Ramadhan In Bangkok

Notes From Thai #8

               Assalamu’alaikum, selamat pagi, Alhamdulillah berjumpa kembali dalam blog dengan tulisan yang baru. Sudah lama nggak nulis karena kegiatan di Fakultas yang sangat padat. Pagi hingga siang hari sampai sore penuh di kandang dan belajar. Yupz, perlu refreshing, memutuskan mengambil waktu istirahat untuk pergi ke Bangkok.

Perjalanan ke Bangkok

                Sebelum menginjak soal buka puasa (karena belum maghrib jadi kita jalan-jalan dulu ya, hehehe), saya mau cerita tentang pengalaman pertama kali ke Bangkok. Awalnya pergi ke Bangkok karena diajak teman dari Indonesia, dr. Hendra, beliau magang di rumah sakit di Chiang Mai. Kita bertemu di Masjid Chang Puak-sekitar Old City dan mengajak untuk ikut agendanya ke Bangkok. Akhirnya kita berangkat bertiga, saya, dr.Hendra, dan dr.Daffo. Naik bus yang dahulunya sempat jadi bus VIP seharga 350 baht. Harga bus termasuk murah dibandingkan dengan harga bus tujuan bangkok lainnya. Satu bus berisi penuh turis manca negara, maklum kita pesan tiket di agen perjalanan. Serasa di Liverpool, heheh…

                Bus yang kita tumpangi tidak berhenti di terminal bus Chatuchak tetapi di kota. Tujuan selanjutnya adalah Petchaburi Soi 7, tempat tinggal dr. Wahyu. Taksi dari tempat pemberhentian bus menuju Petchaburi Soi 7 adalah 150 baht. Petchaburi Soi 7 sebagian besar berisi umat muslim. Di ruas jalan terdapat masjid Darul Aman. Disekitar masjid terdapat warung-warung yang menjajakan makanan dan dijamin halal.

                Istirahat sebentar kemudian melanjutkan perjalan menggunakan BTS Sky-Train. Kita mengambil jenis perjalanan tanpa batas atau one-day pass seharga 120 Baht. Bagi turis atau penumpang yang baru tahu Bangkok disarankan mengambil tiket jenis ini karena tidak perlu membeli tiket lagi. Kita bisa pergi dari utara hingga ujung timur dengan satu kartu. BTS Sky-Train Bangkok buka pukul 06.00 sampai 24.00.

                Perjalanan yang cukup melelahkan dan harus menahan nafsu, haus dan lapar. Bangkok penuh dengan Shopping Mall. Chatuchak Weekend Market menjadi pilihan favorit pelancong untuk membeli produk-produk khas Thailand. Seperti laiknya pasar, harga di Chatuchak harus ditawar, paling nggak ditawar setengahnya. Habis muter-muter, narsis dulu bareng om Jackie Chan, hehehe…

Foto Bareng Om Jackie Chan
Foto Bareng Om Jackie Chan

                Mengitari Chatuchak nggak cukup hanya sehari, perlu dua hari untuk memastikan ingin membeli atau tidak. Upz, kalau hanya punya waktu sehari segera tetapkan tekad untuk membeli barang karena Chatuchak Weekend Market tutup pada pukul 06.00 pm. Sebelum memutuskan untuk berbelanja di Chatuchak buat daftar belanja dan uang yang disediakan hanya untuk berbelanja. Jangan sampai kita boros dan hambur-hamburkan uang di Chatuchak karena pemboros temannya syaitan, betul tidak? “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (Al Israa, 17:27)

 Buka Bareng

                Nggak kerasa waktu udah sore, saatnya bersiap-siap untuk buka puasa. Hari sabtu ini (6/8) begitu sangat spesial karena agenda buka puasa diselenggarakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok. KBRI Bangkok terletak tidak jauh dari tempat tinggal dr.Wahyu di Petchaburi Soi 7. Cukup jalan kaki sampai di kantor KBRI Bangkok. Kalau naik BTS ambil jurusan Ratchathewi. Ini dia kantor KBRI di Bangkok.

Di KBRI Bangkok bareng dr.Hendra, dr.Daffo, dr Wahyu
Di KBRI Bangkok bareng dr.Hendra, dr.Daffo, dr Wahyu

                Kantor KBRI di Bangkok cukup besar. Di dalamnya terdapat sekolah tingkat TK-SD-SMP-SMA. Ditengahnya terdapat lapangan sepak bola dan gedung olahraga. Seluruh ruangan tertata rapi dan bersih. Ajungan jempol buat Indonesia.

                Seluruh masyarakat Indonesia yang ada di Bangkok kumpul bersama di ruang makan untuk menikmati Tajil dan menu buka puasa lainnya. Sudah ketebak, menu buka puasa bakalan berasa Indonesia banget. Ada soto bandung, daging semur, ayam goreng rempah, hehehe…

                Rata-rata yang mengahadiri kegiatan buka bareng adalah mahasiswa yang belajar di Bangkok, staf kedutaan dan pekerja asal Indonesia. Sempat terharu juga ngeliat suasana buka bareng warga Indonesia, jadi kangen keluarga di Indonesia. Akhir terawih ditutup dengan doa dan tauziah dari ustad asal Indonesia.

                Waktu paling seru adalah bertemu orang-orang hebat di KBRI. Saya sempat bertemu dosen saya yang sedang menempuh studi di Bangkok, pak Dhoni. Bertemu dengan penulis blog yang selama ini saya jadikan refrensi sebelum pergi ke Thailand untuk mencari masjid dan makanan halal di Chiang Mai, Mas Syafne. Mas Lesnanto, ketua Permitha yang membantu memberikan link selama saya di Chiang Mai, hehehe. Pak Dicky, Pak Taufiq, dan dr.Wahyu. Ini saat saya bertemu dengan pak Dhoni.

Saya dan Pak Dhoni
Saya dan Pak Dhoni

                Minggu malam, waktunya pulang ke Chiang Mai. Terawih di Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok selesai. Semoga lain waktu dapat menceritakan suasana terawih di masjid sekitar Chiang Mai. Yogi Sidik.

 Sumber:
Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s