Notes From Thai #2

Istiqomah, Lurus Maju Terus

            Istiqomah adalah satu kata yang mudah diucapkan. Tampaknya memang mudah untuk dilakukan. Saat berjalannya waktu, kekuatan Istiqomah melemah dan tidak terlihat. Proses interaksi dengan lingkungan luar mendukung turunnya Istiqomah. Terpenting dalam menciptakanannya kembali adalah selalu ingat pada Allah SWT. atas apa yang kita kerjakan dan terucapkan. “Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah, 9:105).

Hidup di negeri orang merupakan tantangan baru yang saya jalani saat ini. Beragam kebudayaan dan perliku masyarakat yang berbeda dapat menjadi keindahan apabila menyikapinya dengan benar. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk saya mengenal lingkungan di Chiang Mai. Tetapi melakukan kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan di Indonesia terkadang terlupakan. Utamanya beribadah.

Disekitar dormitory, tidak ada terdengar suara Adzan atau bacaan Al-Qur’an. Semuanya bersorak sorai dengan bahasa dari negara masing-masing. Sebagian besar yang mendiami dormitory ini adalah masyrakat dari China, Taiwan dan Philipina yang melanjutkan sekolah atau pertukaran pelajar. Dormitory disediakan khusus untuk mahasiswa internasional yang melakukan kegiatan pendidikan. Alhamdulillah juga ketemu orang Indonesia (Surabaya lagi rek..heheheh) yang sedang belajar di Maejo University. Jadi mudah untuk mengingatkan jika ada hal yang salah atau bertentangan dengan kebiasaan di Indonesia. Ini dormitorynya, kecil tapi nyaman.

International Student DormitoryInternational Student Dormitory

            Menjadi konsisten adalah perbuatan mulia. Setan tidak menghendaki manusia untuk melakukan perbuatan mulia. Terkadang setiap menit masuk bisikan dari setan untuk bertindak tidak baik. Ada saja perilaku yang menimbulkan efek negatif. Yupz, setan emang nggak tahu diri, godainnya kadang-kadang keterlaluan. Jadi jangan sampai kita dekatin mereka, sekali dekat bakal ketagihan heheheh.. Dengan kekuatan Istiqomah akan menghukummu. Sepertinya dengan metode hukumuan ala Sailormon (kartun jaman kapan neh..) akan menimbulkan efek jera pada diri dan senantiasa terlindungi.

Istiqomah
Secara bahasa, Istqomah diartikan sebagai tegak atau lurus. Tidak kesana-kesini alias on the right track. Utsman bin Affan ra. mengatakan bahwa istiqomah artinya adalah ikhlas. Istqomah menurut Ali Bin Abi Thalib ra. adalah melaksanakan kewajiban. Ibnu Abbas ra. membagi arti istiqomah menjadi 3 yaitu istiqomah dengan lisan, istiqomah dengan hati, dan istiqomah dengan jiwa.

Rasullulah Saw. pun juga menganjurkan selalu istiqomah. Dari Abu Sufyan bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu berkata: Aku telah berkata, “wahai Rasulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu berkata pada orang lain selain engkau. Rasulullah kemudian menjawab,”katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqomahlah”. Istiqomah dijadikan sebagai penutup setelah dinisbahkannya kebaikan. Harapannya kebaikan itu selalu bersemi tidak goyah.

Dalam Al-Quran surat Fussilat (41:30) juga dijelaskan secara jelas bahwa Allah SWT. mencintai orang-orang yang istiqomah. “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan Kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

Yang Penting Istiqomah
Wah, sangat jelas bahwa menetapkan pendirian merupakan pencapaian terbaik yang harus kita lakukan. Dalam tiap langkah kehidupan, tetap gunakan senjata istiqomah pada saat kita merasa lemah atau tidak berdaya. Situasi yang terkadang mendukung sebenarnya adalah ujian. Tiap kali kita bisa stay on the right track, inshaAllah semuanya bisa jadi lebih nyaman ketimbang hanya ikut-ikutan.

Orang yang istiqomah juga memiliki karakter. Pendiriannya yang teguh membuat disekitar menjadi mengerti padanya. Misalnya saya seorang muslim, di daerah yang mayoritas bukan muslim. Warga non muslim melihat pendirian kita tentu akan merasa menghormati dan sangat mengerti mengenai ajaran agama yang saya pahami. Begitu pula dengan kebiasaan beribadah.

Nah, ini baru ngomongin masalah personal diri. Saat kita mulai menjalani hidup, makin banyak amanah yang bersemanyam di pundak. Harus kita kerjakan sebaik mungkin. Peran istiqomah adalah satu hal terpenting saat awal menjalani amanah yang diberikan. Tugas-tugas tidak akan menjadi penuh dan membebankan apabila tiap kali konsisten menyelesaikan perkara yang ada

Saya sangat merasakan, waktu dikasih tugas malah entar-entar aja, kerjain ini kerjain itu yang jadinya malah memberatkan, heheheh. Super sibuk akhirnya benar-benar kejadian. Nggak istiqomah, pas banget tuh kata-kata buat kita-kita yang selalu merasa bersalah dan terlalu banyak beban.

            Istiqomah memang urusan tiap pribadi. Istiqomah menjadi sesuatu yang wajib ada dalam diri saat kita mengerti makna tiap aktivitas yang kita kerjakan. Ayo tetap untuk Istiqomah biar tercipta karakter yang mantap dan tidak tergoyahkan (Kayak iklan semen yah..heheheh). Yogi Sidik.

 Sumber:
Al-Quran.
Sunnah.
Blog teman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s