Virus H5N1 clade 2.3.2 menyerang itik

Indonesia kembali dikejutkan oleh kehadiran virus H5N1. Kali ini menyerang Itik yang digadang-gadang sebagai jenis unggas yang tahan penyakit. Virus H5N1 yang menyerang itik memiliki perbedaan clade. Virus H5N1 yang menyerang itik memiliki clade 2.3.2 sedangkan virus H5N1 pada ayam memiliki clade 2.1.3. Karena itik memiliki ketahanan tubuh yang baik maka tentu virus yang menyerang itik ini lebih ganas daripada virus H5N1 yang menyerang ayam. Beberapa kasus menunjukkan itik mati mendadak saat terserang virus. Dalam pantuan di salah satu media massa pertanian, dari tanggal 1 januari 2012 hingga 3 januari 2013 angka kematian akibat virus AI sebanyak 514.273 ekor.  Di tiga provinsi (jateng, jatim dan DIY) selama 4 bulan terakhir dilaporkan terdapat 113.700 itik mati mendadak akibat Avian Influenza (AI).

Belum selesai permasalahan Indonesia dengan Virus H5N1 pada ayam, Indonesia disibukkan dengan virus H5N1 pada itik. Peran pemerintah jelas sangat diperlukan, dalam hal ini direktorat jendral peternakan. Kasus pada ayam menjadikan pengambil keputusan lebih banyak belajar tentang penanganan virus AI. Tidak hanya merugikan peternak tetapi mengancam kesehatan manusia. Sejauh ini belum ditemukan kejadiannya di Indonesia. Virus yang menular ke manusia baru ditemukan di Hongkong, Bangladesh dan China. Sama halnya dengan Virus H5N1 clade 2.1.3 pada ayam, ciri-ciri gelaja manusia yang terkena flu burung adalah suhu badan tinggi diatas 38oC disertai sakit tenggorokan, batuk, pusing dan pilek. Flu burung juga menyerang pernapasan hingga menyebabkan sesak napas dan dapat menyebabkan radang paru (pneumonia). Virus AI menular ke manusia melalui Air Liur, Lendir, Kotoran Unggas yang sakit dan udara yang tercemar. Penggunaan istilah Avian Influenza berbeda dengan Flu Burung. Avian Infulenza digunakan untuk hewan sedangkan flu burung digunakan untuk penyakit yang menular ke manusia. Misalnya Itik terkena avian influenza dan tujuh orang di China menderita Flu Burung.

Peternak akan sangat merasakan akibat kematian itik-itiknya. Peternak itik petelur maupun pedaging pasti merasakan turunnya omsetnya. Apakah kegiatan ini dapat ditetapkan sebagai wabah? Sehingga dengan adanya penetapan status wabah maka pemerintah wajib megganti ternak-ternak yang di depopulasi. Atau kejadian ini masih dalam koridor kejadian luar biasa. Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan diatur dalam UU no.18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan memiliki urutan-urutan berupa pengamatan dan pengindentifikasian, pencegahan, pengamanan, pemberantasan, dan/atau pengobatan. Dalam urutan itu menyebutkan, pemerintah tidak gegabah mengambil keputusan tentang penetapannya. Tetapi urutan itu perlu dilakukan secara cepat dan tidak merugikan banyak pihak.

Dalam beberapa laporan media pertanian menyebutkan beberapa balai kesehatan sudah melaksanakan pengamatan untuk penetapan kejadian dan pembuatan vaksin. Salah satunya Balai Veteriner Wates yang berwenang melakukan survey terhadap kejadian penyakit menular strategis. Sejauh ini memang pemerintah sudah menyiapkan bibit virus untuk kemudian dibuatkan vaksin oleh beberapa perusahaan vaksin di Indonesia. Harapannya vaksin ini cepat menanggulangi penyakit AI dan memiliki presentase keberhasilan hingga 100%. Harapan seluruh masyarakat adalah pemerintah bertanggung jawab besar terhadap kejadian ini. Sambil menyelam minum air. Sambil dibuat vaksinnya apakah tidak sebaiknya pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk menanggulangi kerugian ekonomi yang terjadi? Apakah sebaiknya peternak dilindungi dulu usahanya sehingga kasus gulung tikar usaha ayam tidak terjadi kembali. Menteri pertanian bertanggung jawab menetapkan jenis penyakit hewan menular strategis dalam rangka  pengamanan terhadap penyakit hewan.

Bagaimana solusi tercepat yang dapat diambil? Apakah perlu membuat sistem baru terhadap berbagai macam penyakit atau baru bergerak apabila Indonesia sudah terjangkiti? Bagaimana virus bisa masuk ke Indonesia juga merupakan kewajiban pemerintah untuk mencari tahu. Jadi alangkah cerdasnya jika permasalahan diselesaikan dimulai dari penanganan di masyarakat hingga menulusuri pintu masuk adanya virus. Coba lihat, berapa banyak restaurant yang menyajikan hidangan bebek goreng. Apalagi bisa dibilang beberapa tahun terakhir ini usaha bebek menjadi primadona masyarakat. Jika kasusnya sudah merebak, tidak hanya peternak yang dirugikan tetapi pengusaha kuliner serta konsumen akan menjadi khawtir. Efek sampingnya cukup signifikan. Semoga pemerintah benar-benar secara rapi menyelesaikan permasalahan yang terjadi di negaranya.

Tetapi bagi konsumen, menyantap sajian bebek tidak perlu khawatir karena virus AI sangat rentan terhadap sabun dan pemanasan. Virus AI bertahan dalam air selama 4 hari pada suhu 22oC atau 30 hari pada suhu 0oC. Virus AI akan mati karena panas, sinar matahari dan disinfektan. Tetapi dalam feses basah virus AI dapat bertahan selama 32 hari, maka kebersihan kandang perlu dijaga. Tahap preparasi atau penyelenggaran peternakan itik yang sehat menjadi utama.

Daging bebek yang dimasak dengan suhu minimal 80oC selama 1 menit atau 70oC selama 30 menit aman dikonsumsi. Sedangkan untuk telur, proses pemasakannya minimal dalam suhu 64oC selama 4 menit. Jadi produk itik atau bebek aman dikonsumsi. Sebenarnya ada perbedaan antara itik dan bebek tetapi di sebagian daerah menyebut itik adalah bebek. Itik memiliki perawakan bewarna coklat dan seperti botol. Sedangkan bebek biasanya bewarna putih dan berbulu halus dengan perawakan yang lebih besar dari pada itik. Masih banyak sebutan-sebutan lainnya seperti  angsa, mentok dan sebagainya. Jangan takut mengkonsumsi menu berbahan dasar bebek. Bebek itu beda, enak dan bergizi. @yogisidik.

Yogi Sidik Prasojo. Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM.

Sumber:
Tabloid Agrina edisi 193 dan 194.
Kompas.
Berita UGM.

2 thoughts on “Virus H5N1 clade 2.3.2 menyerang itik”

  1. Assalamualaikum,mas yogi terimakasih infonya sangat menarik dan bermanfaat,dan kalau boleh minta info tentang Vaksin yang di pakai untuk manusia khusunya BALITA kenapa itu bisa di HALAL kan…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s