul’ Aziz.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>“’Azzah, apa makna perkataan Kutsayyir pada syair <em>‘Semua orang yang berhutang membayar hutangnya; sedang orang yang dihutangi ‘Azzah dikecewakan olehnya’</em>? Apa maksud hutang yang disebutkan ini?” Tanya Ummul Banin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>“Maafkanlah aku,” jawab ‘Azzah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>“Kamu harus menceritakannya kepadaku,” desak Ummul Banin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>“Dulu aku pernah menjanjikan sebuah ciuman untuknya, lalu aku merasa risih melakukannya dan tidak menepati janjiku,”jawab ‘Azzah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>“Tepatilah janjimu kepadanya! Akulah yang akan menanggung dosanyanya! Jamin Ummul Banin untuk ‘Azzah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Tapi tak berselang lama Ummul Banin tersadar atas kesalahannya. Ia memohon ampun kepada Allah. Karena perkataannya tersebut, ia memerdekakan empat puluh budak. Setiap kali teringat perkatannya itu, ia menangis hingga kerudungnya basah. “Oh, mengapa lidahku tidak bisu saja ketika aku mengucapkannya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span id="more-74"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Selain itu, ia beribadah sangat serius hingga ia terkenal sebagai seorang wanita ahli ibadah pada zamannya. Ia menolak empuknya ranjang istana demi menghidupkan malamnya. Setiap Jumat ia naik kudanya di jalan Allah. Ia biasa mengumpulkan wanita-wanita ahli ibadah lalu berbincang-bincang dengan mereka seraya berkata, “Aku sangat senang dengan pembicaraan kalaian, tetapi jika aku telah berdiri untuk shalat aku lupa kalian.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Tambahnya, <strong>“Orang yang paling bakhil adalah orang yang tidak mau memberikan surga kepada dirinya sendiri. </strong>Tiap-tiap orang dibekali sifat rakus pada sesuatu. Aku akan memfokuskan sifat rakusku pada berderma dan memberi.<strong> Demi Allah, memberi, menyambung hubungan kekerabatan, dan menyambung hubungan dengan saudara lebih aku sukai daripada makanan lezat ketika lapar dan minuman yang dingin saat dahaga! Apakah kebaikan dapat diperoleh dengan selain memaksakan diri?” </strong>Ia tetap berperilaku seperti itu sampai ia dipanggil Allah Ta’Ala </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span>Diambil Dari Kisah-kisah Penggugah Jiwa “Menuju Surga-Mu”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span>Karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi </span></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sidikprasojo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sidikprasojo.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sidikprasojo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sidikprasojo.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sidikprasojo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sidikprasojo.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sidikprasojo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sidikprasojo.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sidikprasojo.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sidikprasojo.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=74&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/21/pembelaan-yang-berdosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ed11f5e8af700e44f614c273ff124d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sidikprasojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sidikprasojo.files.wordpress.com/2009/01/muslimah-eye1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muslimah-eye1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segera Kurangi Ketergantungan Terhadap Produk Yahudi!!</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/17/segera-kurangi-ketergantungan-terhadap-produk-yahudi/</link>
		<comments>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/17/segera-kurangi-ketergantungan-terhadap-produk-yahudi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 16:21:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sidikprasojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan harian]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidikprasojo.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Segitu banyanya produk yang ngasih sumbangan ke Yahudi…
MasyaAllah….
Semua produk-produk itu tanpa sadar udah jadi bagian dalam hidup kita sehari-hari…dipikir-pikir udah lama produk-produk itu kita konsumsi..
Apa yang akan kita lakukan..
Infonya :
 &#8220;Satu rupiah yang kita keluarkan untuk membeli Produk Yahudi, sama dengan satu peluru yang kita tembakkan pada saudara sesama muslim&#8221;
Terus coba hitung..
Berapa banyak “Money” yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=64&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_66" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-66" title="gse_multipart54145" src="http://sidikprasojo.files.wordpress.com/2009/01/gse_multipart54145.jpg?w=468&#038;h=351" alt="Produk-produk Yahudi" width="468" height="351" /><p class="wp-caption-text">Produk-produk Yahudi</p></div>
<p style="text-align:center;">Segitu banyanya produk yang ngasih sumbangan ke Yahudi…<br />
MasyaAllah….<br />
Semua produk-produk itu tanpa sadar udah jadi bagian dalam hidup kita sehari-hari…dipikir-pikir udah lama produk-produk itu kita konsumsi..<br />
Apa yang akan kita lakukan..<br />
Infonya :<br />
<strong> &#8220;Satu rupiah yang kita keluarkan untuk membeli Produk Yahudi, sama dengan satu peluru yang kita tembakkan pada saudara sesama muslim&#8221;</strong><br />
Terus coba hitung..<br />
Berapa banyak “Money” yang udah keluar dari tabungan kita untuk beli peluru yang dipake buat bunuh saudara-saudara kita di Palestina??<br />
Terus coba hitung….</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-64"></span><br />
Jumlah rakyat Indonesia yang mengkonsumsi udah ada berapa? Coba saja dihitung, kita mungkin akan bakalan terus beristighfar…<br />
Terus coba hitung…<br />
Setiap harinya si Perusahaan-perusahaan -yang entah kemana akal sehatnya- memproduksi berapa banyak produk-produk yang seharusnya di Boikot itu?<br />
Saia juga berhitung…<br />
Berapa banyak barang-barang yang di boikot itu telah saia gunakan?<br />
Banyak…dan itu berjalan hingga saat ini…<br />
Ketergantungan itu belum bisa dihilangkan..segala sesuatunya pasti membutuhkan produk-produk dengan merek di foto itu (saia dapatakan foto ini di blognya u5k4blogger.blogspot.com, Jzklh&#8230;Allah yang membalasnya)<br />
Sampai detik ini…<br />
Kita, keluarga kita, orang-orang di sekitar kita masih memakai produk-produk itu…<br />
Sebenarnya…<br />
<strong> Pemboikotan yang dilakukan ini sebenarnya solusi buat nyelamatin ribuan nyawa di Palestina atau upaya &#8220;bunuh diri&#8221; yang kita lakukan?</strong><br />
Jelas..semua produk-produk itu sangat berkaitan dengan kita, seperti yang telah saia sampaikan sebelumnya…kita telah terbuai oleh nya…<br />
<strong> Kita  harus menyikapinya secara bijak</strong><br />
Jangan Tergesa-gesa..pahami..analisis…cari tahu…<br />
Hal itulah yang perlu di lakukan..<br />
Saia hanya mencoba berkeluh kesah dan menginformasikan, kawan-kawan sekalianlah yang menilai dan menjawabnya..<br />
Terus..<br />
Produk mana yang anda gunakan saat ini?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sidikprasojo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sidikprasojo.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sidikprasojo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sidikprasojo.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sidikprasojo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sidikprasojo.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sidikprasojo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sidikprasojo.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sidikprasojo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sidikprasojo.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=64&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/17/segera-kurangi-ketergantungan-terhadap-produk-yahudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ed11f5e8af700e44f614c273ff124d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sidikprasojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sidikprasojo.files.wordpress.com/2009/01/gse_multipart54145.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gse_multipart54145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Jam yang Berarti di Gaza</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/16/tiga-jam-yang-berarti-di-gaza/</link>
		<comments>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/16/tiga-jam-yang-berarti-di-gaza/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 01:02:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sidikprasojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidikprasojo.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Tiga Jam yang Berarti di Jalur Gaza
(Mencoba Belajar Menghargai Waktu dari Peristiwa Gaza)

&#8220;Makanan dan susu, apalagi yang kita bisa harapkan dalam waktu 3 jam dan kami ingin semua (perang) segera berakhir,&#8221; ujar Ahmed Abu Kamel, warga yang tinggal dekat Jalur Gaza seperti dilansir Reuters, Kamis (8/1/2009)
Memang benar, apa yang bisa diharapkan dengan waktu 3 jam. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=53&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>Tiga Jam yang Berarti di Jalur Gaza</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>(Mencoba Belajar Menghargai Waktu dari Peristiwa Gaza)<img class="aligncenter size-full wp-image-60" title="gaza_child" src="http://sidikprasojo.files.wordpress.com/2009/01/gaza_child.jpg?w=214&#038;h=207" alt="gaza_child" width="214" height="207" /></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">&#8220;Makanan dan susu, apalagi yang kita bisa harapkan dalam waktu 3 jam dan kami ingin semua (perang) segera berakhir,&#8221; ujar Ahmed Abu Kamel, warga yang tinggal dekat Jalur Gaza seperti dilansir Reuters, Kamis (8/1/2009)</p>
<p class="MsoNormal">Memang benar, apa yang bisa diharapkan dengan waktu 3 jam. Hanya sedikit hal yang kita peroleh dengan 3 jam. Warga Gaza yang jiwanya kini tidak aman tentu memikirkan beribu-ribu kali hal apa yang hendak dilakukan dalam waktu 3 jam. Sedikit saja terlupa, fatalakibatnya.<br />
<span> </span>Tiga jam yang sangat berarti di jalur Gaza. Jika mereka tertidur, apa yang terjadi? Segala sesuatu yang berkenanan dengan hidupnya akan berkurang. Dalam waktu 3 jam seluruh warga Gaza yang masih selamat segera berpencar mencari makanan dan minuman agar mampu bertahan hidup. Tidak ada lagi yang mereka cari. Keluar rumah pun suatu hal yang menakutkan untuk dilakukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">180 menit…mengapa begitu? Mengapa hanya segitu?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Terlihat jelas-jelas itu hanyalah omong kosong, mempermainkan rakyat Palestina untuk kalang kabut sendiri. Israel keji tertawa lebar melihat kerumunan manusia yang menangis dan berharap belas kasihan seluruh warga di dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Waktu Kita</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Itu adalah sekilas cerita mengenai rentang waktu tiga jam yang ada di negeri Palestina. Namun, banyak hal yang dapat kita pelajari melalui peristiwa di Gaza itu. Manajemen waktu dan mencoba memanfaatkan waktu hanya untuk mengharap ridha Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-53"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Tiga jam yang kita miliki. Banyak ruang kosong dalam rentang waktu 3 jam. Bercanda, tertawa, ngobrol bahkan (maaf) berbuat maksiat. Astaghfirullah, betapa tega kita menyia-nyiakan waktu kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Gaza, bisa kita jadikan wadah muhasabah, merenung apa yang telah kita lakukan. Mencoba mencari jawaban atas apa yang telah kita  pertanyakan. Dalam 3 jam kita bisa melakukan apapun yang kita mau, namun di Gaza, waktu itu sungguh sempit rasanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Renungkanlah kembali, dalam 3 jam apa saja yang dapat kita berbuat?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya karena sedetik dalam hidup mu adalah karunia dan nikmat Allah yang tiada tara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span>Saat kalian terbangun di pagi hari, kita kembali bernafas untuk melakukan aktifitas. Sayangnya, kita sering lupa bahwa sedetik hidup ini adalah karunia Allah. Desiran nafas ini adalah nikmat Allah. Langkah ini adalah kehendak Allah. Kata-kata yang keluar ini adalah nikmat Allah. Cobalah hargai waktu yang tela diberikan. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[endif]--> Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan<strong> [36:65]. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong>Semoga ini dapat menjadi renungan saia dan kita bersama. Penulis senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT. <span> </span>jika salah dalam meyampaikan dan melakukan yang ditulisakan dengan sebaik-baiknya. Mari kita belajar bersama.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sidikprasojo.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sidikprasojo.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sidikprasojo.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sidikprasojo.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sidikprasojo.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sidikprasojo.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sidikprasojo.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sidikprasojo.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sidikprasojo.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sidikprasojo.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=53&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidikprasojo.wordpress.com/2009/01/16/tiga-jam-yang-berarti-di-gaza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ed11f5e8af700e44f614c273ff124d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sidikprasojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sidikprasojo.files.wordpress.com/2009/01/gaza_child.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gaza_child</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakikat Kebahagiaan</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/29/hakikat-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/29/hakikat-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 23:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sidikprasojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidikprasojo.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Hakikat Kebahagiaan
(Disunting dari buku Al-Hayatu At –Thayyibah oleh Dr.Aidh Al-Qarni)
 Banyak pendapat saling berlainan dalam mendefinisikan makna kebahagiaan. Masing-masing memiliki kamus tersendiri sesuai pemahaman dan keyakinan pandangannya terhadap kehidupan, lingkungan, dan wawasan ilmunya. Pendapat mereka berkisar seputar harta, kenikmatan dan kesenangan, kecantikan dan wanita, kemasyuhran dan kearifan, pengetahuan dan seni, hobi dan rekreasi, kebebasan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=36&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Hakikat Kebahagiaan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">(Disunting dari buku <em>Al-Hayatu At –Thayyibah</em> oleh Dr.Aidh Al-Qarni)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span> </span>Banyak pendapat saling berlainan dalam mendefinisikan makna kebahagiaan. Masing-masing memiliki kamus tersendiri sesuai pemahaman dan keyakinan pandangannya terhadap kehidupan, lingkungan, dan wawasan ilmunya. Pendapat mereka berkisar seputar harta, kenikmatan dan kesenangan, kecantikan dan wanita, kemasyuhran dan kearifan, pengetahuan dan seni, hobi dan rekreasi, kebebasan dan bacaan, kemengan dan kesuksesan, serta tuntutan-tuntutan yang lain.<span id="more-36"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span> </span>Di sisi lain, orang yang beriman dan beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk. Neraca timbangan mereka dalam mengukur kehidupan yang bahagia adalah syariat yang suci.<em> Hujjah</em> mereka adalah wahyu ilahi. Dalil perkataan mereka adalah risalah rabbaniyah yang diemban para rasul dan dibawa para Nabi. Kebahagiaan, menurut mereka, adalah tauhid yang murni, tak tercemari noda syirik. Allah berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&#8220;Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh barang atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.&#8221;(Al-Hajj:31)<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span> </span>Iman yan<span> </span>kuat kepada Allah, Al-Qur&#8217;an dan Rasul-Nya; sikap ridha terhadap hukum-hukum Allah dan tunduk kepada-Nya disertai dengan ketaatan tanpa tawar menawar –yang dengannya mereka menjalankan apa yang deperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang –;bersabar terhadap ketentuan takdir di dalamnya; ridha dengan apa yang dibagikan Allah untuk mereka; menerima hukum Allah atas karunia nikmat yang diberikan kepada mereka dan bersyukur atas hidayah kepada pemberinya, seraya mengharapkan balasan yang baik kepada Dzat yang menentukan dan memtuskannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span> </span>Singkat kata,orang yang bahagia adalah orang yang apabila memperoleh nikmat bersyukur; apabila memperoleh musibah, bersabar; dan apabila berbuat dosa, beristighfar.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sidikprasojo.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sidikprasojo.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sidikprasojo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sidikprasojo.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sidikprasojo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sidikprasojo.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sidikprasojo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sidikprasojo.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sidikprasojo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sidikprasojo.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sidikprasojo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sidikprasojo.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=36&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/29/hakikat-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ed11f5e8af700e44f614c273ff124d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sidikprasojo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Nikmat-Nya</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/27/nikmatnya-nikmat-nya/</link>
		<comments>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/27/nikmatnya-nikmat-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 01:54:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sidikprasojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[pendongkrak semangat]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidikprasojo.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Tengoklah rumah sakit jiwa, agar anda bisa melihat nikmat akal yang diberikan Allah kepada anda.
Tengoklah bangsal pasien, agar anda bisa melihat nikmat kesehatan yang diberikan Allah kepada anda.
Tengoklah penjara, agar dapat menyaksikan nikmat kebebasan yang diberikan Allah kepada anda.
Lihatlah orang kafir, agar bisa melihat nikmat Islam yang diberikan Allah kepada anda.
Lihatlah tempat kursi duduk orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=32&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center">Tengoklah <strong>rumah sakit jiwa</strong>, agar anda bisa melihat <strong>nikmat akal</strong> yang diberikan Allah kepada anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center">Tengoklah <strong>bangsal pasien</strong>, agar anda bisa melihat <strong>nikmat kesehatan</strong> yang diberikan Allah kepada anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center">Tengoklah <strong>penjara</strong>, agar dapat menyaksikan <strong>nikmat kebebasan</strong> yang diberikan Allah kepada anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center">Lihatlah <strong>orang kafir</strong>, agar bisa melihat <strong>nikmat Islam</strong> yang diberikan Allah kepada anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center">Lihatlah tempat kursi duduk <strong>orang lumpuh</strong>, agar anda dapat melihat <strong>nikmat berjalan</strong> yang diberikan Allah kepada anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center">Pandanglah <strong>orang buta</strong>, agar anda dapat melihat <strong>nikmat penglihatan</strong> yang diberikan Allah kepada anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center">Perhatikanlah <strong>orang tuli</strong>, agar anda dapat melihat <strong>nikmat pendengaran</strong> yang dikaruniakan Allah kepada anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center">Perhatikanlah <strong>orang bisu</strong>, agar anda melihat <strong>nikmat bicara </strong>yang Allah karuniakan kepada anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span>Secarik puisi indah penggugah jiwa dan hati nurani dari Dr.Aidh Al-Qarni menunjukkan bahwa betapa nikmat yang Allah berikan kepada kita amatlah berlimpah. Namun, betapa sering kita melupakan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Seberapa sering kita gunakan nikmat Allah untuk berbuat hal-hal buruk yang dibenci oleh Allah.Saatnya kita bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah kepada kita. Gunakan nikmat-nikmat yang diberikan Allah untuk berlomba-lomba dalam kebajikan dan berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk ummat.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sidikprasojo.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sidikprasojo.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sidikprasojo.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sidikprasojo.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sidikprasojo.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sidikprasojo.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sidikprasojo.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sidikprasojo.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sidikprasojo.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sidikprasojo.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sidikprasojo.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sidikprasojo.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=32&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/27/nikmatnya-nikmat-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ed11f5e8af700e44f614c273ff124d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sidikprasojo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertama Kali &#8220;Turun Ke Jalan&#8221;</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/20/ini-sebuah-cerita-pengalaman/</link>
		<comments>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/20/ini-sebuah-cerita-pengalaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 03:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sidikprasojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan harian]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidikprasojo.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[LANGKAH AWAL MEMULAI PERUBAHAN
Yogi S Prasojo
“….tak pernah berhenti berjuang, pecahkan teka-teki malam
tak pernah berhenti berjuang, pecahkan teka-teki keadilan
berbagi waktu alam, kau akan tahu siapa dirimu
yang sebenarnya hakikat manusia
akan aku telusuri jalan yang setapak ini
semoga kutemukan jawaban&#8230; (Ost.Gie)”
Sebuah syair perjuangan yang menjadi soundtrack film yang dibuat oleh anak negeri ini mengilhami saya mulai bertindak seperti ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=17&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>LANGKAH AWAL MEMULAI PERUBAHAN<br />
Yogi S Prasojo</p>
<p>“….tak pernah berhenti berjuang, pecahkan teka-teki malam<br />
tak pernah berhenti berjuang, pecahkan teka-teki keadilan<br />
berbagi waktu alam, kau akan tahu siapa dirimu<br />
yang sebenarnya hakikat manusia<br />
akan aku telusuri jalan yang setapak ini<br />
semoga kutemukan jawaban&#8230; (Ost.Gie)”</p>
<p>Sebuah syair perjuangan yang menjadi soundtrack film yang dibuat oleh anak negeri ini mengilhami saya mulai bertindak seperti ini. ”Gie”, merupakan film yang menceritakan perjalanan seorang demonstran yang luar biasa dan mampu mendongkrak semangat generasi muda. Dari lorong kegelapan berharap mendapat pencerahan dan menumpas ketidak adilan yang ada di sekitar untuk kepentingan orang banyak. Terlalu berlebihan mungkin jika ingin melindungi seluruh rakyat Indonesia, Presiden saja yang telah memiliki kekuasaaan dan kemampuan yang cukup untuk melindungi tidak mampu sepenuhnya melindungi warga negara Indonesia yang katanya beliau cintai dan sayangi.<br />
Suara-suara dari akar rumputlah yang sedikit mampu menolong masyarakat Indonesia. Negeri ini ditangan rakyat. Negeri ini dibentuk oleh rakyat. Hasilnya pun untuk rakyat bukan kesenangan golongan-golongan tertentu. Jangan sampai merebut nyawa seseorang hanya karena kesalahan orang-orang besar, ambil saja satu contoh di Makasar yang merupakan negeri lumbung padi di Indonesia ini terdapat seorang ibu meninggal bersama kandungannya dikarenakan kurang asupan gizi. Milik siapa lumbung padi kita? Milik mereka yang kini tertawa terbahak-bahak diatas penderitaan orangkah? Saya harap itu milik kita.<br />
Pikiran-pikiran itulah yang terbersit dari saya untuk turun ke jalan bersama teman-teman Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan aksi menolak ketidak adilan dan menumpas segala kebobrokkan negara. Saat itu tanggal 20 Februari 2008, saya bersama teman-teman BEM menyusuri jalan Yogyakarta untuk menuntaskan kasus mantan presiden Soeharto yang tidak kunjung kuncup dan para tersangka serasa terus berlari dari kesalahan. Aksi dengan mengusung tema “Aksi Diam” sampai puncak di kawasan Yogyakarta km 0.<br />
Ini adalah awal kali saya ikut aksi turun ke jalan.<br />
<span id="more-17"></span><br />
Sempat terbersit perasaan takut dan cemas saat ingin turun ke jalan dan memulai aksi. Apa yang ingin saya lakukan? Apa yang saya dukung? Bagaimana kuliah saya saat ini? Bagaimana keluarga saya dirumah?. Pertanyaan seperti itulah yang terus berseliweran melayang dipikiran saya. Awal tekad untuk membela keadilan dan menumpas keadilan sedikit mulai goyah saat beberapa teman kembali menyakan kesungguhan saya melakukan aksi ini.<br />
Bingung dan ragu, apakah saya mampu dengan ikhlas melakukan aksi ini tanpa keinginan lainnya. Saya takut aksi ini hanya menjadi aksi yang sekedar aksi belaka , dan malah menjadi kegiatan yang mendzolimi banyak orang. Beberapa teman saya menanyakan kembali keseriusan saya, Apakah kamu siap? Keluarga mu bagaimana? Kamu yakin? Bagaikan terdakwa yang diadili dalam kursi listrik dan tak tahu akan menjawab apa karena takut salah dan tidak yakin, saya hanya diam dan tersenyum tersipu malu. Saya meminta waktu untuk memikirkan kembali keniatan saya untuk ikut aksi ini, dan perasaan itu belum muncul padahal peserta aksi telah bersiap-siap dengan berbagai kostum anarkis mereka.<br />
Kembali rasa takut menghantui saya. Pernahkah kalian menonton film ”SAW” yang menceritakan seseorang yang terkunci dalam suatu ruangan dan lama-kelamaan akan disiksa. Seperti itulah mungkin gambaran diri saya saat akan mengikuti aksi. Berat langkah kaki untuk melangkah satu kali saja menuju tempat berkumpulnya aksi. Saya tentu tidak seharusnya begini, menjadi hamba Allah SWT yang plin-plan dan tak tahu arah tujuan.<br />
Jam ditangan sudah menunjukkan pukul 09.30 wib, peserta aksi siap berjalan menuju jalanann untuk berjalanan menuju Yogyakarta KM 0. Alasan apa yang harus saya utarakan pada mereka, jika aku tidak akan ikut aksi ini. Persoalan pelajaran sempat akan saya jadikan sebagai alasan, tapi semudah itukah saya meninggalkan amanah ini. Haruskah saya meninggalkan jam kuliah sekedar untuk mengikuti aksi ini, kuliah di UGM tidaklah murah sehingga satu mata kuliah saja itu berharga.<br />
Pertanyaan muncul kembali di dalam jalan pikiran saya. Orang tua di rumah tidak ingin anaknya ikut-ikutan demo seperti ini. Saat awal menjadi mahasiswa baru pun, berbagai wejangan agar tidak ikut demo terus mengalir. Orang tua mengamanahi kita untuk senantiasa terus belajar dan nantinya akan membahagiakan orang tua serta jangan sampai mengecewakan mereka. Dahulu saat menjadi siswa SMA pun saya sering diberi tahu jangan meniru para mahasiswa yang berdemo, itu berbahaya dan tidak baik buat masa depan kita.<br />
Ingatkah kalian tentang kasus Trisakti-Semanggi I dan Semanggi II (TSS) terjadi pada Mei 1998, November 1998, dan November 1999. Dalam kasus itu, terjadi pelanggaran hak asasi manusia berat dan peristiwa itu sempat menjadi berita menghebohkan di tanah  air. Aksi mahasiswa yang menyumbangkan korban bergelimpangan itu pun sempat menjadi momok para orang tua menyekolahkan anak mereka di perguruan tinggi. Orang tua tidak ingin anaknya menjadi korban, aksi-aksi yang membahayakan dirinya dan memusnahkan masa depan mereka. Saat kita melihat televisi dan berisi berita mengenai aksi demonstrasi mahasiswa, pasti kita berfikir tiada penting yang dilakukan mahasiswa saat itu. Coba mereka memimpin negeri ini! Biar mahasiswa saja yang memimpin negeri ini. Ya, ucapan itu sering saya dengarkan saat menonton berita mengenai demonstrasi mahasiswa.<br />
Setelah melamun memikirkan bagaimana keluar untuk tidak mengikuti aksi ini. Terdengar teriakan sang kepala departement advokasi.<br />
” Yogi&#8230;ayo berangkat! Jangan terlalu banyak dipikir&#8230;”<br />
Beliau kemudian mendekati saya dan memberikan spirit for change kepada saya.<br />
” Yogi&#8230;ini adalah suatu amanah untuk menolak suatu ketidak adilan, ayo! Jangan menjadi seorang yang pengecut dan penghianat, kamulah calon pemimpin bangsa. Ayo, pikirkan dan kuatkan pikiran mu untuk ikut aksi ini. Kamu dahulu, awal berkomitmen mendaftar di BEM untuk memperjuangkan ketidak adilan kan? Jadi ayo tunjukkan komitmenmu itu sekarang&#8230;.” Ucap beliau.<br />
Dulu saya mendaftar di BEM memang untuk menghapus ketidak adilan. Ini memang konsekuensi saya yang telah mendaftar menjadi BEM. BEM bukanlah hanya menjadi tempat untuk mentenarkan diri. BEM adalah badan aspirasi yang siap membela kebenaran dan InsyaAllah menghapuskan ketidak adilan. Saat dilantikpun, anggota BEM berkomitmen untuk selalu melayani dan menumpas ketidak adilan yang terjadi.Jadi jika saya mundur dari amanah ini, tentu diangkap sebagai ”pengkhianat” dan seorang ”pengkhianat” haram hukumnya bagi setiap orang. Maka menjadilah seseorang yang kuat dengan komitmen yang telah mereka katakan.<br />
Tepat pukul 10.00 wib, pikiran saya rasanya seperti tergeser dan mulai tergerak untuk maju. Segala pertanyaan yang tidak meyakinkan saya serasa terkunci dalam lemari besi dan kuncinya entah terbuang kemana. Segala pikiran buruk pun ikut terbakar dengan semangat yang kian lama mulai membara merah menyala. Ya, saya menerima tawaran kepada departemen advokasi saya untuk ikut ”Aksi Diam” ini. Saya teguhkan hati dan menatapkan mata ke depan untuk serius berjuang bersama teman-teman.<br />
Saya menjadi pembawa spanduk bertuliskan ”Usut Tuntas Kasus Soeharto”. Dengan mulut tertutup, saya mulai perjalanan menuju tempat aksi teatrikal dilakukan. Dengan perasaan yakin kami berjalan dan menggambarkan menolak ketidak adilan yang sedang terjadi di Indonesia.<br />
Ribuan mata tertuju pada kami, semua orang dari tukang becak sampai pengendara kendaraan bermotor melihat aksi yang kami lakukan. Tentu mereka memikirkan bahwa yang kami lakukan hanyalah aksi yang sia-sia semata. Namun tidak sedikit juga orang yang berpikir bahwa yang kami lakukan adalah suatu kemajuan besar untuk memperbaiki kebobrokan hukum dan keadilan di Indonesia. Ada yang tersenyum dan ada juga yang menertawakan apa yang sedang kami lakukan.<br />
Di tengah perjalanan, saya mendapat giliran kehormatan membawa bendera merah putih. Sang merah putih berkibar gagah diatas kepala saya, berkibar merdeka diatas seorang yang ingin adakan perubahan. Setiap orang mungkin menganggap bahwa suara anak kecil tidaklah penting, seperti yang ada di sebuah iklan televisi dan media cetak yang menunjukkan bahwa ”yang muda yang tidak dipercaya” itu memanglah benar. Orang muda memang dipandang sebelah mata oleh orang yang menduduki jabatan tinggi, padahal dari generasi mudalah negeri ini dapat maju dan akan berjaya ditangan para generasi muda yang kritis, inovatif, dan berpikiran maju.<br />
Sebuah truk petugas keamanan yang membawa kurang lebih sepuluh polisi, berjalan pelan di belakang barisan kami.Apa yang dilakukan oleh para polisi itu? Apakah mereka akan melakukan penyergapan seperti yang ada di televisi dan membawa kita ke kantor polisi untuk dinterogasi dan dijebloskan ke penjara? Atau sekedar sebagai pengamanan saja. Perasaan takut muncul kembali, saya tentu tidak menginginkan hal itu terjadi. Berdasarkan pengalaman, banyak para aktivis yang dijebloskan ke penjara dan menghabiskan separuh hidupnya di dalam jeruji besi berkarat. Perjalanan kita masih panjang, tentu tidak ingin menyianyiakan hidup ini hanya sekedar berdiam diri di penjara.<br />
Ribuan mata kembali memandang kami, namun ini tak sekedar mata. Pancarannya mampu menembus sejumlah mata di pelosok tanah air bahkan dunia. Ribuan ucapan akan mengalir saat melihat kami melakukan aksi. Tidak hanya satu dua orang, namun berjuta orang kini bisa melihat yang kami lakukan. Kilatan lampu kamera ditambah panas matahari menemani aksi kita hari ini. Posisi saya kembali menjadi pemegang spanduk dan masih menggunakan penutup mulut. Puluhan kamera dari media cetak dan elektronik tertuju pada kami, para wartawan yang jumlahnya lebih banyak daripada pendemonstran terus meliput kegaitan kami. Sampai pada akhirnya kami menyanyikan theme song tiap para mahasiswa melakukan demo.<br />
1 jam telah berlalu dengan perasaan bangga, aksipun berjalan lancar. Para wartawan dan satuan kepolisian perlahan mulai meninggalkan kami. Inilah demonstrasi yang pertama kali saya lakukan. Inilah sebuah langkah awal saya untuk sedikt berkiprah menyuarakan perubahan. Di dalam hati saya berpikir, inilah kegiatan mahasiswa yang sebenarnya. Berperan sebagai agen perubahan yang terus menyuarakan kebenaran. Kita tidak ingin hanya sebagai robot yang menurut setiap kata demi kata dari orang-orang besar yang katanya telah menghabiskan harta rakyat ini. Sebagai mahasiswa kita harus lebih peka terhadap masalah sosial. Teringat pada saat ospek dahulu yang selalu mengatakan bahwa kita adalah agen of change. Ya, inilah penerapannya, melalui demonstrasi kita buat perubahan.Tak perlu takut dengan segala sesuatu yang membuat kita mundur membela kebenaran dan menyuarakan perubahan, ketakutan memang ada di awal namun kebahagiaan akan muncul setelahnya. Mari kita dukung perjuangan mahasiswa Indonesia. Mari kita dukung perjuangan rakyat Indonesia. Namun, amanah orang tua kita untuk selalu menuntut ilmu dan senantiasa  membahagiakan mereka janganlah kita abaikan.<br />
Hidup Mahasiswa Indonesia!<br />
Hidup Rakyat Indonesia!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sidikprasojo.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sidikprasojo.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sidikprasojo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sidikprasojo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sidikprasojo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sidikprasojo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sidikprasojo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sidikprasojo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sidikprasojo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sidikprasojo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sidikprasojo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sidikprasojo.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=17&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/20/ini-sebuah-cerita-pengalaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ed11f5e8af700e44f614c273ff124d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sidikprasojo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Metamorfosis Selamatkan Bangsa</title>
		<link>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/18/ini-sebuah-cerita-keinginaninspirasi/</link>
		<comments>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/18/ini-sebuah-cerita-keinginaninspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 23:11:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sidikprasojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita pendek]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidikprasojo.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[ 
Yogi S. Prasojo*

Tentang aku, tidak cukup banyak yang mampu kuceritakan. Hal-hal yang ingin ku katakan tak mampu menyelinap keluar dari otak yang maha dasyhat telah dibuat sang pencipta ini. Berbicara tentang aku, sama halnya seperti orang kebanyakan yang memiliki banyak kekurangan dan juga memiliki kelebihan yang diberikan Allah SWT. untuk berbuat hal-hal yang bermanfaat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=4&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong> </strong></p>
<address><em><strong>Yogi S. Prasojo*</strong></em></address>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Tentang aku, tidak cukup banyak yang mampu kuceritakan. Hal-hal yang ingin ku katakan tak mampu menyelinap keluar dari otak yang maha dasyhat telah dibuat sang pencipta ini. Berbicara tentang aku, sama halnya seperti orang kebanyakan yang memiliki banyak kekurangan dan juga memiliki kelebihan yang diberikan Allah SWT. untuk berbuat hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Sistem tubuh yang maha sempurna dan dilengkapi dengan organ-organ yang mampu menyeimbangkan sistem tubuh ini serasa tidak adil jika hanya aku gunakan untuk kepentingan diriku sendiri dan berdiam diri saja dalam kebinasaan.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Saat aku menoleh sedikit keluar jendela yang mulai suram tertutup oleh debu. <span lang="sv-SE">Terlihat ribuan rakyat disebuah negeri di balik jendela suram merasa kesakitan. Mereka serasa ditendang dan diinjak oleh kaki besar ditambah sepatu-sepatu berat yang entah dari mana mereka dapatkan. Terlihat dari jendela, pemimpin negeri itu berjalan-jalan kecil sambil melambaikan tangan seperti memainkan sebuah permaianan lempar dadu dan tidak bertanggung jawab di atas jalan punggung rakyat. Duduk di sebuah kursi besar nan nyaman, karena mereka tidak mampu berjalan jauh mencapai rakyatnya &#8211;tidak seperti kampanye, dimanapun daerahnya pasti mereka akan melangkah kesana&#8211;, usia dijadikan alasan. Dibuat peraturan-peraturan yang hanya membuat manusia-manusia itu mengencangkan ikat pinggang dan melebarkan sayap untuk segera terbang tinggi nun jauh disana. Lampu-lampu hemat energi yang menerangi jalan mereka tidak mampu lagi menyala. Mereka kebingungan mencari bahan bakar alternatif yang semakin tidak alternatif dan semakin menghancurkan untuk menghidupkan lampu-lampu itu. Negeri itu terlihat mulai krisis, rakyatnya kacau balau terlihat sekali dari dalam jendela. Harta yang berlimpah ditimbun sendiri untuk keperluan-keperluan sesaat &#8211;atau jangka panjang untuk persiapan kampanye lima tahun mendatang&#8211;. Pernyataan klise kembali dikeluarkan dan memunculkan euforia rakyat-rakyatnya namun tak lama kemudian lenyap termakan rayap.</span></p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Negeri dibalik jendela itu sesungguhnya indah dengan sumber daya alam yang</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE">_____________________</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;">* seorang mahasiswa fakultas peternakan UGM angkatan 2007 yang mencoba berubah </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;">menjadi pemimpin negeri dibalik jendela yang suram ini. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE">luar biasa melimpahnya. Namun tidak ada yang mampu mengolahnya untuk kepentingan negerinya. Dikelola tangan-tangan kepentingan yang ingin meninggikan istana megah di atas awan. </span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Jelas, Negeri dibalik jendela itu butuh suatu pemimpin yang  mampu membuat perubahan yang melenyapkan ketidak adilan. Pemimpin yang mampu menjadi pemimpin rakyat dengan segala manuver-manuvernya yang cerdas. Emha Ainun Najib menggambarkan pemimpin sebagai pawang nasional, pendekar yang membawa cukup bekal untuk memimpin negara<sup>1</sup>. Mungkin benar yang ditulis Emha, negeri itu memang butuh seorang pawang yang mampu membawa kesejahteraan sosial. Mensejahterahkan masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan. </span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Sudah saatnya negeri di balik jendela itu melakukan metamorfosis, menjadi kupu-kupu indah yang menarik perhatian dunia. Saatnya pemuda memimpin negeri itu, dengan pemikiran-pemikiran dan kerja nyata yang dimiliki oleh pemuda. Negeri itu akan selamat dari keterpurukan dan akan bangkit meraih kemenangan. Sudah saatnya permasalahan-permasalahan ummat di negeri itu segera di selesaikan. Akhlaq dan moral yang sudah mulai bobrok, sepatutnya diperbaiki kembali. Sudah saatnya, pemuda dengan akhlaq yang baik dan iman yang kokoh mulai memimpin negeri ini. Namun tak lupa, teringat pesan Denny Indrayana dalam sebuah simposium mengatakan, tidak hanya sekedar pemuda biasa yang memimpin bangsa namun yang penting adalah pemuda yang anti korupsi<sup>2</sup>. </span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Saat aku buka jendela, terlihat istana besar di atas pangkuan rakyat. Di atas atap yang megah itu bertuliskan ”Indonesia”. Itu negeri di balik jendela itu. Sudah saatnya Indonesia ber-metamorfosis untuk selamatkan bangsa. Sudah saatnya Indonesia bangkit menuju kemenangan.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Apa yang engkau lakukan kawan saat engkau berkunjung ke negeri itu???</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE">_____________________</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;">1. Artikel Emha Ainun Najib, <em>Saatnya Anak Muda Memimpin!</em>, Intisari, Desember </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="font-size:x-small;">2007. Hal.8-15.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;">2. Denny Indrayana, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM, disampaikan dalam </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;">simposium nasional kepemimpinan pemuda 2008. Sabtu, 19 April 2008. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sidikprasojo.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sidikprasojo.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sidikprasojo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sidikprasojo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sidikprasojo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sidikprasojo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sidikprasojo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sidikprasojo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sidikprasojo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sidikprasojo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sidikprasojo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sidikprasojo.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sidikprasojo.wordpress.com&blog=4196282&post=4&subd=sidikprasojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidikprasojo.wordpress.com/2008/07/18/ini-sebuah-cerita-keinginaninspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ed11f5e8af700e44f614c273ff124d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sidikprasojo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>