Belajar Sederhana dan Bersahaja dari Keluarga Pol PP

Setelah berjalan-jalan melihat peternakan sapi potong dan pantai tanah merah di Desa Belilik. Saya berkesempatan untuk mampir sejenak di rumah Bang Saleh. Salah satu Polisi Pamong Praja di kantor Kecamatan Namang Bangka Tengah. Waktu itu menunjukkan sekitar pukul 15.30 WIB. Adzan ashar dikumandangkan tepat saat saya menuju rumah Bang Saleh.

Rumah Bang Saleh tidak besar. Rumah khas masyarakat Bangka. Bagian bawah berupa semen dan diatasnya dikelilingi papan-papan kayu. Beberapa sudah ada yang berlubang sehingga angin dan sinar matahari masuk sela-sela. Lantainya tidak tanah , sudah dilapisi semen dan sangat licin. Keluarga Bang Saleh terlihat sangat menjaga kebersihan. Walau sederhana, rumahnya tampak sehat, bersih dan nyaman untuk ditinggali. Tidak banyak perabotan di sekelilingnya, hanya kursi sofa sederhana dan satu buah televisi yang menghiasi ruang tamu.

Kegiatan keluarga banyak terpusat di belakang alias dapur. Di bagian rumah tampak ruangan sangat besar. Tempat sholat disiapkan khusus untuk berjamaah bersama keluarga. Meja makan diletakkan berjajar, menandadakan bahwa keluarga Bang Saleh adalah keluarga besar –Bang Saleh merupakan anak ke 4 dari 12 bersaudara. Air jenih dari sumur memenuhi bak kamar mandi yang didalamnya berisi ikan untuk memakan jentik-jentik nyamuk. Tempat buang air diletakkan terpisah jauh dengan kamar mandi. Kedua-duanya bersih, sangat jauh dari kesan kotor. Kamar mandi Bang Saleh sangat terbuka, tidak ada pintu yang menutupinya. Hanya dibatasi dinding bata yang dilapisi semen.

Lanjutkan membaca Belajar Sederhana dan Bersahaja dari Keluarga Pol PP

Iklan

Magang Penuh Cerita dan Makna

Selama seminggu melaksanakan program magang. Magang kali ini beda. Tidak hanya diikuti oleh teman-teman di satu universitas. Tetapi gabungan berbagai macam universitas. Pada kesempatan magang kali ini, saya berkesempatan belajar di PT. Citra Agro Buana Semesta (CABS) bersama kawan-kawan dari Medan, Padang, Jambi, Bogor, Bandung, Malang, Jogja, bahkan Toli-Toli. Saya menyebutnya Tim Magang Nasional untuk Indonesia.

Sekilas mengenai perusahaan tempat kami magang. PT. CABS merupakan perusahaan peternakan yang bergerak dalam bidang penggemukan sapi potong. Terletak di Desa Mekarasih, Malangbong. Berjarak sekitar 8 km dari Terminal Malangbong ke arah Wado. Jika naik bus dari arah Jogja dapat turun di terminal Malangbong, kemudian melanjutkan menuju perusahaan menggunakan angkot seharga 3k atau ojek 5-10k –harga tergantung waktu. Menggunakan kereta api dari Jogja dapat turun di Stasiun Cipendeuy, kemudian menggunakan Ojek menuju perusahaan menggunakan ojek. Stasiun Cipendeuy ditempuh sekitar 15 menit dari Terminal Malangbong –kondisi jalan ramai lancar. Dapat menampung lebih dari 7500 ekor sapi yang digemukkan di PT. CABS. Rata-rata sapi potong yang digemukkan adalah jenis Brahman Cross dan Red Brahman (BX dan RB).

Tim Magang Nasional yang seluruhnya tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI). Kegiatan yang dilaksanakan selama magang adalah mengikuti proses produksi sapi potong. Dimulai dari proses perlakuan saat datangnya sapi hingga sapi hendak dilakukan penjualan. Di Hari terakhir, tim magang nasional berkesempatan melihat feedmil di perusahaan dan domba garut yang dipelihara. Nanti akan saya ceritakan dan meyakinkan bahwa Domba Garut benar-benar berasal dari Indonesia, bukan yang negara lain –namanya juga Domba Garut, hehehe.

Lanjutkan membaca Magang Penuh Cerita dan Makna