Notes From Thai #4

Serang Penyakit Ayam dengan Vaksin

            Pagi ini matahari sangat terik menyapa Chiang Mai. Hari ini pagi-pagi benar harus segara datang ke kandang. Ayam-ayam kecil umur sehari sudah menunggu. Day Old Chick (DOC) atau ayam umur sehari datang satu minggu sekali ke fakultas peternakan Universitas Maejo. Sebelum masuk kandang, DOC diberi vaksin agar siap menikmati hidupnya, heheh.

            Menarik, mahasiswa tingkat tiga di Fakultas Peternakan Universitas Maejo sudah dapat melakukan vaksin untuk DOC komersil. Mereka melakukan injeksi dan spray dengan didampingi oleh dosen atau seniornya. Seakan-akan seperti bekerja di perusahaan profesional, semua orang mengetahui tugas dan perannya masing-masing. Kegiatan berwirausaha seperti menjadi kegiatan yang berkorelasi erat dengan belajar di kelas.

            Tidak mencari keuntungan yang setinggi-tingginya hanya untuk kepentingan bisnis tetapi untuk belajar. Terbukti saat saya membawa telur dan Prakk…terjatuh 7 rak berisi telur penuh. Satu rak berisi 30 butir telur. Beruntung penjaga kandang tidak marah-marah menggunakan bahasa Thailand, dia hanya tersenyum dan memaafkan. Ini hasil kejahilan saya, heheh…

Prakk
Prakk

            Program kesehatan awal yang diberikan kepada DOC adalah pemberian vaksin secara injeksi dan spray atau penyemprotan. Vaksin wajib diberikan kepada DOC yang akan dilakukan pemeliharaan. Lebih dari 10 kotak  berisi sekitar 100 DOC siap divaksin.

            Vaksin yang diberikan secara injeksi yaitu ND (New Castle Disease) dan Infectious Bursal Disease (IBD). Injeksi dilakukan pada bagian subkutan DOC. Vaksin ND bewarna putih susu sedangkan IBD bewarna biru tua. Keduanya diberikan secara berbeda atau tidak dicampur. Ini dia, saat-saat dilakukannya vaksin ayam.

Nge-Vaksin Rame Rame
Nge-Vaksin Rame Rame

           

          Setelah semua ayam diinjeksi kemudian masuk keruang penyemprotan. Ruang penyemprotan tidak terlalu besar, cukup untuk satu kotak DOC. Alat penyemprot atau sprayer yang digunakan adalah skala kecil atau belajar, heheh. Vaksin yang disemprotkan adalah vaksin IB strain H120 dan ND strain VH live virus vaccine. Sprayer bekerja otomatis pada saat kotak dimasukkan kedalam. Kira-kira kaya gini nih kondisi alatnya, canggih heheh..

Alat Penyemprot Vaksin
Alat Penyemprot Vaksin

Ketahuilah Musuhmu

            Vaksin begitu penting dalam usaha pemeliharaan ayam baik petelur maupun pedaging. Tanpa perencanaan kesehatan yang matang berarti siap-siap usaha ayam kita bakal gagal. Nah, kita perlu tahu mengenai program pencegahan penyakit ayam dan tahu penyakit-penyakit yang biasa menyerang unggas.

            Ayam termasuk hewan vetrebarta berdarah panas yang mudah terserang penyakit. Saat DOC suhunya berkisar 39OC dan meningkat hingga maksimal mencapai 40.6-41.7OC. Jadi pada saat kita memegang ayam terasa hangat. Berbagai macam jenis penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri seperti ND, IBD, dan IB.

            ND atau New Castle Disease adalah jenis penyakit yang menyebabkan permasalahan pada pernapasan. Nggak cuma di pernapasan tetapi bisa menyabkan menurunnya produksi telur, kualitas kulit telur menurun, dan permasalahan fertilitas.

            Infectious Bursal Disease atau biasa disebut penyakit Gumboro adalah jenis penyakit yang cukup umum di perunggasan. IBD menyerang sistem imun ayam. Ayam yang terkena IBD atau Gumboro divonis hanya memiliki hidup sekitar 6 minggu. Tetapi hal tersebut tergantung tingkat kekebalan dari sistem imun ayam. IB atau Infectious Bronchitis biasanya menyerang selama masa produksi. Sama halnya dengan ND, dapat menyebabkan turunnya produksi telur maupun menurunkan fertilitas.

            Wah..ngeri yah kalo ngeliat penyakit-penyakit pada ayam. Nggak ketulungan komplikasinya, kena satu kena semua. Bisa-bisa peternakan ayam bakal bangkrut kalo terus-terusan terkena penyakit. Nah, sebagai seorang calon pengusaha perlu banyak memahami mengenai musuh-musuh si ayam. Seperti Teori Sun Tzu, Ketahuilah Musuhmu dan Ketahuilah Dirimu.

            Itu baru tiga jenis penyakit, bagaimana dengan penyakit yang lain. Masih banyak penyakit yang bakal menghantui ayam-ayam yang sedang dipelihara. Sehingga mumpung menjadi mahasiswa, perlu banyak memahami dan mengetahui seluk beluk musuh-musuh ayam. Nggak boleh lengah apalagi tidak peduli dengan musuh yang siap menyerang.

            Kegiatan-kegiatan di kampus perlu kita kembangkan dan tingkatkan intesitasnya. Sesuai dengan cita-cita ataupun tujuan yang ingin kita capai. Kegiatan praktikum bukan lagi sekedar formalitas kalau kita tahu keuntungannya. Makna didalamnya sangat bermanfaat untuk kita. Jangan cuma di praktikum kita belajar di lapangan tetapi dapat berusaha dengan modal yang cukup dan berkelanjutan. Minimal belajar memahami penyakit-penyakit ayam. Yogi Sidik.

 Sumber:
Jurnal

4 thoughts on “Notes From Thai #4”

  1. Assalamu’alaikum.
    ..mantap, mecahin telur..sengaja itu kayaknya..haha,
    untuk organisasi disana gmn mas? ada semacam ISMAPETI jg gk?

    pesan: di indonesia, mecahin telur=ngajak gelut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s