In The Middle of Nowhere

Keesokan harinya setelah pulang dari Canberra. Saya harus segera berangkat menuju tempat bekerja. Seluruh baju dan barang-barang, saya kemas hingga dini hari. Tidak beraturan dan membuat koper saya semakin berat. Pagi-pagi benar, saya dan teman-teman lainnya yang mendapat jatah hari sabtu segera menuju mobil. Beberapa teman lainnya berangkat hari senin. Saya dan teman saya, Emily, akan menghabiskan waktu sekitar 4 jam perjalanan menuju tempat bekerja in the middle of nowhere.

Tidak ada satu pun bangunan. Hanya ada beberapa mobil yang terlihat. Sangat banyak pohon dan rerumputan yang kita lewati. Saya merasa kurang cukup tidur. Tidak banyak pemandangan yang saya lewati selama 1,5 jam pertama perjalanan. Sisa perjalanan berikutnya, kebosanan saya mulai terobati. Tidak lagi datar, saya melihat bukit. Tidak saya lewatkan begitu saja, sangat menarik.

Hanya Padang Rumput dan pepohonan yang terlihat
Hanya Padang Rumput dan pepohonan yang terlihat
Bukit Hijau ditengah-tengah padang rumput yang luas
Bukit Hijau ditengah-tengah padang rumput yang luas

Jalan yang awalnya lebar, kemudian menjadi kecil. Mungkin hanya cukup dilewati oleh kendaraan dari satu arah. Benar. Apabila ada truk besar lewat, mobil kecil sejenis Land Cruiser harus mengalah. Mobil kecil akan menepi, truk akan terus berjalan. Apabila ada 2 mobil yang sama-sama kecil, dua-duanya akan menepi dan saling berjalan. Tidak ada motor di jalan ini. Hanya terlihat 1 atau 3 motor besar yang melintasi jalan besar.

Private Road! Haha
Private Road! Haha

Saya semakin yakin. Tidak akan ada tempat pengisi bensin di daerah ini. Saya semakin yakin. Ini merupakan tempat terpencil yang indah untuk dijadikan lahan peternakan. Setelah saya membeli kentang dan ayam goreng untuk makan siang, saya lanjutkan perjalanan. Sambil menghabiskan kentang goreng. Saya melihat barisan pagar rapi. Tanah-tanah ini tidak dibiarkan begitu saja. Mereka ada pemiliknya. Lahan ini digunakan sebagai peternakan sapi potong. Pagar setiap stasiun berbeda. Pelbagai jenis gerbang dan pagar saya lewati.

Tepat di sebelah kanan terdapat plang kecil bewarna putih yang menunjukkan keberadaan stasiun tempat Saya dan Emily bekerja. Tidak berada tepat disebelah jalan raya. Saya harus menempuh jarak 33,2 km untuk menuju homestead station. Semakin besar keyakinan saya. Ini adalah In The Middle Of Nowhere. Dalam hati saya berdoa, semoga tempatnya sangat menyenangkan. Hampir 3 kali saya naik turun mobil untuk membuka gerbang menuju homestead. Di kanan kiri saya sesekali melihat kaleng-kaleng bir, mobil bekas yang dibuang, ban-ban bekas dan sapi. Ah,,semoga saja tempatnya tidak menakutkan.

Disini tidak ada supermarket, toko fotocopy, toko sepatu atau tempat potong rambut. Begitu pula dengan masjid dan tempat ibadah lainnya. Harus menempuh jarak ratusan kilometer untuk pergi ke kota dan membeli banyak barang. Ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang membeli barang-barang sangat banyak dengan kapasitas sangat besar. Mereka cukup belanja beberapa kali dan tidak harus kembali lagi ke supermarket. Woolworths merupakan satu-satunya toko terbesar di Katherine yang menjual produk-produk yang cukup lengkap dan harga terjangkau.

Dari kejauhan sudah tampak tempat tinggal kami. Dari kejauhan sepertinya tempat sejuk dan menyenangkan. Dalam hati saya berpikir, semoga itu bukan fatamorgana. Akhirnya, saya sampai di Pigeon Hole Station. Tempat saya bekerja selama 3 minggu. Saya terdiam. Saya tidak bisa berkata-kata. Tempatnya sangat menyenangkan. Rumputnya hijau dan sangat bersih. Bagaimana mungkin terdapat sesuatu yang indah di tengah padang yang kering. Saya disambut oleh Renee, Istri manager Pigeon Hole Station. Selanjunta, Matt, Manager Pigeon Hole Station datang menghampiri.

Ketakjuban saya semakin bertambah karena selanjutnya saya akan menuju tempat camp selama 3 hari, 2 malam in the middle of nowhere –akan saya ceritakan nanti tentang beberapa pengalaman camp yang saya dapatkan. Tunggu dulu, saya tidak mau melewatkan suatu awal menarik disini. Kumpulan burung Corella –masih satu family dengan kakaktua, berterbangan dari pohonnya. Tidak hanya orang, kami juga disambut burung-burung putih yang indah serta satu kuda poni bewarna putih di pinggir pepohonan. Kami juga diperkenalkan oleh Tara, koki yang menurut saya, cantik dan penuh percaya diri –yang satu ini juga akan saya jelaskan nanti di cerita selanjutnya tentang orang-orang yang saya temui selama bekerja. Satu lagi, saya diperkenankan menuju rumah, tempat kami tinggal. Fasilitasnya sangat lengkap. Sangat nyaman.

Tempat tinggal selama di cattle station
Tempat tinggal selama di cattle station
When Sun Goes Up!
When Sun Goes Up!
Corella Birds on the trees
Corella Birds on the trees

Tidak banyak membuang waktu di Pigeon Hole Station. Saya dan Emily langsung bergegas menyiapkan baju untuk camp selama 3 hari. Mungkin ini adalah packing tercepat yang kami lakukan. Hanya beberapa menit dan siap berangkat. Waktu tempuh menuju tempat camp sekitar 1,5 jam. Mungkin akan butuh lebih banyak waktu karena Matt akan memperkenalkan tempat terbaik di Pigeon Hole Station. Sampai di tempat camp dan kembali saya katakan, saya benar-benar berada di in the middle of nowhere. Tanpa sinyal dan wifi. Tanpa tempat tidur dan dikelilingi orang-orang baru. Akan menjadi sangat menyenangkan apabila kita menemui sesuatu yang baru, patut untuk dipelajari dan membuat kita semakin kaya.

Dimulai dari Pigeon Hole, saya belajar banyak mengenai usaha pembibitan sapi potong. Tidak hanya itu, saya belajar tentang budaya, karakter dan pengorbanan yang besar. Alhamdulillah diberikan tempat yang tepat untuk mengambil manfaat. Kerja keras, sudah pasti dilakukan. Bagaimana bisa bersantai-santai untuk memilahara ratusan bahkan ribuan sapi. Dimulai dari sini menorehkan  goresan cerita-cerita baru.  I’m in the middle of nowhere. @yogisidik

One thought on “In The Middle of Nowhere”

  1. Yogi…tak tunggu tulisan selanjutnya. Oya, update dong gimana dengan keadaan terpencil gitu ada akses listrik, komunikasi, siaran radio dll…sepertinya menarik. Tak tunggu. Follow back yo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s