Germinasi Padi

Salah satu acara di praktikum Hijaun Makanan Ternak adalah Germinasi. Tujuan diadakannya kegiatan praktikum ini adalah untuk mengetahui kualitas biji yang akan kita tanam. Tujuan yang sangat baik itu memang susah untuk ditangkap. Bahkan tidak banyak yang mengerti mengenai kepentingan perlakuan yang dilakukan pada biji.

Karena saya rasa praktikum ini cukup penting. Sehingga perlu diberikan penjelasan yang baik mengenai praktikum ini. Mengapa biji perlu diberi perlakuan? Mengapa perlu diketahui perkecambahannya?

Pada saat panen, biji tanaman dibiarkan begitu saja. Jumlahnya yang melimpah menyebabkan petani atau pekebun hanya membiarkan bijinya begitu saja tanpa diberi perlakuan. Biji merupakan bakal biji dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Sedangkan benih adalah biji yang dipersiapkan untuk menghasilkan tanaman baru. Kemudian menghasilkan bibit yang merupakan tanaman muda siap tanam hasil perkembangan benih, atau hasil perbanyakan dengan berbagai cara.

Setiap biji memiliki struktur yang berbeda-beda. Khususnya mengenai kulit bijinya. Kulit biji merupakan struktur biji yang berkembang dari jaringan integumen yang semula melindungi bakal biji. Semakin masak, semakin tipis kulit biji. Tingkat kedewasaan dari biji mempengaruhi perkecambahan dan siap untuk dijadikan benih. Biji yang dewasa memiliki tingkat perkecambahan dengan presentase yang lebih besar dibandingkan dengan biji yang masih muda. Sehingga sebelum melakukan penyiapan penanaman maka perlu diketahui umur biji tersebut.

Perlakuan Biji

Praktikum Germinasi difungsikan untuk menyiapkan biji menjadi benih untuk ditanam. Didalam praktikum terdapat perlakuan-perlakuan sebelum biji dilakukan penanaman. Seperti disebutkan sebelumnya, dilakukannya berbagai macam perlakuan adalah karena setiap biji memiliki tipe berbeda. Perlakuan yang dilakukan seperti perendaman air dingin, air panas, dan penambahan asam. Tujuan yang kita ambil yaitu bahwa praktikum ini berfungsi untuk menyiapkan biji menjadi benih.

Perendaman dengan air hangat akan menyebabkan terbukanya kulit dari biji. Tetapi perendaman air panas beresiko membunuh biji akibat suhu tinggi yang berlebihan. Sehingga hanya perlu dilakukan perendaman air dingin saja dengan waktu yang cukup lama. Seperti biji Kaliandra, setelah diskarifikasi perlu direndam dalam air dingin selama 48 jam. Biji perlu skarifikasi atau pengamplasan terlebih dahulu. Pada Kaliandra dapat diskarifikasi secara mekanis. Penambahan asam seperti H2SO4 juga dapat meningkat permeabilitas dan daya perkecambahan biji.

Berbagai macam perlakuan yang dilakukan tersebut menunjukkan bahwa tingkat dormansi biji berbeda-beda. Dormansi merupakan fase istirahat benih. Sehingga diberikan beberapa perlakuan berbeda setiap biji untuk mematahkan fase dormansi sebelum dilakukan penyemaiannya.  Biji akan terus dalam fase dorman sampai menemukan kondisi yang cocok untuk tumbuh.

Misal Biji rumput Bracharia decumbens yang biasanya dorman selama 6 bulan setelah dilakukan pemanenan. Sehingga perlu disimpan dan diskarifikasi dahulu sebelum ditanam. Kacang Hias atau Arachis pintoii dapat dikurangi tingkat dormannya melalui pengeringan. Pengeringan awal pada suhu 400C  selama 10-14 hari menjelang tanam dapat mengurangi tingkat dorman sedang pada biji kacang hias.

Setelah melewati masa dorman, kemudian benih mulai hidup dengan melakukan respirasi sehingga mengubah cadangan makanan yang dimiliki menjadi energi. Energi inilah yang berikutnya membantu tumbuhan untuk melakukan pertumbuhan, pembentukan akar, batang dan daun. Pada beberapa biji memiliki tingkat perkecambahan berbeda. Terdapat biji yang mudah dan sulit berkecambah. Tingkat perkecambahan biji ini dipengaruhi fertelitas benih, kualitas benih pada saat setelah pemanenan, dan penyemaian yang kurang tepat. Tanpa pengolahan yang benar, maka tingkat tumbuh benih menjadi sangat berkurang seiiring bertambahnya umur benih. Dalam beberapa bulan tingkat pertumbuhan akan berkurang dan beresiko terhadap kelangsungan hidup tanaman.

 

Menyiapkan Padi Terbaik

Dalam praktikum germinasi digunakan padi Inpari 13. Padi Inpari 13 merupakan varietas baru padi yang diklaim anti wereng coklat. Bisa dipanen pada usia 95-103 hari. Bentuk berasnya panjang dan ramping. Kondisi tumbuh tanamannya tegak dengan tinggi tanaman mencampai 100 cm. Sebelum ditanam, diperlukan benih dan bibit yang baik. Agar mendapatkan hasil maksimal dan tidak merugikan. Penyiapan benih berawal dari proses seleksi biji.

Sama seperti biji lainnya, biji padi juga mengalami masa dorman. Padi biasanya mengamali dorman selama 0-11 minggu. Untuk mematahkan masa dormansi dapat dilakukan dengan cara fisik, kimiawi dan biologis. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan, padi atau oryza sativa dapat dipatahkan dormansi dengan pengovenan atau pemanasan 50-550C, perendaman benih pada air dingin, air panas atau H2SO4, HNO3, KNO3 selama 24 jam sebelum dikecambahkan. Tetapi dalam perlakuan perendaman asam perlu kehati-hatian agar padi tidak mati. Pemanasan 50-550C penting dilakukan biji padi untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif dalam perkecambahan.

Selanjutnya padi siap menjadi bibit dan ditanam. Untuk mendapatkan bibit yang baik perlu mendapatkan benih yang baik. Dipilih benih yang terisi sempurna atau sempurna dengan cara dilakuan perendaman pada air yang diberi NaCl dan Za. Padi yang setengah kosong akan terapung. Tetapi terdapat beberapa produk padi komersial unggulan yang tidak perlu direndam kembali karena kualitasnya terbukti baik. Setelah benih yang direndam dalam larutan pertama dibilas terlebih dahulu baru kemudian disebar ke persemaian. Persemaian dapat dilakukan dengan persemaian basah dan kering. Petani sudah sangat terbiasa untuk melakukan persemaian dengan berbagai cara pilihan. Tergantung kondisi dan kesukaan. Bibit yang ditanam usianya harus semuda mungkin, sebaiknya kurang dari 20 hari dengan kondisi tanaman dan akar yang baik. Satu bibit per lubang tanam sudah cukup untuk penanaman padi. Itu dia sedikit cerita tentang praktikum hingga memperoleh bibit padi yang berkualitas. Siap tanam dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia. Masih mau praktikum cuma gitu-gitu saja? Yogi Sidik.

Sumber:

Wikipedia

Jurnal Penelitian

Laporan Praktikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s