Meraih Impian Menjadi Dosen Bersama Bank Mandiri

Dibalik musibah pasti terdapat pelajaran dan sesuatu yang lebih baik. Hal tersebut memang benar dan saya merasakannya. Siang itu saya sedang mencoba untuk menabung melalui mesin atm Bank Mandiri tetapi karena baru pertama kalinya saya menggunakannya sehingga saya agak bingung. Tidak ada satupun orang di dalam ruang atm. Saya tidak tahu ternyata atm saya sudah keluar. Beberapa menit kemudian,  kartu atm saya tertelan mesin atm. Padahal hari itu hari libur dan mengharuskan saya untuk membayar tiket penerbangan dari Jakarta ke Bangkok.

Hari selasa, saya mulai mengurus kartu atm yang tertelan di kantor Bank Mandiri. Prosesnya mudah dan saya tidak perlu menunggu lama karena antrian sedang sedikit. Beruntung customer service bertindak cekatan untuk membuatkan kembali kartu atm saya yang baru. Saat membuat kartu atm yang baru, saya membaca beberapa brosur tentang produk-produk Bank Mandiri. Produk-produk mandiri seperti Mandiri KTA, Mandiri KPR, Mandiri Tabungan, Mandiri Kartu Kredit dan Mandiri Tabungan Rencana. Menarik minat saya untuk menggunakan beberapa produk tersebut dilain waktu.  Selesai membaca, customer service yang professional memberikan penjalasan mengenai salah satu produk mandiri yaitu Mandiri Tabungan Rencana. Saat menyelesaikan masalah kartu atm muncul solusi yang tepat untuk semakin mandiri menggapai keinginan.

Saat customer service hampir selesai menjelaskan. Pikiran saya langsung tertuju kembali pada impian saya untuk menjadi seorang dosen. Menabung untuk kepentingan pendidikan selanjutnya. Syarat menjadi seorang dosen di Universitas saya adalah minimal memiliki gelar S2. Sehingga saya berpikir ini akan menjadi langkah yang baik berinvestasi untuk mewujudkan impian. Minimal masalah biaya sudah teratasi karena saya cukup mempunyai tabungan yang direncanakan dengan baik. Saya berpikir, inilah saatnya untuk berbenah dalam hal menabung dan fokus pada keinginan saya untuk menjadi dosen. Saya merasa Bank Mandiri mampu mendukung dan mewujudkan keinginan. Melalui langkah kecil yaitu menabung untuk pendidikan selanjutnya.

Saya semakin tertarik karena tidak hanya menabung yang terencana tetapi nasabah mendapatkan ekstra perlindungan asuransi. Awalnya saya berpikir untuk kembali lain waktu dan membuat Mandiri Tabungan Rencana. Tetapi customer service mengatakan prosesnya sangat mudah bahkan dapat selesai sebelum waktu kuliah saya dimulai.  Prosesnya sangat mudah. Cukup memiliki rekening Mandiri, berusia minimal 18 tahun atau berusia maksimal 70 tahun pada saat Mandiri Tabungan Rencana jatuh tempo, serta mengisi formulir aplikasi tanpa perlu melakukan medical check up. Hasilnya pada hari itu saya resmi memiliki Mandiri Tabungan Rencana.

Kita dapat menikmati keuntungannya selama beberapa tahun melalui perjanjian yang telah kita rencanakan dan sepakati. Jangka waktu yang ditawarkan Mandiri Tabungan Rencana juga fleksibel, 1 tahun sampai 20 tahun. Saya adalah tipe orang yang sulit mengatur keuangan sehingga perlu pendamping atau asisten yang bisa mengatur keuangan saya. Mungkin tidak hanya untuk saya tetapi Bank Mandiri punya program tepat untuk orang-orang yang memiliki kesulitan dalam mengatur keuangan atau menabung untuk mewujudkan cita-citanya.

Melanjutkan S2 dan S3 keluar negeri tentu membutuhkan dana yang cukup banyak. Tetapi saya mencoba untuk menabung Rp.100.000 per bulan untuk pendidikan saya. Seratus ribu adalah minimal nominal yang ditabung pada Mandiri Tabungan Rencana. Saya mencoba nominal terkecil dahulu jika perilaku menabung saya semakin membaik maka bisa saya tingkatkan. Selain bebas menentukan dan mengubah setoran bulanan. Kita juga dapat menambah dana ke Mandiri Tabungan Rencana di luar setoran bulanan.

Ya, keinginan saya menjadi dosen semakin kuat. Ditengah masih terpuruknya pendidikan di negeri Indonesia. Saya juga terbantu oleh Bank Mandiri mengatur keuangan untuk mewujudkan keinginan saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.  Saya semakin senang dan percaya saat customer service menunjukkan sertifikat polis yang berhak saya terima. Seperti halnya membuat asuransi. Bank Mandiri memberikan perlindungan asuransi bagi nasabah hingga 5 juta per bulan.

Semakin mudah dan menyenangkan dalam mewujudkan impian menjadi seorang dosen. Kini saatnya fokus untuk menyelesaikan kuliah S1 dan mencari peluang-peluang beasiswa pendidikan di Luar Negeri. Apabila saya diterima untuk study di luar negeri, saya masih tetap bisa melakukan penyetoran di Mandiri Tabungan Rencana. Sehingga setelah saya menyelesaikan S2 dan pulang ke Indonesia saya dapat menikmati hasilnya. Saya berpikir tentu hasilnya lebih baik karena suku bunga Mandiri Tabungan Rencana diatas suku bunga tertinggi Mandiri Tabungan. Sambil menyelam minum air, menabung dan menikmati keuntungan yang dihasilkan. Tentu saya dapat memanfaatkannya untuk kembali menggondol gelar S3 di luar negeri karena sudah memiliki cukup bekal untuk melanjutkan study.

Bangga dan senang menjadi orang Indonesia. Dimanjakan dengan fasilitas dari Bank yang sangat meng-Indonesia menjadikan saya semakin berkeinginan untuk membuat Indonesia maju dari segi pendidikan. Melalui pendidikan yang baik maka akan tercipta sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan selanjutnya. Beruntung memiliki Bank Mandiri karena tidak hanya berkontribusi untuk mewujudkan impian setiap nasabahnya. Tetapi berkontribusi untuk membentuk masa depan generasi selanjutnya. Saya yakin bersama Bank Mandiri saya dapat meraih impian menjadi Dosen Berprestasi.  @yogisidik. 

26 thoughts on “Meraih Impian Menjadi Dosen Bersama Bank Mandiri”

    1. yogi lagi ikut blog mandiri contest mbak, pas banget sama kisah nyata yang yogi alami. Jadi ya share sekalian, mohon bantuannya di share ke teman-teman yang lain mbak yu. Tengkyu🙂

  1. oohh baru tahu Mandiri punya program beginian, Wooow Yogi you’re so inspiring!! Luarbiasa!! Kejar terus cita-citamu Nak~ ee siapa tahu saya juga menututimu hehehe .. Hwaittinngg Yogi-sshi!!!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s