Arsip Kategori: pendongkrak semangat

Andalas, Rancak Bano!!

Jam Gadang
Jam Gadang

Ini adalah kali kedua saya datang ke Ranah Minang. Tidak ada perubahan pada tiap ruas-ruas jalan dari bandara menuju Universitas Andalas. Kebanyakan berupa tanah kosong dan sesekali terdapat rumah makan Padang. Laju sepeda motor berkecepatan standar mengantarkan saya kepada seorang sahabat. Masih sama, tetap baik dan bersahaja. Bedanya kali ini dia membawa kendaraan roda empat untuk menemui saya. Pekerjaannya yang sekarang mengharuskan dia untuk menyetir mobil keliling Padang, Jambi dan beberapa daerah di Sumatera Barat.

Pembukaan yang menakjubkan. Bedanya dulu dengan sekarang saya ke Padang adalah menu pembuka, lontong pical. Tidak terlalu pedas. Hampir mirip seperti ketoprak. Hanya saja disajikan dengan mie kuning dan bumbu pecel. Padang memang jagonya dalam urusan memasak. Petualangan saya di Sumatera Barat menemukan banyak makanan baru yang sederhana, khas, dan tidak bikin saya sakit perut. Iya, aneh memang. Saya termasuk orang yang tidak bisa makan pedas. Tetapi masakan Sumatera Barat tidak membuat saya sakit perut. Padahal jelas, disetiap masakannya selalu memasukkan cabe sebagai bahan utama.

Akan saya jelaskan nanti soal masakan padang. Mungkin pada tulisan khusus mengenai kuliner Sumatera Barat. Itu artinya mengharuskan saya untuk kembali ke Sumatera Barat khusus untuk liputan kuliner, hehehe. Bedanya kali ini saya berkunjung ke Padang tidak hanya sekedar mampir. Pertama, ada sebuah acara menarik yang diadakan oleh Universitas Andalas. Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) wilayah I punya hajat untuk menggantikan koordinator Wilayah I, Stefhi Margy.  Kemudian, janji saya kepada beberapa teman-teman untuk hadir dalam kegiatan ini.  Terpatri dalam hati saya, ini bukan kunjungan tugas seperti biasanya. Saya tidak lagi sebagai Ketua ISMAPETI. Jadilah berbeda dan berbagilah lebih dari apa yang biasa kamu bagi.

Training Kelembagaan
Training Kelembagaan

Pertama, kedatangan saya ke Padang adalah karena adanya Muswil ISMAPETI wilayah I di Universitas Andalas Padang. Saya mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya untuk Stefhi. Telah selesai melaksanakan tugas-tugasnya. Terima kasih telah membantu saya dalam menjalankan tugas dan mengobarkan semangat kami. Saya bilang, Stefhi adalah perempuan yang kuat dan tegar. Sewaktu acara di Jambi, cercaan banyak menghampiri tetapi dia tetap tersenyum dan memeluk sahabat-sahabatnya. Seharusnya dia yang dipeluk oleh sahabat-sahabatnya. Begitu pula dalam muswil ini. Terkadang kemauannya menjadi bahan diskusi tersendiri oleh panitia. Panitia perlu putar otak banyak-banyak. Ya, Stefhi bisa membuat panitia putar otak banyak-banyak. Terbukti beberapa kegiatan yang dihandle Stefhi berjalan dengan baik.

Selamat Buat Kalian Berdua. LPJ Kalian sangat saya terima. haha
Selamat Buat Kalian Berdua. Engkil (Ketua Panitia Muswil) & Stefhi (Koorwil 1 ISMAPETI 2010-2012)

Masalah menjadikan Stefhi lebih dewasa. Jam terbang yang tinggi membuat dia tahu bagaimana menempatkan diri. Hingga pada saat MUSWIL I ini dilaksanakan, banyak perubahan baik pada Stefhi. Ya, ISMAPETI telah banyak menjadikan manusia-manusia lebih dewasa dan mengerti kepentingan orang banyak. Saya banyak terbantu disetiap kehadiran Stefhi. Setiap acara beliau selalu ada untuk mendampingi dan membantu pengurus besar. Sehingga tidak jarang orang-orang memandang ada perasaan pilih kasih dari Ketua Umum. Selalu bermain hanya dengan Korwil I. Sekarang kalian tahu, mengapa saya selalu bersama dengan Korwil I. Beliau membantu kami tanpa harus dipaksa. Tanpa harus tertulis dalam AD/ART. Tanpa perlu persetujuan anggota. Semua dari dalam. Dari hati. Ini yang membuat saya berat untuk tidak hadir dalam acara terakhir yang Stefhi adakan. Mungkin bagi Stefhi, Muswil ini adalah acara istimewa kedua setelah Wisudanya,hehehe.

Sampailah saya ketengah-tengah panitia MUSWIL I di Fakultas Peternakan Univertas Andalas. Tidak ada yang berbeda dari Fakultas Peternakan Andalas. Bedanya hanya terdapat beberapa tempelan MUSWIL di tiap-tiap tiang koridor menuju ruangan. Kampus Andalas tetap membuat saya berdecak kagum. Mewah ditengah bukit yang besar. Andalas, salah satu Universitas favorit saya di bagian Sumatera. Pemandangan yang luar biasa ini saya yakin punya segudang mahasiswa berpotensi. Setibanya di Faterna Unand –singkatan dari Fakultas Peternakan Unand, kalau di UGM, Fapet, saya duduk bersama panitia MUSWIL. Sebelumnya Stefhi sempat mengatakan bahwa panitianya perlu banyak mendapatkan polesan. Saat pertama kali saya duduk, saya sudah merasakan ada sesuatu yang berbeda. Keyakinan saya adalah awalnya akan tampak malu-malu. Saya hanya perlu menjadi seperti mereka. Tidak ada yang berbeda. Saya berpikir mereka telah mengetahui saya lebih dahulu –Ke-GR an,hehehe, dan pandangan yang mereka buat tentang saya tentu beraneka ragam.

Bersama Peserta dan Panitia Muswil di Padang Mangatas
Bersama Peserta dan Panitia Muswil di Padang Mangatas

Lanjutkan membaca Andalas, Rancak Bano!!

Iklan

Terimakasih PB ISMAPETI, Kalian Hebat!

ki-ka: Hendrik, Yogi, Heru, Farid, Putri, Saddam
ki-ka: Hendrik, Yogi, Heru, Farid, Putri, Saddam


Satu bulan yang lalu dilaksanakan MUNAS ISMAPETI di Bandung. Pengurus Besar ISMAPETI periode 2010-2012 demisioner. Tugas-tugas selama 2 tahun diemban, berhasil dilaksanakan sebaik-baiknya. Tidak jarang cemooh datang disaat sedang semangat bekerja. Jatuh dan butuh motivasi lebih. Pujian juga terkadang datang bertubi-tubi. Tidak banyak mengharapkan pujian. Senyuman dari orang-orang saja sudah menyenangkan untuk kami yang bekerja.

Selama pengurus besar bekerja, sangat banyak yang bertanya tentang fungsi pengurus besar. Tidak nyata, absurd, bahkan ada yang menganggap tidak berguna. Pekerjaannya memang tidak terlihat, semua bertumpu kepada ketua umumnya. Saat semua orang bertanya, benar adanya jika yang diinginkan adalah karya nyata. Ibarat sebuah orchestra, satu saja yang tidak bunyi, penonton akan mendengar yang berbeda. Tetapi itu musik, perlu kesempurnaan untuk hiburan penonton. Kerja PB ISMAPETI tidak semata memainkan irama musik tetapi mendaki pegunungan. Ada kalanya banyak tantangan saat kita mulai sampai puncak. Hebat, apabila berhasil sampai ke puncak.

Sampai ke puncak dan bendera ditancapkan. Keberhasilan yang berbaur dengan kepuasaan tiada tara. Menancapnya bendera di puncak adalah dukungan semua yang ikut pendakiaan. DIsaat yang lain menggigil kedinginan, teman yang lain menghangatkan. Saat tiba-tiba air minum habis, teman yang lain memberikan sedikit air minumnya. Keberhasilan tidak akan dikibarkan sendirian. Mantapnya kepengurusan ISMAPETI 2010-2012 juga kerja banyak pihak. Curahan gagasan dan tenaga banyak orang. Pengurus Besar ISMAPETI bekerja maksimal dalam 2 tahun terakhir ini.

Lanjutkan membaca Terimakasih PB ISMAPETI, Kalian Hebat!

Belajar Kerja Keras dari Julie Shie

Tepat satu minggu yang lalu. Saya berdiskusi dengan orang hebat yang baru saya kenal. Awalnya saya tidak tahu bahwa beliau adalah orang hebat. Tetapi setelah berbincang, beliau cukup memberikan banyak inspirasi. Pengetahuan dan nasionalis yang hebat. Beliau yang mengawali perbincangan. Saat itu tepat pukul 12 malam di Terminal 1 Bandara Soetta. Ini kali ke-4 saya menginap di Bandara Soetta, biasanya saya tidur di Mushola atau menulis blog. Dan pada waktu ke-4 ini saya diberi kesempatan Tuhan untuk berbincang dengan pengusaha hebat dari negeri tetangga, Singapura.

Beliau, Julie Shie, ibu muda kelahiran Aceh. Kini tinggal  di Singapura dan Thailand bersama suami dan anak-anaknya. Sangat sibuk karena memiliki banyak usaha dan pekerjaan. Menunjukkan beliau tipe wanita kerja keras dan pantang menyerah. Dari kecil sudah belajar berbisnis dan hingga kini menjadi inspirasi masyrakat sebagai wanita dibawah 40 tahun yang sudah memiliki banyak usaha. Perbincangan ini membuat saya berpikir bahwa bu Julie telah banyak pengalaman bisnis semenjak kecil. Sudah bisa bertindak mandiri dan terbiasa berkerja keras sedari kecil.

Kehidupannya di Singapura, Thailand, Indonesia, China dan sebagainya memberikannya kesempatan untuk menguasai bahasa-bahasa setempat. Mungkin lebih dari 5 bahasa yang dikuasi oleh Julie Shie. Kantornya di Marina Bay Singapura memberikannya banyak peluang untuk membangun usaha-usaha lainnya. Rencananya bu Julie, akan membangun proyek-proyek di Indonesia dan negara-negara lainnya. Kerja keras, pantang menyerah, dan disiplin. Tidak hanya itu, yang paling mengangumkan adalah beliau sangat nasionalis.

Lanjutkan membaca Belajar Kerja Keras dari Julie Shie

Ini Jumat. Saya dan Semua Suka.

Ini jumat dan saya menyukainya. Di setiap hari jumat ada yang berbeda. Pertama, di hari inilah waktunya buat perencanaan untuk seminggu kedepan. Kedua, evaluasi gerakan-gerakan yang sudah dilakukan. Ketiga, hari penuh ibadah, semua rapi dan wangi menyiapkan diri ke Masjid. Keempat, besuknya libur dan bisa menikmati panorama sekitar -panorama kos yang begitu-begitu saja,,haha. Sebenarnya nggak libur-libur benar untuk hari sabtu atau minggu, semua diisi dengan penyelesaian tugas-tugas yang lalu. Nah ini dia yang merepotkan, menyelesaikan kegiatan yang tertunda. Tapi menyelesaikannya dengan baik adalah cara yang bijaksana untuk menyudahi tugas-tugas yang telah lalu. Apa yang kamu lakukan di hari Jumat ini? Punya jadwal mingguan yang belum diselesaikan? Selamat berhari jumat.

Bangun!! Sudah 2013.

Saya adalah seseorang yang terkadang tidak bisa menahan diri untuk melakukan sesuatu diluar perencanaan. Tidak mudah membuatnya untuk tidak dilakukan. Saat waktunya tiba, saya baru menyadari kalau itu belum layak dilakukan, dibeli, diucapkan atau apapun yang terkait dengan kata kerja. Saya bersyukur memiliki sikap yang belum baik sehingga saya berusaha terus menjadikannya lebih baik. Penyesalan terhadap apa yang telah dilakukan bukanlah sebuah sikap seorang ksatria. Bisa dipastikan ketidak tenangan akan terjadi jika penyesalan dilakukan. Menangis diatas kebodohan sendiri dan lari dari kenyataan yang dibuat sendiri adalah pejuang yang kalah sebelum perang. Saya menyukai sebuah kalimat, “Manusia hanya sebatas merencanakan, Tuhanlah berkehendak”. Kalau saya manusia yang baik tentu akan merencanakan segala sesuatunya dengan baik. Sejak itu saya menjadi lebih baik dalam merencanakan sesuatu. Bahkan menjadikan sesuatu yang nyata. Ketidak tahuan terhadap sesuatu, belum merasa mampu untuk bersikap baik dan ingin memperbaiki diri adalah kekuatan untuk berkerja keras, disiplin dan sabar terhadap sesuatu apapun. Selamat menikmati awal tahun dengan mampu membuat perubahan sekecil apapun, dimulai dari sendiri. Realistis melihat kedepan menjadi lebih baik. Bangun!! Banyak keajaiban yang belum kamu rasakan.

Kerja Keras!

Semangat. Terkadang berada di atas puncak. Terkadang berada sangat bawah. Hidup kita menciptakan gelombang yang menakjubkan pren. Tapi pren, kita punya tanggung jawab untuk menjaganya agar tidak hilang. Biar nggak hilang pren, tunjukkan semangatmu kepada lingkungan luar. Agar semua orang tahu bahwa semangatmu perlu diperhatikan. Banyak yang membutuhkan semangat terbaikmu pren. Mau bukti?

Baru saja saya menonton televisi dengan tayangan cukup menarik. Undercover Boss. Bercerita tentang bos yang menyamar dan mencoba mengetahui keadaan setiap tokonya yang tersebar di seluruh dunia. Jelas tujuannya adalah menemukan sesuatu berharga untuk menjadi Bos dan Karyawan lebih baik. Saat ini giliran Bos Pengembangan Usaha salah satu penyedia roti lapis yang terkenal di seluruh dunia, Subway.

Mereka Bekerja Keras

Bos pengembangan yang telah menyamar menjadi karyawan baru mencoba belajar dan bertanya banyak informasi kepada setiap kepala cabang yang ditemui. Dikunjunginya empat kedai Subway yang tersebar di beberapa lokasi. Bos tersebut menemukan hal-hal menarik. Di awal pekerjaannya, dipertemukannya dengan kepala cabang berumur 19 tahun. Bekerja keras untuk membiayai kuliahnya. Berjuang hidup hanya bersama ayahnya yang bekerja sebagai pemasang karpet komersil. Watak bos kecil ini sangat keras. Pekerja keras penuh inovasi.

Lanjutkan membaca Kerja Keras!

Sabar Bro…

Begitu unik dan mengalir. Ketika semuanya dirasakan telah ada yang mengatur. Terasa ringan dan menyenangkan. Ketika semua akan indah pada saat yang tepat. Setiap orang memiliki cara untuk menjalani kehidupannya. Bereaksi terhadap semua yang terjadi. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan masalahnya dengan baik dan bertanggung jawab.

Bulan lalu, menjadi bulan yang cukup sibuk bagi saya. Perlu menangani kegiatan organisasi yang letaknya jauh dari Yogyakarta, Mataram. Memang kegiatan yang diadakan ini cukup unik dan penuh tantangan. Semua tidak sesuai dengan hasil survey di awal tahun. Banyak dilakukan perubahan.

Saat itu, langit Mataram sudah sangat gelap. Saya berkesempatan untuk menginap semalam di kost mantan ketua bem. Banyak bercerita tentang kondisi adik angkatannya. Kondisi fakultas dan universitas. Ceritanya cukup menarik. Hingga di satu waktu saya perlu berpikir ulang untuk melakukan kegiatan yang telah saya susun. Ya, saya harus merubah 1800 rencana kerja saya selama di Mataram. Saya harus turut andil seluruh kegiatan ini. Hingga berakhirnya kegiatan.

Lanjutkan membaca Sabar Bro…

Friday in Chiang Mai

Notes From Thai #9

                Assalamu’alaikum, how are you today? Are you Ok? I hope so. Alhamdulillah. Now, i feel better than yesterday. Every Friday feel different, Especialy in Chiang Mai. Every Friday, i had taken free time for praying. I must see my friend for going to Masjid. It’s not easy, but i get easier. Alhamdulillah.

Masjid At-Tawqa, Chiang Mai
Masjid At-Taqwa, Chiang Mai

                Abu Hurairah reported: The Prophet Muhammad said, “ The Best day on which the sun has risen is Friday. On that day Adam was created, he was admitted to Jannah, and he was expelled therefrom.” (Muslim)

                There are no Masjid near Maejo University. I totally need more than 30 minutes a day for praying in Masjid. It’s challange. It’s same with my first home in Bali. Sometimes this event make me lazy but we must wake up. Keep spirit and keep moving on. Arrive at Masjid, Sholat, Worship. It’s make me feel almost like have been better and reborn.

Lanjutkan membaca Friday in Chiang Mai

Kerjakan Lebih Baik, Selesaikan Lebih Cepat, dan Menjadi Lebih Bermanfaat

from google.com

Inilah yang saya sebut sebagai program implementasi. Segala hal yang telah dipikirkan segera dikerjakan tanpa perlu menunda-nunda. Cuma rasa malas dan sebab beralasan lainnya yang bisa menghentikan program implementasi. Saya juga merasakan bagaimana ada penghalang besar disaat tugas mulai datang. Mengapa saya menulis? Salah satunya adalah pergi dari kejenuhan dan kembali berpikir hal postif untuk melakukan tindakan yang lebih bermanfaat. Rasulullah saw pernah bersabda, “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama” (HR. Thabrani). Hayo..masih aja malas-malasan  untuk tidak membuat suatu yang bermanfaat? Hehehe…

Kenapa malas atau sikap menunda-nunda bisa datang tiba-tiba? Nah..ini dia yang susah menjawabnya. Mungkin sebagian orang akan menjawab, “ntar aje deh masih lama dikumpulinnya” atau “males aje”. Penulis juga merasakan hal yang sama, hehehe…terkadang kita melenakan sesuatu yang masih lama padahal sudah jelas-jelas tugas itu mempunyai batas akhir pengerjaan. Kalau kita tidak mengerjakan tugas itu maka kita ibarat punya makanan yang belum kita habiskan dan disaat waktu makanan diangkat karena waktu habis, kita segera melahapnya dengan tergesa-gesa bahkan tanpa dikunyah langsung telan. Berbeda jikalau makanan yang dimakan dikunyah terlebih dahulu dan dinikmati tiap makanan yang ditelan.

Lanjutkan membaca Kerjakan Lebih Baik, Selesaikan Lebih Cepat, dan Menjadi Lebih Bermanfaat

Padamkan Api yang Membakar Hati*

from kaskus.com
from kaskus.com

Dari pagi hingga petang, siaran televisi hanya berisi amarah yang membahana. Opini masyarakat dari jaringan telepon diungkapkan dengan nada gusar dan terlihat sangat marah. Sejak pagi berita-berita yang ditampilkan berisi tentang amarah massa terhadap perilaku pemerintahnya. Belum lagi terlihat juga amarah pemerintah terhadap sesamanya. Seakan menjadi agenda wajib dalam proses setiap kegiatan.

Itu baru berita, jika berita telah usai berganti sinetron dan reality show menghiasi magic box tiap rumah di seluruh Indonesia. Adegan-adegan yang diperlihatkan hanya berisi amarah dan praduga yang dibuat-buat. Seolah marah adalah sesuatu yang pantas untuk diperlihatkan kepada khalayak umum. Memang marah adalah sebuah keadaan yang timbul karena sesuatu yang mempengaruhi kondisi psikologis. Tetapi terlihat jelas, saat adegan marah, tim produksi atau kreatif tampak melebih-lebihkan dengan latar belakang musik ataupun raut muka yang sangat mencerminkan kepalsuan. Semua menjadi pertontonan yang memiliki nilai jual, akhirnya masyarakat melihatnya sebagai hal yang wajar dan pantas untuk dilakukan.

Lanjutkan membaca Padamkan Api yang Membakar Hati*