Metamorfosis Selamatkan Bangsa

Yogi S. Prasojo*

Tentang aku, tidak cukup banyak yang mampu kuceritakan. Hal-hal yang ingin ku katakan tak mampu menyelinap keluar dari otak yang maha dasyhat telah dibuat sang pencipta ini. Berbicara tentang aku, sama halnya seperti orang kebanyakan yang memiliki banyak kekurangan dan juga memiliki kelebihan yang diberikan Allah SWT. untuk berbuat hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Sistem tubuh yang maha sempurna dan dilengkapi dengan organ-organ yang mampu menyeimbangkan sistem tubuh ini serasa tidak adil jika hanya aku gunakan untuk kepentingan diriku sendiri dan berdiam diri saja dalam kebinasaan.

Saat aku menoleh sedikit keluar jendela yang mulai suram tertutup oleh debu. Terlihat ribuan rakyat disebuah negeri di balik jendela suram merasa kesakitan. Mereka serasa ditendang dan diinjak oleh kaki besar ditambah sepatu-sepatu berat yang entah dari mana mereka dapatkan. Terlihat dari jendela, pemimpin negeri itu berjalan-jalan kecil sambil melambaikan tangan seperti memainkan sebuah permaianan lempar dadu dan tidak bertanggung jawab di atas jalan punggung rakyat. Duduk di sebuah kursi besar nan nyaman, karena mereka tidak mampu berjalan jauh mencapai rakyatnya –tidak seperti kampanye, dimanapun daerahnya pasti mereka akan melangkah kesana–, usia dijadikan alasan. Dibuat peraturan-peraturan yang hanya membuat manusia-manusia itu mengencangkan ikat pinggang dan melebarkan sayap untuk segera terbang tinggi nun jauh disana. Lampu-lampu hemat energi yang menerangi jalan mereka tidak mampu lagi menyala. Mereka kebingungan mencari bahan bakar alternatif yang semakin tidak alternatif dan semakin menghancurkan untuk menghidupkan lampu-lampu itu. Negeri itu terlihat mulai krisis, rakyatnya kacau balau terlihat sekali dari dalam jendela. Harta yang berlimpah ditimbun sendiri untuk keperluan-keperluan sesaat –atau jangka panjang untuk persiapan kampanye lima tahun mendatang–. Pernyataan klise kembali dikeluarkan dan memunculkan euforia rakyat-rakyatnya namun tak lama kemudian lenyap termakan rayap.

Negeri dibalik jendela itu sesungguhnya indah dengan sumber daya alam yang

_____________________

* seorang mahasiswa fakultas peternakan UGM angkatan 2007 yang mencoba berubah

menjadi pemimpin negeri dibalik jendela yang suram ini.

luar biasa melimpahnya. Namun tidak ada yang mampu mengolahnya untuk kepentingan negerinya. Dikelola tangan-tangan kepentingan yang ingin meninggikan istana megah di atas awan.

Jelas, Negeri dibalik jendela itu butuh suatu pemimpin yang mampu membuat perubahan yang melenyapkan ketidak adilan. Pemimpin yang mampu menjadi pemimpin rakyat dengan segala manuver-manuvernya yang cerdas. Emha Ainun Najib menggambarkan pemimpin sebagai pawang nasional, pendekar yang membawa cukup bekal untuk memimpin negara1. Mungkin benar yang ditulis Emha, negeri itu memang butuh seorang pawang yang mampu membawa kesejahteraan sosial. Mensejahterahkan masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan.

Sudah saatnya negeri di balik jendela itu melakukan metamorfosis, menjadi kupu-kupu indah yang menarik perhatian dunia. Saatnya pemuda memimpin negeri itu, dengan pemikiran-pemikiran dan kerja nyata yang dimiliki oleh pemuda. Negeri itu akan selamat dari keterpurukan dan akan bangkit meraih kemenangan. Sudah saatnya permasalahan-permasalahan ummat di negeri itu segera di selesaikan. Akhlaq dan moral yang sudah mulai bobrok, sepatutnya diperbaiki kembali. Sudah saatnya, pemuda dengan akhlaq yang baik dan iman yang kokoh mulai memimpin negeri ini. Namun tak lupa, teringat pesan Denny Indrayana dalam sebuah simposium mengatakan, tidak hanya sekedar pemuda biasa yang memimpin bangsa namun yang penting adalah pemuda yang anti korupsi2.

Saat aku buka jendela, terlihat istana besar di atas pangkuan rakyat. Di atas atap yang megah itu bertuliskan ”Indonesia”. Itu negeri di balik jendela itu. Sudah saatnya Indonesia ber-metamorfosis untuk selamatkan bangsa. Sudah saatnya Indonesia bangkit menuju kemenangan.

Apa yang engkau lakukan kawan saat engkau berkunjung ke negeri itu???

_____________________

1. Artikel Emha Ainun Najib, Saatnya Anak Muda Memimpin!, Intisari, Desember

2007. Hal.8-15.

2. Denny Indrayana, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM, disampaikan dalam

simposium nasional kepemimpinan pemuda 2008. Sabtu, 19 April 2008.

3 thoughts on “Metamorfosis Selamatkan Bangsa”

  1. hhmmm……… negeri yang hebat bukan hanya memilki pemimpin yang unggul dan berkualitas… tapi juga memiliki rakyat yang hebat dan berkulatitas pula…. tuhan tidak aakn merunabh suatu kaum jika tidak kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya sendiri…. but… real i visit your blog… can u vissit my blog too… kalau bisa tukeran link yah….
    ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s