Arsip Kategori: notes

Andalas, Rancak Bano!!

Jam Gadang
Jam Gadang

Ini adalah kali kedua saya datang ke Ranah Minang. Tidak ada perubahan pada tiap ruas-ruas jalan dari bandara menuju Universitas Andalas. Kebanyakan berupa tanah kosong dan sesekali terdapat rumah makan Padang. Laju sepeda motor berkecepatan standar mengantarkan saya kepada seorang sahabat. Masih sama, tetap baik dan bersahaja. Bedanya kali ini dia membawa kendaraan roda empat untuk menemui saya. Pekerjaannya yang sekarang mengharuskan dia untuk menyetir mobil keliling Padang, Jambi dan beberapa daerah di Sumatera Barat.

Pembukaan yang menakjubkan. Bedanya dulu dengan sekarang saya ke Padang adalah menu pembuka, lontong pical. Tidak terlalu pedas. Hampir mirip seperti ketoprak. Hanya saja disajikan dengan mie kuning dan bumbu pecel. Padang memang jagonya dalam urusan memasak. Petualangan saya di Sumatera Barat menemukan banyak makanan baru yang sederhana, khas, dan tidak bikin saya sakit perut. Iya, aneh memang. Saya termasuk orang yang tidak bisa makan pedas. Tetapi masakan Sumatera Barat tidak membuat saya sakit perut. Padahal jelas, disetiap masakannya selalu memasukkan cabe sebagai bahan utama.

Akan saya jelaskan nanti soal masakan padang. Mungkin pada tulisan khusus mengenai kuliner Sumatera Barat. Itu artinya mengharuskan saya untuk kembali ke Sumatera Barat khusus untuk liputan kuliner, hehehe. Bedanya kali ini saya berkunjung ke Padang tidak hanya sekedar mampir. Pertama, ada sebuah acara menarik yang diadakan oleh Universitas Andalas. Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) wilayah I punya hajat untuk menggantikan koordinator Wilayah I, Stefhi Margy.  Kemudian, janji saya kepada beberapa teman-teman untuk hadir dalam kegiatan ini.  Terpatri dalam hati saya, ini bukan kunjungan tugas seperti biasanya. Saya tidak lagi sebagai Ketua ISMAPETI. Jadilah berbeda dan berbagilah lebih dari apa yang biasa kamu bagi.

Training Kelembagaan
Training Kelembagaan

Pertama, kedatangan saya ke Padang adalah karena adanya Muswil ISMAPETI wilayah I di Universitas Andalas Padang. Saya mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya untuk Stefhi. Telah selesai melaksanakan tugas-tugasnya. Terima kasih telah membantu saya dalam menjalankan tugas dan mengobarkan semangat kami. Saya bilang, Stefhi adalah perempuan yang kuat dan tegar. Sewaktu acara di Jambi, cercaan banyak menghampiri tetapi dia tetap tersenyum dan memeluk sahabat-sahabatnya. Seharusnya dia yang dipeluk oleh sahabat-sahabatnya. Begitu pula dalam muswil ini. Terkadang kemauannya menjadi bahan diskusi tersendiri oleh panitia. Panitia perlu putar otak banyak-banyak. Ya, Stefhi bisa membuat panitia putar otak banyak-banyak. Terbukti beberapa kegiatan yang dihandle Stefhi berjalan dengan baik.

Selamat Buat Kalian Berdua. LPJ Kalian sangat saya terima. haha
Selamat Buat Kalian Berdua. Engkil (Ketua Panitia Muswil) & Stefhi (Koorwil 1 ISMAPETI 2010-2012)

Masalah menjadikan Stefhi lebih dewasa. Jam terbang yang tinggi membuat dia tahu bagaimana menempatkan diri. Hingga pada saat MUSWIL I ini dilaksanakan, banyak perubahan baik pada Stefhi. Ya, ISMAPETI telah banyak menjadikan manusia-manusia lebih dewasa dan mengerti kepentingan orang banyak. Saya banyak terbantu disetiap kehadiran Stefhi. Setiap acara beliau selalu ada untuk mendampingi dan membantu pengurus besar. Sehingga tidak jarang orang-orang memandang ada perasaan pilih kasih dari Ketua Umum. Selalu bermain hanya dengan Korwil I. Sekarang kalian tahu, mengapa saya selalu bersama dengan Korwil I. Beliau membantu kami tanpa harus dipaksa. Tanpa harus tertulis dalam AD/ART. Tanpa perlu persetujuan anggota. Semua dari dalam. Dari hati. Ini yang membuat saya berat untuk tidak hadir dalam acara terakhir yang Stefhi adakan. Mungkin bagi Stefhi, Muswil ini adalah acara istimewa kedua setelah Wisudanya,hehehe.

Sampailah saya ketengah-tengah panitia MUSWIL I di Fakultas Peternakan Univertas Andalas. Tidak ada yang berbeda dari Fakultas Peternakan Andalas. Bedanya hanya terdapat beberapa tempelan MUSWIL di tiap-tiap tiang koridor menuju ruangan. Kampus Andalas tetap membuat saya berdecak kagum. Mewah ditengah bukit yang besar. Andalas, salah satu Universitas favorit saya di bagian Sumatera. Pemandangan yang luar biasa ini saya yakin punya segudang mahasiswa berpotensi. Setibanya di Faterna Unand –singkatan dari Fakultas Peternakan Unand, kalau di UGM, Fapet, saya duduk bersama panitia MUSWIL. Sebelumnya Stefhi sempat mengatakan bahwa panitianya perlu banyak mendapatkan polesan. Saat pertama kali saya duduk, saya sudah merasakan ada sesuatu yang berbeda. Keyakinan saya adalah awalnya akan tampak malu-malu. Saya hanya perlu menjadi seperti mereka. Tidak ada yang berbeda. Saya berpikir mereka telah mengetahui saya lebih dahulu –Ke-GR an,hehehe, dan pandangan yang mereka buat tentang saya tentu beraneka ragam.

Bersama Peserta dan Panitia Muswil di Padang Mangatas
Bersama Peserta dan Panitia Muswil di Padang Mangatas

Lanjutkan membaca Andalas, Rancak Bano!!

Iklan

Belajar Kerja Keras dari Julie Shie

Tepat satu minggu yang lalu. Saya berdiskusi dengan orang hebat yang baru saya kenal. Awalnya saya tidak tahu bahwa beliau adalah orang hebat. Tetapi setelah berbincang, beliau cukup memberikan banyak inspirasi. Pengetahuan dan nasionalis yang hebat. Beliau yang mengawali perbincangan. Saat itu tepat pukul 12 malam di Terminal 1 Bandara Soetta. Ini kali ke-4 saya menginap di Bandara Soetta, biasanya saya tidur di Mushola atau menulis blog. Dan pada waktu ke-4 ini saya diberi kesempatan Tuhan untuk berbincang dengan pengusaha hebat dari negeri tetangga, Singapura.

Beliau, Julie Shie, ibu muda kelahiran Aceh. Kini tinggal  di Singapura dan Thailand bersama suami dan anak-anaknya. Sangat sibuk karena memiliki banyak usaha dan pekerjaan. Menunjukkan beliau tipe wanita kerja keras dan pantang menyerah. Dari kecil sudah belajar berbisnis dan hingga kini menjadi inspirasi masyrakat sebagai wanita dibawah 40 tahun yang sudah memiliki banyak usaha. Perbincangan ini membuat saya berpikir bahwa bu Julie telah banyak pengalaman bisnis semenjak kecil. Sudah bisa bertindak mandiri dan terbiasa berkerja keras sedari kecil.

Kehidupannya di Singapura, Thailand, Indonesia, China dan sebagainya memberikannya kesempatan untuk menguasai bahasa-bahasa setempat. Mungkin lebih dari 5 bahasa yang dikuasi oleh Julie Shie. Kantornya di Marina Bay Singapura memberikannya banyak peluang untuk membangun usaha-usaha lainnya. Rencananya bu Julie, akan membangun proyek-proyek di Indonesia dan negara-negara lainnya. Kerja keras, pantang menyerah, dan disiplin. Tidak hanya itu, yang paling mengangumkan adalah beliau sangat nasionalis.

Lanjutkan membaca Belajar Kerja Keras dari Julie Shie

Ledakan ATM di Yogyakarta

Jumat (7/10) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB terjadi ledakan bom di Jalan Affandi (dulu jalan Gejayan). Ledakan terjadi di ATM BRI, terletak antara VIKITA swalayan dan Toko SIMURA. Ke arah timur sekitar 500 meter dari Fakultas Peternakan UGM, sebelah selatan Mirota Gejayan. Berikut dokumentasi di TKP…

ATM BRI yang terbakar karena ledakan
ATM BRI yang terbakar karena ledakan
Ups...Putung Rokok siapa nih? Terbakar karena Rokok atau Bom?
Ups...Putung Rokok siapa nih? Terbakar karena Rokok atau Bom?
Cek TKP
Cek TKP
ATM BRI berdampingan dengan ATM BNI
ATM BRI berdampingan dengan ATM BNI
ATM BRI dekat VIKITA Swalayan
ATM BRI dekat VIKITA Swalayan

Original post by : Yogi Sidik.
Photo by: Idham.

Notes From Thai #7

The Power Of Silaturahim (1)

            Setelah beberapa hari di Thailand akhirnya kembali bertemu teman satu bangsa satu negara, Indonesia. Beruntungnya lagi adalah satu Almamater, Universitas Gadjah Mada. Beliau kuliah di Chiang Mai University, memperdalam ilmu sosial untuk kepentingan Indonesia, heheh. Sudah 3 bulan tinggal di Chiang Mai, cukup ngerti daerah sekitar Chiang Mai.

            Berawal dari Facebook (Kayak lagunya Gigi, heheh), dikenalkan oleh ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Thailand. Kemudian sepakat untuk bertemu di Maejo University. Tetapi sayang, Maejo cukup jauh dari pusat kota Chiang Mai sehingga perlu waktu lama. “Wah mas, saya cari di google map dulu ya, saya kurang tahu tempat tinggal panjenengan” katanya.

            Sepakat, tidak perlu dijemput, memberanikan diri untuk naik angkot atau song thaew dari Maejo ke Chiang Mai City. Walaupun nggak ngerti bahasa Thailand tapi tetap jalan. Bersyukur ada pak Ibrahim, penjual kopi di tempat makan dekat universitas. Saya mendapat banyak informasi dari beliau. Dengan semangat, beliau menerangkan dan mengantarkan sampai saya dapat song thaew bewarna hijau.

            Pergi ke Kota Chiang Mai dari Maejo cukup keluarkan uang 18 Baht untuk membayar Song Thaew. Dari Maejo menggunakan Song Thaew bewarna HIJAU! Ingat, warna hijau, jangan sampai salah. Di Thailand ada banyak warna Song Thaew dengan berbeda-beda tujuan. Song Thaew warna kuning menuju Mae Rim di sebelah utara, Song Thaew warna biru menuju Sarapee dan Lamphun di selatan, sedangkan warna hijau menuju Chiang Mai. Jangan sekali-kali nawar pake bahasa Inggris karena bakal dinaikin harganya, heheh. Sebelum pergi, tanya informasi harga dulu ke teman. Green Song Thaew seperti ini.

Green Song Thaew
Green Song Thaew

            Lanjutkan membaca Notes From Thai #7

Notes From Thai #6

Nikmat Wudhu di Air Terjun Bua Tong

            Air mengalir sampai jauh. Mengalir melewati berbagai macam rintangan. Air mampu melewati batu-batu yang mengahadang. Berjalan disela-selanya. Mengalir pelan disaat suasana tenang. Deras saat kondisi sangat keras. Bahkan terjatuh dari ketinggian yang jauh. Allah SWT. menggerakkan aliran air hingga kelaut dan akhirnya terjadi siklus yang luar biasa.

            Thailand terkenal dengan wisata alamnya. Salah satunya adalah Bua Tong Waterfall. Air terjun ini terletak 45 km dari kota Chiang Mai. Kami rombongan pergi ke Air Terjun menggunakan 2 mobil pribadi. Menghabiskan waktu sekitar 45 menit dari Universitas Maejo. Rindang dan sepi, tidak tampak seperti tempat wisata. Memang tempat istimewa ini nggak banyak diketahui oleh orang asing hanya orang lokal yang mengetahui air terjun Bua Tong. Kalau kita ke Thailand mesti sempatkan mampir ke air terjun Bua Tong, lumayan buat menyegarkan pikiran (heheh…)

            Air terjunnya kecil tetapi sangat menyegarkan. Warna bebatuannya cukup unik, coklat kekuningan. Ajaibnya walau batu tersebut terlihat licin tetapi ternyata dapat dengan mudah dinaiki tanpa terpelesat. Aliran airnya tidak begitu deras sehingga mudah untuk menaiki tiap undak bebatuan hingga sampai ke atas. Dan saya perlahan menaiki bebatuan, heheh.

Bua Tong Waterfall
Bua Tong Waterfall

            Sesampai di atas kita dapat menikmati pemandangan hutan yang hijau dan menyejukkan. Semakin keatas berjalan akan menemui tempat yang dianggap suci bagi penduduk sekitar. Di tempat tersebut terdapat tempat sembahyang dan cekungan air suci yang dapat diambil dan dibasuhkan ke rambut pengunjung tanpa dikenakan biaya. Disinilah cikal bakal sejarah air terjun Buo Tong. Kalian bakal ngeliat catatan sejarah adanya cekungan air suci tersebut. Agak mistik..huhuhu

            Air terjun Bua Tong sangat menyegarkan. Saya menyempatklan diri untuk berwudhu, menikmati setiap basuhan air terjun Bua Tong. Memang tampak berbeda saat kita mengambil air wudhu langsung dari Alam. Khusyu tanpa ada gangguan, tenang mengalir tanpa ada hambatan. Kemudian duduk sambil merenung dan menikmati salah satu keindahan yang Allah SWT. berikan di negeri gajah putih.

            “…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (Ali Imran, 3:191).

  Lanjutkan membaca Notes From Thai #6

Notes From Thai #5

Mengenal Telur Lebih Dekat

            Telur memang spesial. Khususnya minggu ini, telur begitu spesial. Kegiatan yang dilakukan pertama kali adalah mengambil telur pada pagi dan sore hari. Total telur yang bisa dikumpulkan di Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Maejo (MJU) sekitar 5000 butir telur. Jumlah telur yang diambil di pagi hari lebih banyak daripada sore hari. Kira-kira sebanyak ini telur yang berhasil kita koleksi.

Panen Telur Pagi Hari
Panen Telur Pagi Hari

            Manajemen peternakan ayam petelur di MJU memang cukup baik. Telur yang berhasil dikoleksi dan diseleksi dijual dengan harga 2.5 Baht (1 Baht= 300 Rupiah). Berat telur rata-rata 45-55 gram. Setiap hari kecuali hari kamis, diambil dua kali secara rutin. Pada kamis, telur diambil pukul 1 siang, sedangkan pagi dan sore tidak diambil lagi. Dikarenakan pada pagi hari melakukan kegiatan vaksinasi.

            Tiap hari mengumpulkan telur dan merebutnya dari ayam membuat saya mengingat kembali pelajaran tentang telur dan unggas. Kapan mulai terbentuknya putih telur hingga keluarnya telur. Telur-telur yang dikonsumsi adalah telur infertil atau bukan berasal dari pembuahan. Telur tidak dieramkan dan tidak terjadi perkembangan embrionik pada telur yang dikeluarkan. Jadi, tidak ada calon anak ayam di dalam telur, heheh.

Lanjutkan membaca Notes From Thai #5

Notes From Thai #4

Serang Penyakit Ayam dengan Vaksin

            Pagi ini matahari sangat terik menyapa Chiang Mai. Hari ini pagi-pagi benar harus segara datang ke kandang. Ayam-ayam kecil umur sehari sudah menunggu. Day Old Chick (DOC) atau ayam umur sehari datang satu minggu sekali ke fakultas peternakan Universitas Maejo. Sebelum masuk kandang, DOC diberi vaksin agar siap menikmati hidupnya, heheh.

            Menarik, mahasiswa tingkat tiga di Fakultas Peternakan Universitas Maejo sudah dapat melakukan vaksin untuk DOC komersil. Mereka melakukan injeksi dan spray dengan didampingi oleh dosen atau seniornya. Seakan-akan seperti bekerja di perusahaan profesional, semua orang mengetahui tugas dan perannya masing-masing. Kegiatan berwirausaha seperti menjadi kegiatan yang berkorelasi erat dengan belajar di kelas.

            Tidak mencari keuntungan yang setinggi-tingginya hanya untuk kepentingan bisnis tetapi untuk belajar. Terbukti saat saya membawa telur dan Prakk…terjatuh 7 rak berisi telur penuh. Satu rak berisi 30 butir telur. Beruntung penjaga kandang tidak marah-marah menggunakan bahasa Thailand, dia hanya tersenyum dan memaafkan. Ini hasil kejahilan saya, heheh…

Prakk
Prakk

            Program kesehatan awal yang diberikan kepada DOC adalah pemberian vaksin secara injeksi dan spray atau penyemprotan. Vaksin wajib diberikan kepada DOC yang akan dilakukan pemeliharaan. Lebih dari 10 kotak  berisi sekitar 100 DOC siap divaksin.

            Vaksin yang diberikan secara injeksi yaitu ND (New Castle Disease) dan Infectious Bursal Disease (IBD). Injeksi dilakukan pada bagian subkutan DOC. Vaksin ND bewarna putih susu sedangkan IBD bewarna biru tua. Keduanya diberikan secara berbeda atau tidak dicampur. Ini dia, saat-saat dilakukannya vaksin ayam.

Nge-Vaksin Rame Rame
Nge-Vaksin Rame Rame

            Lanjutkan membaca Notes From Thai #4

Notes From Thai #3

Mencintai Pemimpin, Mencintai Negara

            Hari ini begitu spesial. Selepas pulang kandang, ayunan sepeda berhenti. Langkah tiap orang melemah dan kemudian terdiam. Kepala mereka tertunduk kebawah. Seakan tiba raja dari langit. Semua aktivitas berhenti, hanya beberapa kendaraan asing yang melintas. Rombongan mahasiswa yang hari ini mengikuti kegiatan juga terdiam sejenak. Saya sebagai orang asing pun demikian, berhenti dan mengambil gambar kegiatan yang tidak pernah saya temui sebelumnya.

            Pukul 18.00 semua aktivitas berhenti. Hanya terdiam dan menunduk mendengarkan lagu yang diputar melalui pengeras suara. Hanya mendengarkan lagu semua orang berhenti? Begitu spesialnya lagu ini hingga membuat hening suasana. Semua tampak khidmat kecuali orang-orang yang tidak mengerti termasuk saya. Yupz, lagu itu adalah lagu kebangsaan Thailand. Lagu yang menjadi sangat wajib didengarkan oleh seluruh penduduk yang mendatangi Thailand dan mendengarkannya. Kira-kira seperti ini suasana pukul 18.00 saat lagu nasional Thailand diputar.

Suasana saat diputar lagu kebangsaan di Universitas Maejo
Suasana saat diputar lagu kebangsaan di Universitas Maejo

 Lagu Nasional

            Phleng Sansoen Phra Barami adalah nama lagu kebangsaan Thailand ini. Lagu ini diputar pada awal program siaran radio dan televisi. Musiknya didasarkan pada sebuah lagu Raja Thailand sehingga terkedang orang-orang menyebutnya lagu Kerajaan. Aransemen lagu diciptakan oleh seorang komposer Rusia bernama Pyotr Schrovsky.

Lanjutkan membaca Notes From Thai #3

Notes From Thai #2

Istiqomah, Lurus Maju Terus

            Istiqomah adalah satu kata yang mudah diucapkan. Tampaknya memang mudah untuk dilakukan. Saat berjalannya waktu, kekuatan Istiqomah melemah dan tidak terlihat. Proses interaksi dengan lingkungan luar mendukung turunnya Istiqomah. Terpenting dalam menciptakanannya kembali adalah selalu ingat pada Allah SWT. atas apa yang kita kerjakan dan terucapkan. “Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah, 9:105).

Hidup di negeri orang merupakan tantangan baru yang saya jalani saat ini. Beragam kebudayaan dan perliku masyarakat yang berbeda dapat menjadi keindahan apabila menyikapinya dengan benar. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk saya mengenal lingkungan di Chiang Mai. Tetapi melakukan kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan di Indonesia terkadang terlupakan. Utamanya beribadah.

Disekitar dormitory, tidak ada terdengar suara Adzan atau bacaan Al-Qur’an. Semuanya bersorak sorai dengan bahasa dari negara masing-masing. Sebagian besar yang mendiami dormitory ini adalah masyrakat dari China, Taiwan dan Philipina yang melanjutkan sekolah atau pertukaran pelajar. Dormitory disediakan khusus untuk mahasiswa internasional yang melakukan kegiatan pendidikan. Alhamdulillah juga ketemu orang Indonesia (Surabaya lagi rek..heheheh) yang sedang belajar di Maejo University. Jadi mudah untuk mengingatkan jika ada hal yang salah atau bertentangan dengan kebiasaan di Indonesia. Ini dormitorynya, kecil tapi nyaman.

International Student DormitoryInternational Student Dormitory

            Menjadi konsisten adalah perbuatan mulia. Setan tidak menghendaki manusia untuk melakukan perbuatan mulia. Terkadang setiap menit masuk bisikan dari setan untuk bertindak tidak baik. Ada saja perilaku yang menimbulkan efek negatif. Yupz, setan emang nggak tahu diri, godainnya kadang-kadang keterlaluan. Jadi jangan sampai kita dekatin mereka, sekali dekat bakal ketagihan heheheh.. Dengan kekuatan Istiqomah akan menghukummu. Sepertinya dengan metode hukumuan ala Sailormon (kartun jaman kapan neh..) akan menimbulkan efek jera pada diri dan senantiasa terlindungi.

Lanjutkan membaca Notes From Thai #2

Notes From Thai #1

Berburu Makanan Halal di Chiang Mai

            Melewati daratan Yangon hingga tiba di Chiang Mai. Bandaranya kecil tetapi cukup bersih. Orang-orang berbaris menunggu penumpang. Mr.Yogi Sidik Prasojo, dijemput oleh mahasiswi dari Universitas Maejo. Lega tidak perlu menunggu lama. Menggunakan mobil bewarna silver melaju kencang menuju Universitas Maejo.
Faculty of Animal Science and Technology terletak di bagian timur Universitas Maejo. Disamping jalan tidak tampak seperti jalan kampus melainkan rumah-rumah yang menjual makanan. Kegiatan hari pertama begitu cepat, sampai di Fakultas harus mengikuti rapat perkenalan dan selesai itu menuju penginapan.
Makanan yang terlihat di papan rumah makan memang sangat menggiurkan tetapi berbahaya. Tidak ada satupun restauran disekitar jalan yang tidak menggunakan produk babi. Wah, perut sudah tidak tahan, mie instan (semua pasti tahu merknya, hahaha) yang saya bawa ada di kantor utama. Hujan turun, berhenti sejenak di tempat makan. That’s right, dugaan kita benar, penjualnya tidak mengerti bahasa Inggris dan sepertinya semua yang dijajakan mengandung babi. Menunggu lama untuk memutuskan mengisi perut.
Penjual mundur satu langkah kebelakang. Dan…taraaaa. Barisan telur-telur di rak menjadi pertanda bahwa saya harus segera makan. Seperti memainkan Angry Bird mencari telur emas. Saya sebagai Angry Bird dan menemukan telur emas. Saatnya makan…

 

Kita adalah apa yang kita makan

            Allah SWT. menginginkan tubuh kita tetap bersih dan terjaga kesehatannya. Makanan yang bergizi dan halal memberikan dampak baik bagi metabolisme tubuh kita. Kita adalah apa yang kita makan. Saat makanan di mulut, makanan diteruskan ke rongga mulut setelah dikunyah oleh gigi. Proses mastikasi diakhiri dengan oklusi yaitu saat rahang bawah tetap tempat dan gigi dari atas mulai mendekat. Ukuran yang kecil tersebut memungkin darah dan cairan getah bening mengangkut menuju sel-sel tubuh yang memerlukan.

Lanjutkan membaca Notes From Thai #1