Arsip Kategori: dakwah

Dari Suhaib r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Padamkan Api yang Membakar Hati*

from kaskus.com
from kaskus.com

Dari pagi hingga petang, siaran televisi hanya berisi amarah yang membahana. Opini masyarakat dari jaringan telepon diungkapkan dengan nada gusar dan terlihat sangat marah. Sejak pagi berita-berita yang ditampilkan berisi tentang amarah massa terhadap perilaku pemerintahnya. Belum lagi terlihat juga amarah pemerintah terhadap sesamanya. Seakan menjadi agenda wajib dalam proses setiap kegiatan.

Itu baru berita, jika berita telah usai berganti sinetron dan reality show menghiasi magic box tiap rumah di seluruh Indonesia. Adegan-adegan yang diperlihatkan hanya berisi amarah dan praduga yang dibuat-buat. Seolah marah adalah sesuatu yang pantas untuk diperlihatkan kepada khalayak umum. Memang marah adalah sebuah keadaan yang timbul karena sesuatu yang mempengaruhi kondisi psikologis. Tetapi terlihat jelas, saat adegan marah, tim produksi atau kreatif tampak melebih-lebihkan dengan latar belakang musik ataupun raut muka yang sangat mencerminkan kepalsuan. Semua menjadi pertontonan yang memiliki nilai jual, akhirnya masyarakat melihatnya sebagai hal yang wajar dan pantas untuk dilakukan.

Lanjutkan membaca Padamkan Api yang Membakar Hati*

Hukum Yoga

Yoga From steadyhealth.com
Yoga From steadyhealth.com

Di antara seni olahraga yang banyak dipertanyakan masyarakat adalah yoga, yaitu melakukan gerakan-gerakan tubuh dibarengi dengan konsentasi hati dan pikiran. Yoga merupakan salah satu bentuk ibadah umat Hindu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan-Tuhan mereka. Untuk itu, umat Hindu sudah mengenal yoga sejak lama sekali.

Menurut Ust.Yusuf Qardhawi, jika yoga memang benar sebagai ritual ibadah umat beragama tertentu maka seseorang Muslim tidak boleh mempraktikannya dengan niat melakukan ritual ibadah. Sebab, ritual ibadah bagi umat Islam adalah sesuatu yang tauqifi (sudah ditentukan oleh nash agama). Maksudnya, ritual ibadah di dalam Islam tidak berasal dari kreasi para pemeluknya. Siapa pun – walau sudah mencapai derajat keilmuwan dan ketakwaan tinggi – tidak boleh menciptakan bentuk ibadah sendiri, atau menambah-nambahi ibadah yang disyariatkan dengan sesuatu yang lain.

Lanjutkan membaca Hukum Yoga

Santai Sejenak

funny_pictures_human_island4

Setelah penat dengan segala pikiran yang lalu lalang di otak. Pekerjaan yang tiada henti menuntut. Cemooh dan pujian orang yang nimbrung dalam hati. Ekonomi dalam kantong yang tidak menentu. Ditambah lagi lingkungan yang mulai dipenatkan oleh bendera-bendera pemilu. Sudah tidak ada lagi hijau ataupun biru di dalam hati yang berkecamuk. Hawa nafsu yang senantiasa selalu mengganggu. Setan yang berlarian dan selalu menyesatkan. Sehingga kita lelah dan mulai penat dengan hidup yang Allah SWT. berikan kepada semua hambanya tanpa terkecuali. Lanjutkan membaca Santai Sejenak

Digunjing? Berbahagialah!

Apabila Allah hendak menyebar keutamaan

Dia sediakan padanya lidah orang yang dengki

Kalaulah tidak karena nyala api di sekitarnya

Niscaya bau harum kayu gaharu tak dapat diketahui

Perkataan jelek tidak akan memberikan madharat padamu kecuali jika engkau terpengaruh

dengannya, menanggapinya, dan marah karenanya.

Sesungguhnya yang membuatmu sakit adalah karena mendengarnya. (Dr. A’idh Al-Qarni)

Setiap orang tentu pernah mengalami hal seperti ini. Mendengar gunjingan orang dan menjadikan sebuah ingatan yang selalu terngiang-ngiang, terbekas di hati meninggalkan luka yang dalam. Siapa yang tak terluka, dialah yang tegar.

Lanjutkan membaca Digunjing? Berbahagialah!

Pembelaan yang Berdosa

muslimah-eye1

‘Azzah adalah wanita pujaan Kutsayyir. Ia diminta menghadap Ummul Banin binti ‘Abdul’Aziz bin Marwan, saudara perempuan ‘Umar bin ‘Abdul’ Aziz.

“’Azzah, apa makna perkataan Kutsayyir pada syair ‘Semua orang yang berhutang membayar hutangnya; sedang orang yang dihutangi ‘Azzah dikecewakan olehnya’? Apa maksud hutang yang disebutkan ini?” Tanya Ummul Banin.

“Maafkanlah aku,” jawab ‘Azzah.

“Kamu harus menceritakannya kepadaku,” desak Ummul Banin.

“Dulu aku pernah menjanjikan sebuah ciuman untuknya, lalu aku merasa risih melakukannya dan tidak menepati janjiku,”jawab ‘Azzah.

“Tepatilah janjimu kepadanya! Akulah yang akan menanggung dosanyanya! Jamin Ummul Banin untuk ‘Azzah.

Tapi tak berselang lama Ummul Banin tersadar atas kesalahannya. Ia memohon ampun kepada Allah. Karena perkataannya tersebut, ia memerdekakan empat puluh budak. Setiap kali teringat perkatannya itu, ia menangis hingga kerudungnya basah. “Oh, mengapa lidahku tidak bisu saja ketika aku mengucapkannya!”

Lanjutkan membaca Pembelaan yang Berdosa

Tiga Jam yang Berarti di Gaza

Tiga Jam yang Berarti di Jalur Gaza

(Mencoba Belajar Menghargai Waktu dari Peristiwa Gaza)gaza_child

“Makanan dan susu, apalagi yang kita bisa harapkan dalam waktu 3 jam dan kami ingin semua (perang) segera berakhir,” ujar Ahmed Abu Kamel, warga yang tinggal dekat Jalur Gaza seperti dilansir Reuters, Kamis (8/1/2009)

Memang benar, apa yang bisa diharapkan dengan waktu 3 jam. Hanya sedikit hal yang kita peroleh dengan 3 jam. Warga Gaza yang jiwanya kini tidak aman tentu memikirkan beribu-ribu kali hal apa yang hendak dilakukan dalam waktu 3 jam. Sedikit saja terlupa, fatalakibatnya.
Tiga jam yang sangat berarti di jalur Gaza. Jika mereka tertidur, apa yang terjadi? Segala sesuatu yang berkenanan dengan hidupnya akan berkurang. Dalam waktu 3 jam seluruh warga Gaza yang masih selamat segera berpencar mencari makanan dan minuman agar mampu bertahan hidup. Tidak ada lagi yang mereka cari. Keluar rumah pun suatu hal yang menakutkan untuk dilakukan.

180 menit…mengapa begitu? Mengapa hanya segitu?

Terlihat jelas-jelas itu hanyalah omong kosong, mempermainkan rakyat Palestina untuk kalang kabut sendiri. Israel keji tertawa lebar melihat kerumunan manusia yang menangis dan berharap belas kasihan seluruh warga di dunia.

Waktu Kita

Itu adalah sekilas cerita mengenai rentang waktu tiga jam yang ada di negeri Palestina. Namun, banyak hal yang dapat kita pelajari melalui peristiwa di Gaza itu. Manajemen waktu dan mencoba memanfaatkan waktu hanya untuk mengharap ridha Allah SWT.

Lanjutkan membaca Tiga Jam yang Berarti di Gaza

Hakikat Kebahagiaan

Hakikat Kebahagiaan

(Disunting dari buku Al-Hayatu At –Thayyibah oleh Dr.Aidh Al-Qarni)

Banyak pendapat saling berlainan dalam mendefinisikan makna kebahagiaan. Masing-masing memiliki kamus tersendiri sesuai pemahaman dan keyakinan pandangannya terhadap kehidupan, lingkungan, dan wawasan ilmunya. Pendapat mereka berkisar seputar harta, kenikmatan dan kesenangan, kecantikan dan wanita, kemasyuhran dan kearifan, pengetahuan dan seni, hobi dan rekreasi, kebebasan dan bacaan, kemengan dan kesuksesan, serta tuntutan-tuntutan yang lain. Lanjutkan membaca Hakikat Kebahagiaan

Nikmatnya Nikmat-Nya

Tengoklah rumah sakit jiwa, agar anda bisa melihat nikmat akal yang diberikan Allah kepada anda.

Tengoklah bangsal pasien, agar anda bisa melihat nikmat kesehatan yang diberikan Allah kepada anda.

Tengoklah penjara, agar dapat menyaksikan nikmat kebebasan yang diberikan Allah kepada anda.

Lihatlah orang kafir, agar bisa melihat nikmat Islam yang diberikan Allah kepada anda.

Lihatlah tempat kursi duduk orang lumpuh, agar anda dapat melihat nikmat berjalan yang diberikan Allah kepada anda.

Pandanglah orang buta, agar anda dapat melihat nikmat penglihatan yang diberikan Allah kepada anda.

Perhatikanlah orang tuli, agar anda dapat melihat nikmat pendengaran yang dikaruniakan Allah kepada anda.

Perhatikanlah orang bisu, agar anda melihat nikmat bicara yang Allah karuniakan kepada anda.

Secarik puisi indah penggugah jiwa dan hati nurani dari Dr.Aidh Al-Qarni menunjukkan bahwa betapa nikmat yang Allah berikan kepada kita amatlah berlimpah. Namun, betapa sering kita melupakan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Seberapa sering kita gunakan nikmat Allah untuk berbuat hal-hal buruk yang dibenci oleh Allah.Saatnya kita bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah kepada kita. Gunakan nikmat-nikmat yang diberikan Allah untuk berlomba-lomba dalam kebajikan dan berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk ummat.