Kerjakan Lebih Baik, Selesaikan Lebih Cepat, dan Menjadi Lebih Bermanfaat

from google.com

Inilah yang saya sebut sebagai program implementasi. Segala hal yang telah dipikirkan segera dikerjakan tanpa perlu menunda-nunda. Cuma rasa malas dan sebab beralasan lainnya yang bisa menghentikan program implementasi. Saya juga merasakan bagaimana ada penghalang besar disaat tugas mulai datang. Mengapa saya menulis? Salah satunya adalah pergi dari kejenuhan dan kembali berpikir hal postif untuk melakukan tindakan yang lebih bermanfaat. Rasulullah saw pernah bersabda, “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama” (HR. Thabrani). Hayo..masih aja malas-malasan  untuk tidak membuat suatu yang bermanfaat? Hehehe…

Kenapa malas atau sikap menunda-nunda bisa datang tiba-tiba? Nah..ini dia yang susah menjawabnya. Mungkin sebagian orang akan menjawab, “ntar aje deh masih lama dikumpulinnya” atau “males aje”. Penulis juga merasakan hal yang sama, hehehe…terkadang kita melenakan sesuatu yang masih lama padahal sudah jelas-jelas tugas itu mempunyai batas akhir pengerjaan. Kalau kita tidak mengerjakan tugas itu maka kita ibarat punya makanan yang belum kita habiskan dan disaat waktu makanan diangkat karena waktu habis, kita segera melahapnya dengan tergesa-gesa bahkan tanpa dikunyah langsung telan. Berbeda jikalau makanan yang dimakan dikunyah terlebih dahulu dan dinikmati tiap makanan yang ditelan.

Mungkin saya bukanlah orang yang tepat untuk menulis tulisan yang isinya semangat dan perintah untuk selalu on time dalam melaksanakan tugas karena saya juga terkadang masih tidak karuan kalau disuruh on time kerjakan tugas, hehehe…mohon maaf, tetapi kita bersama memperbaikinya. Banyak faktor yang bisa buat menunda jadi sangat mengasikkan, yang pertama kondisi lingkungan sekitar yang sangat nyaman dan tanpa tekanan sehingga terlalu santai dan dinikmati. Kedua, saat akan mengerjakan tugas ada sesuatu yang belum lengkap sehingga enggan untuk melanjutkan, mending kerjain yang lain dulu, baca buku, nonton tv atau ngobrol, hehehe…Ketiga, ya memang karena malas dan tidak tahu makna sebuah tugas. Keempat, kita merasa belum mampu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Saat itu rasanya semua tanpa semangat membara, semangat lenyap, tampak lemah dan perasaan jadi seperti ababil (ABG labil).

Padahal konsep sikap mental seperti itu yang kini harus segera dilenyapkan karena Rasulullah saw bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Swt., daripada mukmin yang lemah dalam setiap amal kebaikan” (HR. Muslim). Nah loh…maka dari itu kita perlu menjadi mukmin yang kuat dan tahan banting dalam menghadapi segala tantangan. Terus apa yang perlu kita lakukan? Saya mencoba mendeskripsikan apa yang seharusnya saya dan teman-teman bisa lakukan.

            Meluruskan niat dan menetapkan tujuan. Hal utama adalah niat. Segala sesuatu itu dilihat dari niat melakukannya. Penting buat diketahui bahwa jika tanpa tujuan yang jelas kita bersiap untuk tidak mendapatkan apa-apa.

Berusaha keras,tidak malu bertanya dan meminta tolong. Ikhtiar yang maksimal memungkin seseorang untuk menyelesaikan amalannya secara tepat dan cepat. Tidak sendirian, tetapi dapat dilakukan bersama-sama dengan teman yang lain jika hal tersebut memang berhubungan dengan perubahan secara umum. Bukankah kesuksesan seseorang itu  juga ditentukan oleh orang lain tidak hanya diri sendiri.

Buat daftar tugas dan jadwal diselesaikan. Kalau sudah seperti ini rasanya malu kalau tidak menyelesaikan tugas ataupun apa saja yang masih mengganjal. Tempel di dinding ataupun tempat-tempat strategis yang biasa kita lihat. Mau kemana-mana pasti merasa ditagih.

Siapkan amunisi disaat ready. Amunisi ini tidak cuma literatur atau apapun yang berkaitan tugas tetapi senjata lainnya yaitu makanan atau minuman favorit yang kamu suka, hehehe….bukan jadi prioritas tapi diperlukan saat logistik menganggu logika. Bisa nggak ya? Hehehe…

Berdoa. Ini yang membuat amalan-amalan atau kerjaan kita rasanya plong. Doa adalah senjata ampuh saat semuanya sudah selesai kita lakukan. Tugas kita untuk on the track sudah selesai sekarang giliran Allah Swt. yang mengatur semuanya. Kita serahkan kepada yang punya kehidupan. So, calm down and always smile.

Yang pasti ada lagi satu yang bikin kita pantang menyerah untuk terus on the track, ayat ke 6 pada surah Al Inshirah, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. Tuh, Allah Swt. pun telah menjanjikan bahwa setiap kesulitan tentu ada solusi untuk menyelesaiknnya. Berpikir positif diperlukan setiap saat untuk mengerjakan segala sesuatu amal kebaikan. Terus berpikir positif bahwa kita bisa melakukannya. Terus semangat untuk menciptakan amalan-amalan terbaik tiap harinya. Terima kasih buat kaskus yang nyediaan foto-foto terbaiknya.  Kaya Gatot kaca terus terbang ke atas, semangat untuk melakukan kegiatan bermanfaat.  yogi sidik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s