Belajar Kerja Keras dari Julie Shie

Tepat satu minggu yang lalu. Saya berdiskusi dengan orang hebat yang baru saya kenal. Awalnya saya tidak tahu bahwa beliau adalah orang hebat. Tetapi setelah berbincang, beliau cukup memberikan banyak inspirasi. Pengetahuan dan nasionalis yang hebat. Beliau yang mengawali perbincangan. Saat itu tepat pukul 12 malam di Terminal 1 Bandara Soetta. Ini kali ke-4 saya menginap di Bandara Soetta, biasanya saya tidur di Mushola atau menulis blog. Dan pada waktu ke-4 ini saya diberi kesempatan Tuhan untuk berbincang dengan pengusaha hebat dari negeri tetangga, Singapura.

Beliau, Julie Shie, ibu muda kelahiran Aceh. Kini tinggal  di Singapura dan Thailand bersama suami dan anak-anaknya. Sangat sibuk karena memiliki banyak usaha dan pekerjaan. Menunjukkan beliau tipe wanita kerja keras dan pantang menyerah. Dari kecil sudah belajar berbisnis dan hingga kini menjadi inspirasi masyrakat sebagai wanita dibawah 40 tahun yang sudah memiliki banyak usaha. Perbincangan ini membuat saya berpikir bahwa bu Julie telah banyak pengalaman bisnis semenjak kecil. Sudah bisa bertindak mandiri dan terbiasa berkerja keras sedari kecil.

Kehidupannya di Singapura, Thailand, Indonesia, China dan sebagainya memberikannya kesempatan untuk menguasai bahasa-bahasa setempat. Mungkin lebih dari 5 bahasa yang dikuasi oleh Julie Shie. Kantornya di Marina Bay Singapura memberikannya banyak peluang untuk membangun usaha-usaha lainnya. Rencananya bu Julie, akan membangun proyek-proyek di Indonesia dan negara-negara lainnya. Kerja keras, pantang menyerah, dan disiplin. Tidak hanya itu, yang paling mengangumkan adalah beliau sangat nasionalis.

Dari cara penyampaiannya, beliau tahu betul bagaimana permasalahan Indonesia sekarang dan selanjutnya. Kerja di Singapura bukan berarti menjadikan bu Julie, lupa akan sejarah Indonesia. Lupa akan kehebatan masyarakat Indonesia. Dari Thailand, bu Julie risau dengan keadaan perikanan di Indonesia. Dari Singapura, Julie sibuk memikirkan pembangunan untuk negerinya. Profesor dari fakultas Ekonomi UGM pernah berkata dalam sebuah seminar, kita boleh berada di negeri orang tetapi hati kita di Indonesia. Mencari Uang di Negeri Tetangga, Perut di Indonesia.

Itu sedikit kerisauan yang membuktikan beliau mencintai Indonesia. Satu lagi, Julie sangat mengetahui sejarah Indonesia. Menjelaskan detail mengenai kemenangan raja-raja di Indonesia hingga akhirnya Indonesia menjadi seperti ini. Beliau sangat mencintai budaya dan cerita-cerita tentang Indonesia. Beliau kagum dengan presiden RI, Soekarno. Kepemimpinan Soekarno menginspirasi Julie untuk bercerita banyak. Terlihat semangat Soekarno dalam kepingan-kepingan cerita yang diungkapkan. Wanita Indonesia mandiri yang semangat.

Saya hanya bercerita sedikit tentang budaya dan beberapa mozaik kehidupan. Saya lebih banyak mendengarkan cerita-cerita heroic dari Julie. Sesekali memberikan motivasi dan semangat untuk berbisnis. Implisit, Julie memberikan nilai-nilai kehidupan yang luar biasa. Saya bisa menemukan ketulusan beliau memberikan semangat-semangat manis untuk seorang pemuda yang masih belajar soal kerja keras dan disiplin.

Kejadian ini memberikan pelajaran kepada saya bahwa Tuhan memperbaiki diri dalam berbagai kesempatan. Munculnya bisa inspirasi dari orang lain atau bahkan dari orang yang kita anggap lemah. Tuhan benar-benar tahu bahwa saya sedang memerlukan motivasi untuk bekerja lebih keras, disiplin dan semangat yang tidak dibuat-buat.

Perbincangan kami berakhir pukul 3 dini hari. Pertemuan yang sangat menyenangkan. Sesekali saya melihat deretan toko-toko yang masih tutup. Kembali saya menciptakan kegiatan yang membuat saya tidak tidur untuk pagi ini. Waktu menunjukkan waktu subuh dan setelahnya saya kembali membaca lapisan-lapisan buku yang saya bawa dari rumah. Yogi Sidik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s