Notes From Thai #6

Nikmat Wudhu di Air Terjun Bua Tong

            Air mengalir sampai jauh. Mengalir melewati berbagai macam rintangan. Air mampu melewati batu-batu yang mengahadang. Berjalan disela-selanya. Mengalir pelan disaat suasana tenang. Deras saat kondisi sangat keras. Bahkan terjatuh dari ketinggian yang jauh. Allah SWT. menggerakkan aliran air hingga kelaut dan akhirnya terjadi siklus yang luar biasa.

            Thailand terkenal dengan wisata alamnya. Salah satunya adalah Bua Tong Waterfall. Air terjun ini terletak 45 km dari kota Chiang Mai. Kami rombongan pergi ke Air Terjun menggunakan 2 mobil pribadi. Menghabiskan waktu sekitar 45 menit dari Universitas Maejo. Rindang dan sepi, tidak tampak seperti tempat wisata. Memang tempat istimewa ini nggak banyak diketahui oleh orang asing hanya orang lokal yang mengetahui air terjun Bua Tong. Kalau kita ke Thailand mesti sempatkan mampir ke air terjun Bua Tong, lumayan buat menyegarkan pikiran (heheh…)

            Air terjunnya kecil tetapi sangat menyegarkan. Warna bebatuannya cukup unik, coklat kekuningan. Ajaibnya walau batu tersebut terlihat licin tetapi ternyata dapat dengan mudah dinaiki tanpa terpelesat. Aliran airnya tidak begitu deras sehingga mudah untuk menaiki tiap undak bebatuan hingga sampai ke atas. Dan saya perlahan menaiki bebatuan, heheh.

Bua Tong Waterfall
Bua Tong Waterfall

            Sesampai di atas kita dapat menikmati pemandangan hutan yang hijau dan menyejukkan. Semakin keatas berjalan akan menemui tempat yang dianggap suci bagi penduduk sekitar. Di tempat tersebut terdapat tempat sembahyang dan cekungan air suci yang dapat diambil dan dibasuhkan ke rambut pengunjung tanpa dikenakan biaya. Disinilah cikal bakal sejarah air terjun Buo Tong. Kalian bakal ngeliat catatan sejarah adanya cekungan air suci tersebut. Agak mistik..huhuhu

            Air terjun Bua Tong sangat menyegarkan. Saya menyempatklan diri untuk berwudhu, menikmati setiap basuhan air terjun Bua Tong. Memang tampak berbeda saat kita mengambil air wudhu langsung dari Alam. Khusyu tanpa ada gangguan, tenang mengalir tanpa ada hambatan. Kemudian duduk sambil merenung dan menikmati salah satu keindahan yang Allah SWT. berikan di negeri gajah putih.

            “…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (Ali Imran, 3:191).

 

Nikmat Wudhu

            Wudhu adalah salah satu syarat sah sholat. Menurut bahasa, wudhu berarti bersih dan indah. Menurut syariah Islam, wudhu diartikan sebagai kegiatan menggunakan air untuk anggota badan dan cara-cara tertentu dengan niat karena Allah SWT. untuk menghilangkan hadast kecil. Yang termasuk dalam hadast kecil seperti keluar sesuatu dari dua lubang yakni qubul dan dubur, mabuk hingga hilang akal, bersentuhan dengan bukan muhrim tanpa hijab dan masih banyak lainnya. Cara-cara melakukan wudhu pun telah kita prkatekan sejak masih kecil. Dari semasa kecil kita berwudhu dengan mengikuti sunah-sunah atau yang Rasullah kerjakan. Mulai membasuh jari-jari sampai membersihkan kaki. Rasulullah telah memberikan metode terbaik untuk bersuci.

            Wudhu bukan hanya sekedar ritual tetapi sebuah cara wajib setiap muslim untuk tetap terjaga kebersihannya. Setiap langkah-langkah dalam berwudhu memiliki khasiat membersihkan tubuh dari luar hingga dalam. Dalam? Ya, masuk ke dalam bukan berarti diminum tetapi saat kita berwudhu tentu merasakan kedekatan dengan Allah SWT. Menyentuh air pertama kali dan kemudian Niat membuat hati kita nge-“Klik” sama yang menciptakan makhluk di dunia ini. Bahkan sebelum kita mengambil wudhu dan berniat untuk berwudhu maka Allah SWT. telah mencatat niat baik yang kita lakukan.

            Wudhu punya khasiat untuk menyehatkan tubuh kita. Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh peneliti General Hygine and Ecology, Dr. Magomedov, wudhu dapat menstimulasi irama tubuh alami. Wudhu mampu mencegah masuknya bibit penyakit. Berwudhu ibarat hydromassage atau pemijatan dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan. Salah satu contohnya, menghusap wajah akan memberikan efek positif terhadap usus, ginjal, sistem syaraf, dan reproduksi. Subhanallah, dahsyat yah..

            Sebagai seorang muslim, tubuh kita sudah terjaga salah satunya dengan wudhu. Jadi, tubuh kita bakal sehat dan aman sentosa (nggak segitu juga kali, heheh). Oleh karena itu, perlu menjaga wudhu dalam setiap keadaan. Dengan menjaga wudhu tidak hanya tubuh kita yang bersih tetapi hati kita selalu teringat pada Allah SWT. Dan satu lagi, Allah suka pada orang-orang yang bersih dan senantiasa mensucikan dirinya. “….Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (Al-Baqarah, 2:222). Yogi Sidik.

 Sumber:
Al-Quran
Hadist
Internet

2 thoughts on “Notes From Thai #6”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s