Menjadi Asisten Praktikum Kompeten*

Menjadi asisten laboratorium di Fakutas Peternakan UGM cukup menantang. Memberikan pengarahan, penjelasan terkait ilmu peternakan dan mengatur jadwal. Bahkan mengkoordinasikan tugas bagi mahasiswa yang mendalami ataupun melakukan kesalahan. Perlu seseorang yang mampu mengkoordinasikan beragam kemampuan. Memiliki manajemen yang baik. Persiapan yang matang. Percaya diri yang tinggi. Siap untuk mengevaluasi diri.

Diawali dari konsep manajemen yang rapi. Menjadi seorang asisten perlu dimantapkan niat dari awal. Sangat berat ketika niat tidak mendukung. Tujuan yang tidak jelas hanya membuat diri kita mengeluh. Awalnya menyenangkan tetapi kian lama membosankan. Ditambah lagi jadwal yang padat. Seorang asisten yang baik memiliki manajemen waktu yang baik. Mengatur waktu praktikum, kegiatan lainnya seperti organisasi bukan hal yang mudah. Jika kita tidak memiliki selera dalam bidang tersebut. Bukan kematangan belajar, tetapi menurunnya prestasi menjadi akibat tidak mampu me-manajemen. Program waktu yang baik, belum tentu memiliki emosi yang baik pula. Tetapi dengan program waktu yang baik, kita mengurangi kehilangan energi sesuatu yang tidak dibutuhkan. Sehingga saat menghadapi masalah, emosi meningkat.

Berangkat dari manajemen waktu yang baik. Sehingga memilki persiapan yang cukup untuk melakukan kegiatan terbaik. Sebelum memutuskan untuk menjadi asisten pengampu pada hari tersebut, lakukan sejumlah persiapan. Membaca buku, mengulas kuliah, mengkaji isu-isu peternakan terbaru, diskusi dengan para ahli dan mencari pengalaman menjadi modal untuk mengampu asisten. Saat praktikan bertanya, mudah untuk menjawab. Tidak asal menjawab. Jika memang belum sempat membaca akhirnya praktikan untuk aktif mencari di media informasi yang ada…hehe

Saatnya beraksi. Modal persiapan matang memberikan penampilan percaya diri dalam diri kita. Saat menjadi asisten pengampu, buat praktikum menjadi menarik. Ajak praktikan untuk berfikir strategis mengenai kemajuan praktikum. Menelaah soal-soal peternakan juga menjadi pilihan menarik untuk mengisi kekosongan. Banyak sela waktu di dalam praktikum untuk berdisikusi. Memberikan motivasi belajar juga bisa dijadikan pilihan asisten untuk mengisi waktu luang. Pada saat praktikum, berikan panduan yang baik kepada praktikan. Buku panduan yang mudah dicerna dan dilaksanakan. Asisten tidak terlalu banyak memerintah. Hanya memberikan instruksi, praktikan dapat bergerak lincah pada saat praktikum.

Evaluasi adalah akhiran praktikum yang sangat mulia. Tidak banyak dari asisten melakukan evaluasi per harinya. Sehingga perlu menunggu sekian hari untuk evaluasi. Evaluasi harian memberikan penilaian lebih cepat dibandingkan harus menunggu lama. Evaluasi adalah bentuk tanggung jawab dan keberanian dalam diri asisten. Setelah itu perlu dibuat laporan dalam bentuk tertulis. Dievaluasi kembali yang telah kita lakukan, agar lebih baik setiap harinya.

Menjadi asisten perlu kesabaran dan kekuatan. Adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang cepat. Pintar menganlisis situasi atau keadaan. Menarik perhatian orang lain. JIka praktikum berjalan lancar. Dapat dinikmati semua orang. Sistem yang sulit menjadi mudah. Dan praktikan mengerti apa yang diharapkan dari proses belajar. Berarti kita telah selangkah lebih maju untuk menjadi asisten praktikum yang kompetan.

 

*Disampaikan dalam Seminar “How To Be a Good Assitant”

Fakultas Peternakan UGM

3 Maret 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s