Pembelaan yang Berdosa

muslimah-eye1

‘Azzah adalah wanita pujaan Kutsayyir. Ia diminta menghadap Ummul Banin binti ‘Abdul’Aziz bin Marwan, saudara perempuan ‘Umar bin ‘Abdul’ Aziz.

“’Azzah, apa makna perkataan Kutsayyir pada syair ‘Semua orang yang berhutang membayar hutangnya; sedang orang yang dihutangi ‘Azzah dikecewakan olehnya’? Apa maksud hutang yang disebutkan ini?” Tanya Ummul Banin.

“Maafkanlah aku,” jawab ‘Azzah.

“Kamu harus menceritakannya kepadaku,” desak Ummul Banin.

“Dulu aku pernah menjanjikan sebuah ciuman untuknya, lalu aku merasa risih melakukannya dan tidak menepati janjiku,”jawab ‘Azzah.

“Tepatilah janjimu kepadanya! Akulah yang akan menanggung dosanyanya! Jamin Ummul Banin untuk ‘Azzah.

Tapi tak berselang lama Ummul Banin tersadar atas kesalahannya. Ia memohon ampun kepada Allah. Karena perkataannya tersebut, ia memerdekakan empat puluh budak. Setiap kali teringat perkatannya itu, ia menangis hingga kerudungnya basah. “Oh, mengapa lidahku tidak bisu saja ketika aku mengucapkannya!”


Selain itu, ia beribadah sangat serius hingga ia terkenal sebagai seorang wanita ahli ibadah pada zamannya. Ia menolak empuknya ranjang istana demi menghidupkan malamnya. Setiap Jumat ia naik kudanya di jalan Allah. Ia biasa mengumpulkan wanita-wanita ahli ibadah lalu berbincang-bincang dengan mereka seraya berkata, “Aku sangat senang dengan pembicaraan kalaian, tetapi jika aku telah berdiri untuk shalat aku lupa kalian.”

Tambahnya, “Orang yang paling bakhil adalah orang yang tidak mau memberikan surga kepada dirinya sendiri. Tiap-tiap orang dibekali sifat rakus pada sesuatu. Aku akan memfokuskan sifat rakusku pada berderma dan memberi. Demi Allah, memberi, menyambung hubungan kekerabatan, dan menyambung hubungan dengan saudara lebih aku sukai daripada makanan lezat ketika lapar dan minuman yang dingin saat dahaga! Apakah kebaikan dapat diperoleh dengan selain memaksakan diri?” Ia tetap berperilaku seperti itu sampai ia dipanggil Allah Ta’Ala

Diambil Dari Kisah-kisah Penggugah Jiwa “Menuju Surga-Mu”

Karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi

2 thoughts on “Pembelaan yang Berdosa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s