Try! (A Half Training Session)

Awalnya saya membutuhkan waktu yang banyak untuk belajar. Memikirkan apa yang terjadi setelahnya. Memikirikan juga apa yang terjadi sebelumnya. Ragu-ragu, adalah pikiran yang ada sebelumnya. Gagal, adalah pemikirian sesudahnya. Tidak ada yang positif. Tidak ada yang berani dilakukan. Dobrak saja, berpikir negatif adalah kesahalan fatal. Mencari sesuatu yang baru bukan berarti menjebloskan diri dalam perangkap kebodohan. Tetapi mencoba ngedapetin pengalaman yang belum pernah dilakukan oleh indera yang kita miliki.

Godaan bisa bermacam-macam jenisnya. Salah satunya adalah berada di area nyaman. Saya mencoba keluar dari zona nyaman untuk mencari zona nyaman selanjutya. Setelah mendapatkan zona nyaman kemudian berlari lagi mencari zona-zona yang lain. Ya, semua harus terus bergerak. Mencoba semua sesuatu yang baru. John F Kennedy pernah mengunjungi Northen Territory dan mengatakan bahwa kita tidak akan pernah tahu kalau belum merasakannya. Ya, sekarang saya mencobanya. Saya berada di Katherine, Northen Territory. Mencoba banyak sesuatu yang baru.

Mejeng di depan toko oleh-oleh
Mejeng di depan toko oleh-oleh

Sudah 10 hari saya berada di daerah utara Australia ini. Mereka menyebutnya The Top End. Mencari ilmu, menambah pengalaman, dan menjalin komunikasi dengan banyak orang. Bahasa Inggris saya biasa saja. Saya banyak belajar dari banyak media yang saya temui. Saya fokus untuk melakukan perbaikan di lidah yang tidak bisa bicara bahasa inggris. Houdini, saya ingin bisa menghilang sepertinya saat mulai berbicara bahasa yang berbeda. Begitu juga waktu saya di Thailand, belajar bahasa asli daerah. Sedikit demi sedikit membantu menyelematkan saya saat tersesat atau sekedar menanyakan tempat makan terbaik di Bangkok.

Sudah 7 hari pelatihan berjalan. Saya mengira pelatihan biasa saja. Sudah beberapa kali saya ikut pelatihan di Indonesia dan sepertinya hasilnya sama saja. Mendengarkan ceramah,  pulang bawa sertifikat. Selesai. Bedany, sekarang harus lebih fokus menggunakan telinga. Bahasa yang berbeda membuat saya tidak tertidur. Tapi, Hasilnya, sangat berbeda. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan selama 1 minggu belajar di Charles Darwin University, Katrherine Rural Kampus. Lakukan sajalah, ini baru untukmu. Ya, saya terus melakukannya dari hal-hal bodoh sampai yang tidak bisa saya dapatkan di Indonesia.

Tidak ada hiburan lain di Rural Kampus selain berkomunikasi dengan teman-teman. Ping-pog, billiard, nonton tivi, internet dan berenang. Pemandangan yang menakjubkan membuat saya gak boleh diam menunggu kabar bahagia dari teman-teman. Saya harus mencobanya. Berenang adalah bukan kegiatan yang saya sukai. Takut tenggelam. Disini, itu tidak berlaku. Saya menjeburkan diri dan belajar membuat saya mengambang di air. Menarik, saya lakukan itu berulang kali. Saya belajar dari mereka yang biasa berenang. Mencari koin di dalam air dan membuat semuanya senang.

Pemandangan yang selalu pengin dilihat
Pemandangan yang selalu pengin dilihat

Pelajaran-pelajaran yang diberikan saat di dalam kelas membuat saya mengerti bahwa disini berbeda. Kuasai apa yang sudah kamu pelajari. Tinggalkan hal-hal yang belum kamu ketahui hingga kamu belajar untuk mengetahuinya. Menggunakan pemanas, membersihkan dinding, mengendarai ATV dan melakukan CPR. Seperti mendapatkan permainan baru. Saya melakukannya dan  menyenangkan. Mengendari two-wheel bike alias motor off road bukan hal mudah. Memindahkan gear dan membuatnya normal. Saya belajar berulang kali.

Jika terbiasa menggunakan motor. Terbiasa juga mengenadarai ATV. Mengumpulkan tenaga dan fokus menjalankannya. Sama seperti mengendarai motor matic di Indonesia. Bedanya, jalannya bukan aspal. ATV bukan di desain untuk jalan aspal atau jalan umum. Jalan berbatu, pasir, rumput dan semua yang menanjak. Tiga hari saya belajar memainkan ATV karena tempat saya bekerja nanti menggunakan ATV untuk menggiring ternak-ternaknya. Atau mungkin menggunakan kuda.

Menggunakan ATV atau quad bike menjadi menyenangkan. Melewati padang ilalang. Bertemu dengan sapi dan kuda yang merumput. Pohon-pohon yang berjajar teratur. Bebatuan yang tersusun rapih dan jalan-jalan yang terjal dan menantang. Tidak jarang kami terjatuh melewati beberapa jalan-jalan berbatu. Bahkan saya menabrak wallaby. Akhirnya jatuh terguling dari ATV yang saya kendarai. Tidak ada luka serius. Tapi saya tahu menangani luka. Pelajaran mengenai First Aid sangat membantu untuk menangani permasalahan kecelakan. Kita nggak melakukan hal-hal baru menyangkut kerja di kandang. Saat libur, kami pergi ke beberapa tempat menarik di Northern Territory. Mendaki bukit di Nitmulk dan mengendarai kanoe di sungai Katherine.

Nyiapin makan siang di tengah perjalanan menyusuri sungai
Nyiapin makan siang di tengah perjalanan menyusuri sungai

Tidak ada yang mudah. Kita yang harus terus berjuang. Tidak ada santai. Kita yang membuatnya nyaman. Tidak ada yang berarti. Kita yang membuatnya berarti. Coba saja. Ini cerita setengah kegiatan training yang kami lakukan. Selanjutnya banyak lagi yang akan kita lakukan. Try! @yogisidik

5 thoughts on “Try! (A Half Training Session)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s