Hari Ini Maksimal!*

Sejak semester 3 atau 4 ada sesuatu yang baru. Sifat mengatur diri yang lebih rapi. Membuang sikap malas untuk bersikap patriot. Siap dan berani bertanggung jawab. Setiap tugas yang diberikan terlaksana dengan baik. Setiap rencana yang ditetapkan selalu berhasil diterapkan. Evaluasi berjalan lancar dan tidak basi. Karena tidak pernah lama untuk mengevaluasinya. Saat semester itulah saya mulai membuat sistem manajemen waktu yang lebih baik. Lebih termotivasi.

Sama seperti mahasiswa lainnya. Mendapatkan motivasi untuk manajemen waktu dari pelatihan yang dilaksanakan oleh BEM. Agenda-agenda BEM menjadikan saya lebih mampu bersikap positif. Menjadi pribadi yang memiliki intelektual tinggi. Karena selalu mengadakan kajian yang analitis, kreatif dan inovatif. Salah satu sisi keuntungan menjadi anak BEM. Mengasah Softskill.

Semua mahasiswa hampir mengerti mengenai manajemen waktu. Tahu bagaimana menerapkan manajemen waktu. Tetapi jarang dalam setiap prakteknya yang menghayati waktu-waktu hariannya. Ada 3 hal sebelum membuat manajemen waktu untuk diri. Niat, pemahaman waktu dan mengerti tujuan hidup. Ketiga hal tersebut kemudian menjadi landasan utama untuk melaksanakan teori-teori dalam manajemen waktu.

Saya lebih suka melalukan sesuai yang tepat dan segera. Daripada melakukan banyak hal dalam waktu yang sedikit. Sikap menunda-nunda pekerjaan bukan jamannya lagi. Jika melakukan banyak hal dalam waktu yang sedikit rasanya hidup sangat sempit. Tergesa-gesa. Tidak berpikir panjang. Dengan memilih dan memilah pekerjaan, kita dapat menyelesaikan dengan segara. Waktu lapang dan tidak membebani. Fokus pada target. Adalah hal kedua yang perlu dimantapkan. Walapun target terasa jauh. Walaupun target tidak terlihat. Jika fokus akan kena juga. Tidak akan lari kemana. Mengerahkan tenaga untuk menyelesaikan tugas. Konsentrasi mulai hilang jika ada gangguan. Cara menghindarinya dapat pemberian hadiah atau sanksi pada diri sendiri. Mendisplinkan diri dari hal yang kecil.

Mendelegasikan tugas juga saya benarkan dalam kamus manajemen waktu. Jika ada pekerjaan yang dapat diselesaikan. Segera selesaikan. Jika merasa tidak dapat diselesaikan, tinggalkan atau  delegasikan. Jika terdapat dua kegiatan yang sama. Pilih yang paling membutuhkan. Paling bermanfaat. Sedikit mudharatnya. Mendelegasikan juga salah satu cara terbaik untuk menunjukkan sikap kepercayaan kita terhadap orang lain. Inilah yang saya sebut Prioritas. Apa yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Mana yang paling perlu diselesaikan. Jika sudah diprioritaskan, maka 100% energi mengarah pada amanah yang kita kerjakan.

Mengerti prioritas berarti tahu cara menjadwalkannya. Penjadwalan dapat berjalan lancar jika kita tahu pekerjaan yang akan kita lakukan. Saya lebih suka untuk menjadwalkan kegiatan dengan bentuk rencana-rencana kecil di tiap harinya. Tiap bulan saya tuliskan pada papan di kamar kost. Tahunan dituliskan dalam buku catatan. Jadwal kegiatan harian ditulis pada post It atau kertas pengingat lainnya. Dahulukan yang wajib kemudian baru sunnah pada jadwal yang telah dituliskan. Usahakan untuk berjanji menepati jadwal yang telah dibuat. Jika kita sudah berjanji maka jadikann ini sebagai kata utama dalam daftar jadwal harian.

Point penting kelima adalah keberlanjutan. Kita sibuk dalam kehidupan. Konsistensi naik turun. Selain membuat rencana, reward, atau punishment yang baik. Motivasi dari teman-teman sekitar sangat diperlukan. Memilih lingkungan yang tepat. Agar jadwal-jadwal yang berisi setumpuk kebaikan dapat terlaksana secara berkelanjutan. Butuh waktu untuk konsisten semangat. Biasanya kita masih mencari sesutau yang cocok dan pas untuk diterapkan dalam keseharian. Saya pernah merasakan susahnya untuk konsisten. Program penjadwalan paling lama bertahan hanya 2-3 minggu. Terus mengulangi yang telah ditentukan. Jika tidak konsisten. Kembali dari awal. Mencari yang baru atau memaksimalkan yang sudah ada.

Kegiatan perkuliahan dan kehidupan sehari-hari serasa menyenangkan. Jika memanfaatkan waktu luang untuk kebaikan. Tidak perlu sangat baik. Menjadi sedikit lebih baik sudah sangat luar biasa. Waktu yang kita dapatkan sama, 24 jam. Pemanfaatannya yang berbeda. Setiap orang memiliki seni yang berbeda untuk memanfaatkan waktu yang ada. Jikalau Allah Swt. sudah memberikan kepercayaan waktu 100% kepada kita. Kenapa kita sia-siakan dan tidak memanfaatkannya sebaik-baiknya. Jadikan hari ini maksimal. Sebagai salah satu bentuk rasa syukur terhadap nikmat-Nya.

 

*Disampaikan dalam kegiatan LKMM BEM KM Geografi

Time Management

Jumat, 16 Maret 2012

6 thoughts on “Hari Ini Maksimal!*”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s