Notes From Thai #5

Mengenal Telur Lebih Dekat

            Telur memang spesial. Khususnya minggu ini, telur begitu spesial. Kegiatan yang dilakukan pertama kali adalah mengambil telur pada pagi dan sore hari. Total telur yang bisa dikumpulkan di Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Maejo (MJU) sekitar 5000 butir telur. Jumlah telur yang diambil di pagi hari lebih banyak daripada sore hari. Kira-kira sebanyak ini telur yang berhasil kita koleksi.

Panen Telur Pagi Hari
Panen Telur Pagi Hari

            Manajemen peternakan ayam petelur di MJU memang cukup baik. Telur yang berhasil dikoleksi dan diseleksi dijual dengan harga 2.5 Baht (1 Baht= 300 Rupiah). Berat telur rata-rata 45-55 gram. Setiap hari kecuali hari kamis, diambil dua kali secara rutin. Pada kamis, telur diambil pukul 1 siang, sedangkan pagi dan sore tidak diambil lagi. Dikarenakan pada pagi hari melakukan kegiatan vaksinasi.

            Tiap hari mengumpulkan telur dan merebutnya dari ayam membuat saya mengingat kembali pelajaran tentang telur dan unggas. Kapan mulai terbentuknya putih telur hingga keluarnya telur. Telur-telur yang dikonsumsi adalah telur infertil atau bukan berasal dari pembuahan. Telur tidak dieramkan dan tidak terjadi perkembangan embrionik pada telur yang dikeluarkan. Jadi, tidak ada calon anak ayam di dalam telur, heheh.

Perjalanan Telur

            Telur merupakan hasil sekresi saluran reproduksi dan mekanisme endokrin ayam. Ayam menyelesaikan telurnya selama 25-26 jam. Proses ovulasi kembali terjadi setelah 30-60 menit setelah ovulasi telur sebelumnya. Saat ovulasi, kuning telur robek dan melepaskan ovum pada stigma. Ovum terbentuk karena adanya sintesis asam lemak terkontrol oleh hormon esterogen. Kemudian oleh darah diakumulasikan dalam ovarium sebagai ovum dinamakan kuning telur atau yolk. Pembentukan kuning telur terjadi di Ovarium. Ovarium berbentuk seperti buah anggur (Tapi warnanya bukan ungu, heheh). Terdiri dari folikel-folikel yang sudah masak dan mentah. Folikel bewarna kuning menandakan kuning telur masak sedangkan bewarna putih menunjukkan belum masak.

saluran reproduksi ayam
saluran reproduksi ayam

            Setelah ovulasi, ovum masuk ke dalam infundibulum. Infundibulum berfungsi menangkap ovum yang masak. Panjangnya sekitar 11 cm dan terjadi proses sekresi sumber protein yang mengililingi membran vitelina. Kuning telur berada pada infundibulum selama 15-20 menit .

            Selanjutnya berjalan menuju Magnum. Terjadi sintesis dan sekresi putih telur pada bagian terpanjang dari oviduk ini yaitu sekitar 33 cm. Magnum tersusun atas sel goblet yang berfungsi mensekresikan putih telur atau albumen. Selama 3.5 jam kuning telur berada pada magnum untuk diselimuti oleh putih telur.

            Perjalanan berlanjut ke isthmus. Telur berada di Isthmus selama 1,5 jam. Terdapat pelapisan membran yaitu membran dalam dan membran luar pada isthmus. Dalam keadaan normal, masing-masing membran menempel kecuali pada suatu tempat dimana membran berpisah yaitu bagian ujung tumpul telur dan membentuk suatu rongga udara.

            Berlapiskan kerabang lunak yang ditambahkan dengan natrium, kalsium dan garam, telur siap bergegas menuju uterus. Bagian ini disebut juga sebagai glandula kerabang telur karena fungsinya membentuk kerabang telur setelah terjadinya plumping atau dehidrasi putih telur. Warna kerabang telur yang terdiri atas sel phorphirin akan terbentuk selama 21 jam kegiatan mineralisasi kerabang telur. Yupz, dibagian ini telur betah berlama-lama karena memang berfungsi membentuk tameng untuk melindungi bagian dalamnya. Nggak kebayang kan kalau kerabang itu mudah pecah atau tidak terbentuk kerabang sama sekali. Bagian dalam akan tidak terlindungi dan nutrien di dalamnya akan rusak.

            Telur memiliki kutikula. Kutikula dibuat di Vagina. Sangat cepat telur melewati vagina, hanya sekitar 30 menit. Telur sudah siap saji dan taddaa, telur keluar dari kloaka. Kloaka adalah bagian terujung dalam saluran reproduksi ayam. Proses pengeluaran telur dinamakan Oviposisi. Proses pengeluaran telur dipengaruhi oleh hormon oksitosin dari pituitari bagian belakang. Dalam kondisi normal telur dibentuk bagian tumpul telebih dahulu.

            Jika kita lihat berdasarkan waktu pembentukan telur, maka ayam dapat mengeluarkan telur satu butir per hari. Selain itu juga, saluran reproduksi ayam bersifat tunggal. Hanya oviduk bagian kiri yang dapat berkembang dengan baik. Sedangkan bagian kanan mengalami rudimenter atau tidak mengalami perkembangan.

            Itu dia kejadian yang luar biasa dilakukan oleh ayam. Dalam tubuh ayam kecil dan kompak terdapat proses penciptaan telur yang kaya gizi. Semua itu adalah salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Itu baru telur, masih banyak kekuasaan Allah SWT. yang ada di alam semesta ini. “Dan katakanlah (Muhammad), “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (Kebesaran)-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (An-Naml, 27:93). Yogi Sidik.

 Sumber:
Al-Qur’an.
Wikipedia.
Buku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s